[Trans/Review] Epik High Mengingatkan Sebuah Kesendirian Melalui ‘It’s Cold’

Published 19/10/2012 by _kadzuki_

Penantian panjang telah berakhir. Epik High telah kembali, dan memutuskan kembali ke dunia musik dibandingkan membubarkan grup dan memulai dari suatu awal yang terlalu baru.

Segalanya, dari penampilan dan style para member hingga label dan cara pemasarannya (seseorang tolong berikan YG fonts yang baru), telah berubah tanpa mengenal rasa takut, meski kau cukup terkejut dengan perbedaannya, kau akan senang jika tahu bagaimana musik mereka melalui single baru ‘It’s Cold’, yang dengan sangat mengejutkan dan penuh kebanggaan, tetap sama seperti dulu.

Suara Tablo dan Mithra, selalu mengimbangi satu sama lain, dan semuanya dilengkapi dengan suasana yang kosong dan kesepian selama lagu tersebut mengalun, membuat lagu itu sedingin judul dan liriknya. Kau bahkan dapat melihat hembusan uap yang keluar dari mulut para member selama mereka menyanyi dan me-rap.

Familiaritas lagu ini tidak jauh dari lagu-lagu Epik High sebelumnya yang terkesan ‘diam’. Mirip dengan lagu ‘Present’ dari album keenam, [e], dan ‘Love Love Love’ dari album keempat, Remapping the Human Soul, dan mirip sekali dengan lagu ‘Umbrella’ yang dinyanyikan bersama Younha pada album kelima, Pieces, Part One.

Alasan utama mengapa lagu-lagu mereka mirip, meskipun subjek dan iramanya berbeda, semua disebabkan oleh vokalnya. Lee Hi dikenal sebagai vokalis yang powerful, dengan suara yang begitu menghayati,  tapi dalam album Epik High, suaranya terbuaskan memjadi female vocal dengan style Epik High, dimana karakteristiknya adalah nada-nada tinggi dan bergetar.

Tapi jika kau kecewa karena single ini tidak membawa sesuatu yang baru, maka kau terlalu cepat memutuskan. Single ini dimaksudkan untuk tujuan tertentu: untuk pengingat bahwa Epik High masih ada dan baik-baik saja.

Siapa yang tahu apa yang menunggu di toko musik saat album ketujuh dirilis? Sampai tiba saatnya, bersabar dan menunggulah hingga Epik High lepas dari rasa dingin yang merengkuh mereka.

 

Photo credits : YG Entertainment

Source : enewsworld

Indotrans : fatearam@yeppopo

 

It’s Cold sudah membuktikan bahwa musik kalian tetaplah yang dulu. Jangan berhenti dan teruslah mengeksplorasi emosi manusia dari sudut pandang yang berbeda, kritis terhadap apa yang terjadi dengan manusia saat ini. Epik High, hwaiting!! ^^

7 comments on “[Trans/Review] Epik High Mengingatkan Sebuah Kesendirian Melalui ‘It’s Cold’

  • Emm, sebenernya sih aku silent reader tapi dari kemaren agak gak paham juga liat komen2 yang bilang epik high berubah, YGish bgt, dll….
    padahal menurut aku dari musiknya ga ada yang berubah, justru it’s cold itu epik high bgt…
    kalo masalah tampilan ya emang stylenya YG bgt..tapi ya let’s see lah…kan belum comeback juga…
    Epik High fighting!!!welcome to YG family….
    *telat bgt

  • erteeeeeeh!

    setuju bgt! yg penting mereka tetep konsisten sma gaya musik mereka, ga mslah gaya fashion mereka yg berubah. Toh, fashion jg berjalan terus. Kalo justru stuck sma fashion yg jadul itu2 aja, fans malah bosen.

    Apalagi, merka kan pemain lama. Papa YG jg pasti ga mungkin ‘mendikte’ mereka harus gmna2 dlm bermusik. Menurutku jg, dari dlu *sblum mereka masuk YG, musik mereka jg uda YG taste bt. Jadi ga ada yg perlu diubah kan?😉

  • ini yang selalu q ungkapkan buat Epik High Simple but so meaning full…

    sebenarnya YG dan Epik High saling melengkapi..kalau image YG itu biasanya wow dan glamour kalau epik high sederhana dan meaning full…jadi membuat YG penuh variasi musikalitas yang berkualitas…

  • Single ini dimaksudkan untuk tujuan tertentu: untuk pengingat bahwa Epik High masih ada dan baik-baik saja.
    bener banget !!!

  • Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s

    %d blogger menyukai ini: