[Trans/Interview] Jae Joong with ELLE Korea ‘My Journey Week’

Published 31/10/2012 by _kadzuki_

Di utara India, jalan menuju Alwar yang berlokasi di dekat Rajashtan ternyata lebih sulit dari yang mereka duga. Mereka seharusnya tidak begitu saja percaya saat mendengar bahwa perjalanan tersebut hanya memakan waktu empat setengah jam dari Bandara Delhi.

Bagi orang-orang yang mengukur waktu berdasar detakan jam, tidak mudah memahami orang-orang yang tinggal di sebuah kota yang mengikuti roh waktu. Sering sekali mereka mengeluh, “ Apakah kita di sini untuk syuting ‘The Laws of Jungle’ ?

Selama tujuh jam, kepulan debu mengekor di belakang van seperti jin dari lampu ajaib. Dari sela-sela kepulan debu, senja mulai mengintip, dan di luar jendela van mereka bisa melihat orang-orang Ajabgarh yang memulai keseharian mereka bagai sebuah kejaiban di tengah gurun.

Seseorang berkomentar dengan semangat, “ Aku merasa seperti Indiana Jones. Ini semua seperti kita sedang kembali ke masa lalu.

Namun villa yang dimiliki seorang raja ratusan tahun yang lalu kini tidak lebih dari perkampungan kumuh para orang miskin. Danau yang masih bertahan dari serangan kemarau berubah menjadi genangan lumpur seperti jello (makanan tradisional Korea), namun mereka begitu lega ketika mengetahui hati orang-orang tersebut sangatlah lembut.

Wow, ini negeri yang menakjubkan. “ Cerminan kegembiraan sekaligus kesedihan Jaejoong muncul ketika sebuah resort mewah tampak tanpa ada tanda apa pun. Dengan suara sedih yang lirih, pikiran mereka mulai jernih.

Jae Joong, sebagai member JYJ, memberi lebih banyak perhatian pada diversitas pengembangan dibanding berkonsetrasi pada satu hal. Meskipun begitu, ia belum pernah berpengalaman untuk bertahan dari segala macam tantangan dan gambaran memilukan dalam sekejap sebelumnya.

Pilihan kami untuk memilih lokasi di India didasari oleh kepercayaannya pada diversitas. Dalam berbagai perjalanannya ke berbagai daerah di seluruh dunia, tempat yang belum pernah disentuhnya adalah India.

Untungnya, kami berhasil menemukan tempat bagus untuk jalan-jalan. Dan petualangan pun dimulai.

Dengan predikat sebagai seorang aktor, dalam dunia imajinasinya selalu mengedepankan masalah diversitas. Dalam drama ‘Time Slip Dr. Jin’, Jae Joong menjadi perwira tangguh bernama Kim Kyung Tak dan mengalami cinta platonik. Di saat yang sama, dia memerankan cowok aneh bernama Choi Hyun dalam film ‘Jackal is Coming’. Meski Jae Joong agak menderita karena kurang tidur, kemampuannya menghayati peran semakin alami, seakan ia mengalami trans.

Sangat sulit syuting untuk dua film sekaligus, namun aku ingin menunjukkan karakter yang berbeda, dan ini adalah kesempatanku untuk menunjukkan karakter yang benar-benar bertolak belakang. Untungnya, aku bisa mengingat naskahku dengan baik. (Serius) Kupikir itu karena aku mengonsumsi Omega 3, nutrisi yang baik untuk melancarkan peredaran darah.

Karena ‘Time Slip Dr.Jin’ adalah drama historis, ada beberapa kesulitan. Ada sedikit perubahan lingkungan dan ketertarikan, jadi sulit bagi seseorang yang ingin mempelajari hal baru. Ketika drama tersebut mencapai puncaknya dan penonton mulai tertarik, Jae Joong menyadari bahwa dia dapat merubah tingkah lakunya.

Dan pada puncaknya, bahkan para penonton yang lebih mengutamakan ‘Gentleman’s Dignity’ menjadi tertarik dengan karakter Jae Joong.

Kupikir, aku harus bekerja keras di bagian berikutnya, dan sekejap aku merasa lebih baik. Aku dapat melakukan evaluasi absolut. Untuk diriku sendiri.

Dalam drama historis, Jae Joong harus mencari dan menebak cara untuk mengekspresikan karakter Kim Kyung Tak, namun dalam ‘Jackal is Coming’ dia dapat menjadi dirinya sendiri saat memerankan Choi Hyun.

Aku memperlihatkan banyak sisi bodohku. Ada beberapa adegan yang membuatku berpikir, ‘Benarkah? Benarkah seperti itu?’ Aku benar-benar tertawa terbahak-bahak. Karakterku tampak sebagai penyanyi yang egois, namun pada akhirnya kau akan tahu bahwa dia adalah pria yang naif. Dia menjadi bintang dan seiring melambungnya kepopulerannya, dia diculik oleh seorang pembunuh.

Selama sehari, sang bintang, penyanyi bernama Choi Hyun diculik. Fakta bahwa dia adalah seorang penyanyi sangat membantu karena membuat kondisi yang mirip dengan apa yang dialami Jae Joong sendiri. Ini merupakan kesempatan bagi Jae Joong untuk menunjukkan akting yang begitu realistis, satu sisi dirinya yang tidak pernah ditunjukkan.

Kami berdua sama-sama penyanyi. Seorang bintang dituntut untuk tampil sempurna, tapi ada satu sisi yang menunjukkan bahwa mereka juga manusia, bahwa mereka juga tidak sempurna. Kupikir aku bisa menunjukkan sisi diriku yang tersembunyi.

Jae Joong berteman baik dengan partnernya, aktris Song Ji Hyo, namun dengan adanya kesempatan ini, mereka dapat mengetahui style akting masing-masing.

Karena kategorinya komedi, terkadang terlihat sangat menarik. Selain apa yang diinginkan sutradara, ada saat-saat dimana Song Ji Hyo dan aku mencoba melihat dari sudut pandang yang berbeda. Ini adalah saat dimana aku kurang tidur, jadi saat memonitoring, aku bisa menilai adegan mana yang kurang bagus. Namun aku tidak pernah khawatir merusak image-ku. Aku baik-baik saja jika harus berbasah-basahan, kehujanan, bahkan sedikit tersetrum.

Konfrontasi Jae Joong atas sebuah penilaian bisa dihubungkan dengan dirinya yang terbiasa berpikiran terbuka saat akting.

Jae Joong memulai aktingnya melalui drama Jepang, ‘Sunao ni Narenakute’ namun secara ofisial ia memasuki dunia akting melalui ‘Protect The Boss’ bersama Choi Kang Hee.

Dengan sekretaris wanita yang eksentrik, ia berakting seorang anak orang kaya, namun karakter yang dimainkannya tidak sehidup yang dibayangkannya. Ketika dihadapkan pada tantangan baru, perasaannya yang sebenarnya dapat terlihat meski ia memasang tampang poker face.

Ada beberapa kesulitan. Sebagai seorang penyanyi yang biasa bernyanyi dan menari, aku tidak memiliki kemampuan yang sama saat berakting sebagai seorang aktor. Jadi aku berencana untuk belajar sedikit demi sedikit perlahan-lahan. Namun ini tidak berarti aku kehilangan ketertarikan dengan musik. Kelihatannya aku lebih banyak berakting dan sedikit bernyanyi dibandingkan sebelumnya, tapi aku tidak akan beralasan ‘Aku terlalu sibuk berakting’ atau ‘Aku sedang kehilangan inspirasi’ dan aku telah menggunakan waktu senggangku untuk menulis lagu dan mendengarkan musik.

Memang baik mengembangkan kemampuanku, tapi aku tidak mau mengabaikan kemampuan yang telah kumiliki hanya untuk mendapat kemampuan baru. Jadi aku merasa aku tidak boleh kehilangan jati diriku dan memberi diriku lebih banyak waktu untuk hal-hal yang ingin kulakukan.

Awalnya aku juga tidak kompeten dalam musik. Menari dan menyanyi bukanlah bidangku. Training memang membantu banyak, tapi pada akhirnya, pengalaman pribadilah yang sangat banyak membantuku. Jadi kuharap aktingku akan berkembang seiring pengalaman yang kudapat.

Di masa lalu, karena image dirinya, orang-orang menganggap bahwa kelakuannya sangat angkuh dan sarkastis sehingga banyak orang berkata, “ Kupikir kepribadiannya tidak terlalu baik. “. Tapi berkat kerja kerasnya, dia mematahkan persepsi tersebut.

Jalannya sebagai seorang aktor telah membantunya agar lebih fleksibel. Tentu saja masih ada sedikit kesulitan.

Sebagai seorang Kim Jae Joong yang berakting dalam banyak drama, ada lebih banyak lagi orang yang memperhatikannya. Tapi aku sedih karena fans luar negeri kurang menganggap JYJ dan masih mamndangku sebagai YongWoong Jae Joong. Itu hanya masalah waktu dan apa yang bisa kulakukan hanya berusaha lebih keras.

Ketiga member JYJ, yang saling membantu satu sama lain dalam karir mereka, menemukan diri mereka berada dalam persimpangan kedua dalam karir mereka dimana mereka bisa berkonsentrasi di berbagai bidang yang potensial.

Saat ini, kami berada dalam proses pengembangan kemampuan dan meningkatkan pengetahuan kami, jadi kupikir betapa besar sinergi yang akan muncul ketika kami berkumpul bersama.

Satu hal yang membuat Jae Joong sedih adalah sedikitnya kesempatan untuk berinteraksi dengan fans dibanding sebelumnya.

Rasanya seperti festival! Festival! “ Kesempatan untuk konser di Amerika Selatan dan Spanyol perlahan meningkat.

Ketika aku masih muda, kupikir popularitas akan mengikuti jika aku bekerja dengan baik. Sekarang aku tahu meskipun aku bekerja dengan baik, belum tentu seperti itu. Karena itu bergantung pada setiap orang.

Sebagai tambahan, sembilan tahun dalam bisnis entertaiment membuat mereka berubah tanpa sadar dan akhirnya mulai membangn ulang hubungan dengan fans mereka.

Sejujurnya, memikirkan kehilangan fans akan membuat segalanya menjadi sulit. Orang-orang yang banyak berkonsentrasi untuk membuat musik sebagian besar tidak bisa merasakan cinta para fans. Membuat musik dan dicintai untuk itu adalah sebuah kebahagiaan yang tidak banyak orang tahu. Melakukan sesuatu karena kau menyukainya adalah satu hal, namun melakukannya untuk orang lain adalah hal yang berbeda. Ada perbedaan kepuasan di sana. Sama dengan memasak. Kau memasak sambil berpikir, ‘Kuharap orang-orang bilang ini enak’. Jika tidak ada seorang pun yang mendengarkan lagu kami, itu akan menjadi hal terburuk yang pernah kami rasakan.

Ketika kami mengingat kembali perjalanan kami ke India, kami mengingat para fans yang menelepon ke resort tempat kami menginap setiap hari, meng-email kami, dan bahkan mengikuti kami hingga di resort.

Apa yang tertinggal dari delapan, sembilan tahun terakhir adalah ‘spirit’. Kami memiliki banyak hal yang harus dilakukan. Jika kau berpikir mengenai itu, kami berada di titik yang sama. Meskipun kami sudah meningkat dan berkembang, hal itu memakan banyak waktu. Dan popularitas tidaklah tanpa batas. Orang bilang hiduplah sehidup mungkin seperti ketika kau berumur 20 tahun, bahkan 30an tahun. Jika ada satu hal saja yang berbeda dengan masa lalu, kupikir ketakutan akan perubahan telah menghilang. Tapi inspirasi tidak akan pernah berubah.

Untuk orang yang dewasa sepertinya, berjalan-jalan ke sebuah lokasi yang baru adalah kesempatan baginya untuk mengalami gaya hidup yang lebih santai. Namun aktifitas dalam hidupnya sedang meningkat dengan konstan dan berjalan-jalan bisa disebut sebagai saat istirahat dari kehidupannya yang padat.

Akhirnya, hidup adalah sebuah petualangan, dan petualangan akan selalu sulit. Di masa lalu, kebudayaan tumbuh dari kota kecil di India dan ‘spirit’ mereka tampaknya akan bersama mereka selamanya.

Bagi Jae Joong, perjalanan ini membawa realita dari hari yang akan datang dan masa depan yang tak terlihat. Perjalanan ini pastilah meninggalkan kesan baik dalam benaknya.

 

Source : ELLE Korea November 2012

Via : JYJ3

Indotrans : fatearam@yeppopo

14 comments on “[Trans/Interview] Jae Joong with ELLE Korea ‘My Journey Week’

  • “aku sedih karena fans luar negeri kurang menganggap JYJ dan masih memandangku sebagai Youngwoong Jae Joong”…. This! Ini menandakan Jae sudah tidak ingin lagi di anggap sebagai member TVXQ melainkan member JYJ…..TVXQ sudah menjadi masa lalu bagi Jae….karena masa kininya adalah bersama JYJ……Jae Joong fighting!! JYJ fighting!!

    • @RJJ unn
      unn apa kbr? Smoga baik dan sehat selalu..
      Maaf nih unn,rada kurang sepakat sama komen unni. Kurang sepakatnya kalo dibaca ama cassie ot5 merka bukan tidak mungkim bisa sakit hatinya. Karna bg mereka member jyj masih bagian dari dbsk. Tdk perlu pembelaan dari kita karna itu hanya akan memperpanjang perkara. Toh yg di idolakan orang yg sama. Saling menghargai saja.kita tdk bisa juga tutup mata jyj se-survive,sesukses dan sebesar sekarang karna peran ot5.
      Bnyk cassie ot5 dan homin stand yg open,yg baik. Jadi selama kita baik kemereka mereka jg akan baik ke kita. Capek tarik ulur antara JYJ dan DBSK padahal mereka orang yg sama..

    • @mrs.shim
      lama gak jumpa saeng..sibuk kerja kah atau masih ngukur tingginya suami? *ditabok*
      kalo boleh frontal juga,menurut aye saeng, dari bio itu justru menunjukam kalo jaejong tuh jyj. JYJ from TVXQ. kalo aye baca dan cermati from disini menunjukan ‘sudah tidak diposisi’.misal nih ‘Hand dari Jakarta’ brarti menginformarikan bahwa hand berada di tempat lain,bukan di Jakarta lg. Itu kalo dari hand,kan beda kepala beda pemikiran beda persepsi beda cara memandang pula. Kalo ada yg salah tegur aja langsung ya..*kasi obat penyusut tinggi ke changmin*

    • setuju.. this jg u/ kta2 jaejoong, skrng jaejoong pengen di kenal sbgai member JYJ, sbgai Kim Jaejoong seorang musisi, sbgai Kim Jaejoong seorang aktor, intinya adlh sbgai KIM JAEJOONG tnpa mengingkari bhwa jaejoong pernah menjadi bagian dri TVXQ.
      Sbgai JYJ fan tentu saja bhagia jaejoong berkata sprti itu, krna aku jg lbih seneng liat mrka sbgai JYJ. Hrus trima kenyataan saat ini TVXQ adlah yunho dn changmin. TVXQ 5 adlh bgian dri legenda KPOP, memori terindah dan berharga di masa lalu, dn kini yg terpenting adlh jalani masa dpn yg memang PASTI dgn memberikn yg terbaik u smua..
      ♥♥♥ JYJ, JYJ jjang..

    • @hand unn
      aigoo unn, ini kenapa komennya nyasar di tempat @RJJ unnie?:lol:
      hahahaa sibuk kerja sambil ngukur tinggi suami dong. unnie sibuk apa akhir-akhir ini juga jarang nongol? sibuk ngukur luas jidatnya Uchun ya unn? *plak

      iya unn, aku ga memungkiri juga. isi kepala org emang beda-beda, tergantung dari sudut mana memandang. aku berpikir seperti yg aku katakan, unnie berpikir seperti yg unnie katakan, dan org lain juga pasti punya pemikiran masing-masing dari kalimat “JYJ from TVXQ” tersebut, karena itu kalimat mengandung 1001 makna dan hanya Jeje yg tau makna pastinya.
      nah berhubung Jeje bilang sedih orang lain masih nganggep di adalah Hero Jaejoong, maka sebaiknya dia ubah juga bio twitternya itu, karena menurutku (ga tau menurut yg lain) inti permasalahan terbesar ada pada kalimat tersebut.
      berdasarkan penyelidikanku selama ini, OT5 banyak yg tetep bertahan salah satunya karena kalimat tersebut, yg dalam harapan OT5, kalimat tersebut berarti Jaejoong masih mau dianggep sebagai bagian dari TVXQ.

      *aduh unn maap ya klo bahasa aku muter-muter, abis bingung ngerangkainya. ini aja buru-buru, abis udah sore mau Changmin eh Changjun dulu😆😆
      yah pokoknya semoga unnie mengerti bahasaku, karena aku sendiri ngerasa kalimatku geje.

  • hyung..aye fans luar negeri juga loh dan kenal nya lewat JYJ.jadi jgn menggalau gitu yah,,emang smua ada waktunya..masa sekarang ada krna masa lalu,masa lalu bukan untuk di sesali,toh udah terlewati dgn baik.jadikan pelajaran dan kaca spion,itu jauh menyenangkan..
    Karna dari jyj jadi tau tvxq dan sm.dari jyj jadi tersesat di yeppopo dan kenal penghuninya lengkap dgn idolnya. Karna jyj jd tau kau itu sangat aneh tak terhingga.Semangat,menggalau,serius,sadis, malu bahkan malu maluin.komplit pake telor pokoknya (?)

  • “Tapi aku sedih karena fans luar negeri kurang menganggap JYJ dan masih mamndangku sebagai YongWoong Jae Joong” <– boleh frontal dikit ga bang? bukan berarti aku ga sayang kamu, aku tetep sayang kamu kok.
    kenapa orang-orang masih menganggap kamu sebagai YongWoong Jae Joong? yang artinya masih menganggap kamu adalah member TVXQ? mungkin kamu harus liat pada diri sendiri juga bang. tuh bio twitter juga masih bertulisakan "JYJ from TVXQ" kan? yg artinya kamu juga masih mau dianggap sebagai member TVXQ / masih mau memperlihatkan kepada orang-orang bahwa kamu sebelumnya adalah bagian dari TVXQ juga. jadi jangan salahin fans juga bang. kalian sendiri yg membuat para fans susah buat move on.
    saran aku sih, ubah dulu itu bio twitter, maka dari situ mungkin sedikit demi sedikit para fans akan mengganggapmu sebagai Kim Jaejoong yang merupakan member JYJ.
    sekian dan terima kasih.

  • Suka mereka saat masih berlima,boyband korea pertama yg aku dengerin lagu2nya..
    Dalam hati masih tetap berharap suatu saat mereka akan kembali berlima dengan sebagai sebuah grup..

    Tapi kenyataannya mereka udah dengan karir masing2..
    Ga ada yg berubah tetap suka mereka berlima. Suka lagu2nya homin dan jg suka lagu2nya jyj.
    Yang aku pikir sih jaejoong berharap fans luar negeri melihat dia yg sekarang,hal2 yg sekarang dia lakukan sbg jaejoong yg berkarir atas nama JYJ.
    Tapi tidak memungkiri dia bagian dari TVXQ dulunya

  • @hand,baik Alhamdulillah…..namanya beda isi kepala tentu beda pula pendapatnya…..kalau menurutku,Cassie/OT5 gak perlu sakit hati lagi….ini sudah 3 tahun lho! Sudah saatnya menerima kenyataan kalau mereka kini sudah punya jalan masing2….sudah beda group dan beda agency…..mereka juga sudah sama2 sukses di jalan mereka masing2…..dan sangat kecil kemungkinan buat mereka untuk balik berlima lagi…..HoMin yakin gak akan keluar dari SM….apalagi JYJ yang sudah makmur sentosa gemah ripah loh jinawi di C-Jes yang sekarang sedikit demi sedikit terus menambah artis2nya….jadi sudah waktunya membuka mata lebar2 dan terimalah serta cintailah apa adanya mereka sekarang sebagai 2 dan 3…..sekian trims..

    • @RJJ unni
      iya juga,tetep ada benernya dari unni ungkapkan. Tp yg hand maksudkan itu hand smisal jadi ot5 yg menanggap dbsk itu 5 member sama saat debut. Karna smua bisa terjadi tanpa kita prediksi dan kita ketahui. Andai *amit2* jyj mengalami hal serupa, hand tetep akan bilang kalo jyj itu 3 member selamanya.

  • serem dah klau bhas topik bgni ngak ada akhrnya, hmm bagi ku jyj ya 3 jaechunsu n tvxq ya 2 homin.. saling menghormati aja, itu udah cukup!

  • Wah.. kata-kata JJ bikin aku inget, tragedi di fanmeet Nanjing. Mungkin ini yang bikin JJ ingin dianggap sebagai Kim Jaejoong..

  • Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s

    %d blogger menyukai ini: