[Interview] Interview Bersama Jang Woo Cheol : Musim Semi Dong Youngbae -Part 3-

Published 13/12/2012 by _kadzuki_

READ : PART 1 , PART 2

 

 

Untuk Taeyang, apa arti dari ‘orang-orang’ ?

Mereka yang kuharap mendapatkan ide atau inspirasi saat melihatku.

 

Apakah kau benar-benar berpikir seperti itu?

Ya, aku ingin menjadi orang yang seperti itu.

 

Apakah akhirnya seorang pemuda telah bertransformasi menjadi seorang lelaki?

Dalam hal apa?

 

Aku tidak tahu.

Kupikir mungkin saja. Aku tidak bilang dia telah menjadi seorang lelaki. Karena dia masih belum berkembang.

 

 

Lalu bagaimana kau tahu apakah dia sudah bertransformasi atau belum? Apakah ada tanda-tandanya? Sebagai contoh, mesin perebus akan mengeluarkan suara ‘choo choo’.

Seperti itu. Tepat sekali.

 

Well, apa yang tepat?

Aku merasakan sebuah pertanda. Aku ingin sekali berhubungan dengan wanita biasa. Sebelumnya aku tidak pernah memikirkan hal itu. Dan hal itu adalah sebuah cerita lain, salamku untuk member lain? Pikiranku tentang mereka menjadi jauh lebih besar dibandingkan sebelumnya. Sekarang rasanya seperti kami sedang hidup bersama-sama.

 

Ada sebuah video dalam album Solar, konser keduamu sebagai penyanyi solo di musim panas tahun 2010. Kau pasti melihat dirimu sangat berbeda, kan?

Ah, baiklah. (Terdiam sesaat). Um… Itu adalah kenangan yang kusukai, mengisi diriku dengan berbagai emosi. Benar-benar berbagai macam emosi.

 

Apakah kau berpikir bahwa waktu telah berlalu begitu banyak?

Ya, sangat banyak. Dan aku juga merasa bahwa aku sangat berbeda dengan diriku waktu itu.

 

Tapi orang-orang selalu menginginkanmu untuk tidak berubah.

Ya, kau benar. Beberapa orang tidak bisa menerima kenyataan bahwa aku berubah, tidak peduli apapun alasannya. Kubilang bahwa kenangan akan konser tersebut mengisiku dengan berbagai emosi, semua karena ada perasaan spesial yang kurasakan saat itu. Aku merasa aku tidak akan memiliki kesempatan untuk menggelar sebuah konser lagi, aku tidak tahu kenapa aku merasa begitu. Aku merasa bahwa itu adalah terakhir kalinya untukku. Ada perasaan sedih dan juga aneh. Tentu saja aku bertemu dengan para penonton lagi, tapi saat aku mengingat saat itu…

 

Kau pernah mengatakan bahwa kau ingin bersenang-senang dengan musik apapun yang dinyanyikan oleh penyanyi manapun, kan?

Ya, jika musiknya bagus.

 

Bagaimana tentang karangan pertamamu, ‘Take It Slow’ ? Apakah ada sesuatu yang terlintas di benakmu?

Tiap kali aku mendengarnya, hal yang semakin sering terlintas di benakku adalah, “ Lagu ini benar-benar nyaris disingkirkan dari albumku. “

 

Apakah sekarang kau sudah mengingat liriknya? (Saat konser, ia lupa sebagian liriknya)

Sudah.

 

Kau bohong.

Oke. Aku belum ingat.

 

Apakah kata ‘slow’ dari judul ‘Take it Slow’ berarti “ Tolong jagalah dengan baik lelaki ini?

Haha.

 

Ketika menginterview-mu beberapa tahun yang lalu, aku berkata kau sesekali perlu minum-minum, melakukan sedikit kenakalan, dan beberapa hal lainnya, dengan sedikit ngawur, tapi sepertinya kini aku tidak perlu mengatakan hal-hal seperti itu lagi. Bahkan kau terlihat seperti pemabuk yang kini sudah berhenti minum. Tapi orang-orang masih tertarik untuk berspekulasi apakah kau sedang berkencan dengan seseorang atau tidak. Dan hal itu selalu membuatmu malu, Taeyang.

Kapanpun aku mendengar gosip seperti itu, aku langsung berpikir, “ Apakah itu penting? Apakah itu hal yang sangat penting?

 

Siapa tahu kau memiliki sebotol wine raspberi Korea di kulkasmu? (Eng.translator note : wine raspberi Korea adalah sebuah minuman tonik tradisional yang membantu mempertahankan stamina pria)

Haha. Hanya ada air mineral merk Perrier.

 

Ada makanan yang tidak bisa kau makan?

Tidak ada, kecuali makanan yang menjijikkan.

 

Jangan-jangan kau memisahkan daun bawang dari sup dagingmu?

Tidak,aku tidak suka seperti itu. Aku juga tidak suka saat orang lain melakukannya. Ngomong-ngomong, aku memiliki bakat untuk menemukan makanan enak.

 

Bagaimana kau melakukannya?

Well, itu hanya firasatku saja. Aku bisa menilai apakah suatu makanan enak atau tidak hanya dengan melihatnya saja.

 

Apakah kau adalah seorang ‘food-guru’, Dr. Dong?

Ya, ketika seseorang membawa makanan yang katanya enak, aku bisa terus merasaakan ini dan itu… Dan akhirnya jawabanku benar. Jadi, kupikir aku cukup ahli saat aku mencoba sesuatu. Aku sangat objektif, dan aku berpendapat bahwa masakan ibuku tidak selalu enak. Aku bisa menebak bagaimana rasanya ketika aku melihatnya.

 

Apa yang sebenarnya kau lihat?

Tekstur makanannya. Hal itu akan memberitahuku bagaimana rasanya nanti di dalam mulutku.

 

Darimana kepercayaan dirimu soal indra perasamu itu berasal?

Pertama-tama, aku bertanya pada diriku sendiri mengapa aku bisa mengapresiasi sebuah makanan dengan begitu baik. Lalu, dalam poin-poin tertentu, orang-orang di sekelilingku mulai menanyakan pendapatku. Mereka bertanya sebelum mencoba makanan tersebut. Katakanlah seperti, mana yang kaupikir rasanya lebih enak?

 

Aku ragu apakah kau bisa menemukan rasa terenak dari jenis hamburger yang berbeda.

Um, aku tahu apa yang kau maksud. Tapi aku bisa bilang padamu dengan penuh percaya diri. Ketika aku menggigit seppotong makanan, secara instuitif aku bisa memilih makanan itu enak atau tidak.

 

Bagaimana pendapatmu tentang kehidupanmu di Korea?

Sejujurnya, ketika aku masih anak-anak, ada saat-saat dimana aku berharap ibuku akan melahirkanku di Amerika. Tapi sekarang aku sangat bahagia dengan kenyataan bahwa aku seorang Korea. Aku bukan seseorang yang mencintai tanah airnya secara membabi buta, tapi kupikir ada banyak hal yang bisa kulakukan karena aku seorang Korea. Pertama-tama, tampaknya tidak ada negara yang memiliki jenis makanan seperti kita. Aku tahu aku terlalu banyak bicara soal makanan, tapi di Korea benar-benar ada berbagai macam makanan. Ini berarti aku tahu sebuah rasa yang orang lain tidak akan pernah tahu. Orang Amerika tidak akan bisa mengapresiasi rasa dari cheonggukjang (fermentasi pasta kacang merah yang baunya kuat sekali). Dan apa lagi?

 

Daun wijen (Sesama leaf).

Benar, daun wijen. Tapi kita bisa menikmati rasanya. Kupikir sensibilitas seperti ini bisa direfleksikan dalam musik. Ada sebuah sensibilitas yang kita miliki dan orang lain tidak. Kupikir kita memiliki sesuatu yang tidak bisa mereka tiru.

 

Jadi musik original Taeyang adalah cheonggukjang?

Haha, kau terlalu ngawur.

 

Um, seperti untuk bahasa Korea, aku berpikir bahwa…

Ah! Bisakah aku mengatakan sesuatu lebih dulu?

 

Teruskan.

Um, kupikir Korea adalah yang terbaik. Ini gila. ‘Norang’ berarti kuning dalam bahasa Inggris, tapi ketika warna itu memudar, kita akan menyebutnya ‘Nurikiri’. Hanya kita yang mengatakan bahwa matamu ‘chimchim’ (seperti melihat ditempat yang redup. Sepertinya Taeyang ingin bermain kata ajektif Korea yang memiliki kesamaan penyebutan). Dimana lagi kau bisa menemukan kata-kata seperti ini selain di Korea? Dan aku tahu perbedaan dan sensibilitas kata-kata tersebut karena aku adalah orang Korea. Itulah harta terbesar yang aku miliki. Kupikir aku juga telah menyanyi dalam bahasa Jepang dan bahasa Inggris, tapi aku bisa mengeluarkan segenap emosiku melalui bahasa Korea. Pikirkan saja tentang lirik lagu pop Korea yang lama. Pikirkan lirik dari lagu miliki Jo Yongpil (penyanyi Korea yang paling terkenal dan paling disegani).

 

Musikmu akan lebih kaya dengan lirik yang lebih jelas dan bagus.

Ya, aku juga berpikir begitu.

 

Itulah mengapa kau harus memiliki buku-buku perusahaan.

Haha. Aku akan melakukannya.

 

Rasanya masih belum familiar mendengar kata-kata ‘jinsim’ (kata hati, pengakuan) dari seorang penyanyi yang juga merupakan seorang idol. Sekarang bagaimana kau memegang kata-katamu?

Kubilang bahwa aku berubah, perubahan bukanlah hal yang buruk, dan ketika saatnya tiba untuk menjadi dewasa, tapi kau bilang orang-orang tidak ingin aku berubah. Tapi bukankah ‘jinshim’ adalah sesuatu yang tidak akan bisa berubah? Bukankah aku tidak bisa memanipulasinya? Meskipun kau merubah gaya rambut ataupun perilakumu, apa yang ingin kau ekspresikan dalam musik kupikir tidak akan pernah berubah.itu bukanlah hal yang kau pilih hanya dengan mengandalkan niatmu saja. Sejujurnya, belum terlalu lama ketika aku mulai bisa mendengarkan nyanyianku sendiri. Jadi kini aku bisa mendengarkan suaraku dengan akurat. Di masa lalu, aku hanya mencoba mendengar karena aku harus memonitor performaku. Contohnya saja, akutidak bisa mendengarkan nyanyian sementara aku mendengarkan lagu Jo Yongpil atau Michael Jackson di waktu luangku. Aku terbiasa berpikir, “ Kenapa aku bernyanyi seperti itu? “ atau “ Seharusnya aku menyanyikannya dengan emosi seperti ini. “, tapi sekarang aku tidak berpikir seperti itu. Aku bisa mendengarkan laguku dan lagu artis lain sama baiknya.

 

Credit : Jeannie for bigbangupdates

Indotrans : fatearam@yeppopo

7 comments on “[Interview] Interview Bersama Jang Woo Cheol : Musim Semi Dong Youngbae -Part 3-

  • Ayank Tae i love u just the way you are. N suatu saat nanti saia bwain salad khas indo biar bsa km nilai n biar pnilaianny objektif saia bkal bwa golok jg #what

  • Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s

    %d blogger menyukai ini: