(Fanfict) Kyuhyun: Mianhae, Saranghae

Published 01/07/2012 by askarein

Author: Kim Chi Kyu

Genre: Romance

Cast: Cho Kyuhyun

Mian yaw, kalo fan fic ini agak aneh+gace… ya itung-itung buat refresing…

Happy Reading…:)

Comment ditunggu…

—————————————

Aku tidak akan lupa janjiku pada mu, cinguku. Menjaga dan menjadi teman untuk kekasih yang kamu cintai, Cho Kyuhyun. Aku tahu setelah kepergianmu semua tidak akan sama, begitu pula Kyu. Walau sebenarnya, aku yang pertama mengenal Kyu, tapi dia lebih nyaman berada di dekatmu. Aku pikir ini bukan pengorbanan untukmu tapi karena aku juga mencintai Kyu. Mianhae,

“Apa kamu menginginkan sesuatu?” tanya ku pada Kyu yang termangu duduk di depan jendela kamar di sebuah rumah sakit.

“…” dia hanya menggeleng, aku tahu dia masih shock kehilangan orang yang dia cintai.

Tiga bulan sudah berlalu dan baru hari ini Kyu sadar dari koma nya. Wajahnya pucat dan badannya kurus. Kecelakaan yang merenggut nyawa sahabatku, Kim Yo Ra kekasih Cho Kyuhyun.

“Waktunya makan siang dan minum obat Hyun ah, makanlah walau hanya sesuap.” Aku mencoba bertingkah ceria untuk bisa menghiburnya. Mencoba menyuapkan sesendok bubur.

“…” lagi-lagi dia hanya menggeleng.

“Kamu tahu, saat Yo Ra yah sakit dia sering memintaku membuatkannya sup kacang merah. Katanya dia jadi berselera makan. Apa kamu ingin mencobanya?”

“…” tapi memaksa untuk membuatkan sup itu.

“Tunggu sebentar ya, aku akan membuatkannya untukmu juga.” Aku menepuk pundaknya.

Karena aku terlalu gugup dan terburu-buru aku menumpahkan air panas ke tanganku. Tapi aku acuhkan sekarang yang terpenting adalah Kyu.

“Tara… sup nya sudah jadi, cobalah. Aku tahu Yo Ra yah di surga pasti juga menginginkannya.” Aku lihat seulas senyum di bibir Kyu dan dia memakan suapan sup dari ku.

“Ceritakan lebih banyak tentang Yo Ra yah pada ku.”

“Tapi sambil makan sup nya ya…”

Aku menyuapkan sesendok demi sesendok sup yang aku buat sambil menceritakan hal-hal lucu tentang Yo Ra. Ini kah yang disebut kebahagiaan? Melihat orang yang aku sayangi tersenyum mendengarkan hal-hal tentang orang yang dia cintai.

:::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

Malam yang teramat dingin di musim salju seperti ini, tapi aku menyukai salju. Mereka putih, lembut dan merasuk. Aku ingin menjadi seperti salju.

“Kamu tidak pulang?” suara Kyu memecah keheningan.

“Um…. Males, kamu lihat sekarang sedang turun salju lebat. Boleh aku menginap di sini?”

Aku tahu Kyu tidak mengetahui kalau selama tiga bulan ini aku yang menungguinya dan bermalam di rumah sakit. Dia tidak perlu tahu semua itu.

“Terserah saja.” Kyu kembali meringkuk dan melamun.

“Kamu tahu, salju itu pasti sangat senang?”

“Ani.” Jawab Kyu dingin.

“Mereka datang menyambut mu, mereka senang karena akhirnya bisa menghiburmu. Kamu akan merasa senang bila bisa bermain dengan mereka.”

“…”

“Aku ingin menjadi salju.”

“…”

“Arra, sudah malam tidurlah. Mimpi indah ya.”

Dingin ini, aku pasti akan merindukannya. Karena bersama dingin ini aku relakan selimut hangatku melindungi tubuh Kyu yang menggigil.

Esok harinya, saat aku bangun. Kyu sudah duduk di depan jendela seperti biasa.

“Sudah bangun. Aku kesiangan.” Sambil menggaruk kepala dan meregangkan otot ku yang kaku karena tidur di kursi sofa dan melawan dingin menggigil malam kemarin.

“Hum.” Tanpa melepas pandangan nya.

“Aku menyesal, karena aku menghilangkan benda yang benar-benar dia sayangi. Kecelakaan itu hanya menyisakan kenangan saja, aku ingin menemukan liontin itu. Setidaknya itu benda satu-satunya benda yang dia tinggal.”

Terbesit dalam pikiranku untuk menemukan benda itu, setidaknya itu pasti bisa membuatnya bahagia.

“Arraseo? Liontin itu aku juga pernah melihatnya. Sangat cantik.”

“Hujan salju sudah berhenti, pulanglah.”

“Ho? Oh, arra. Aku pulang.”

Dengan berat hati aku melangkahkan kaki keluar dan meninggalkan rumah sakit, bukan lebih tepatnya aku memutuskan untuk menungguinya di taman. Setidaknya ini dekat dengan rumah sakit.

:: Kyu poev

Kepergianmu, aku sungguh menyesalkan kepergianmu Yo Ra. Aku ragu setelah ini aku masih bisa meneruskan hidupku atau tidak. Kenapa hanya kamu yang pergi?.

Jagi, Yongmin menghiburku mati-matian. Namun aku tidak ingin melihatnya di sini.

:: End poev

Aku lihat dia dari kejauhan, debar-debar itu kembali datang. Salahkah aku, bila aku harus mengatakan “Saranghae” pada kekasih sahabatku sendiri? Apa ini adil buatku?

Aku tepiskan pikiran gila itu.

Aku rasa sekarang dia baik-baik saja, aku putuskan untuk pulang dan berganti pakaian.

“Anyoanseo, kamu sudah makan siang dan minum obatmu?”

“Ani, kenapa datang lagi?”

“Oh, aku ingin menjengukmu sebagai kekasih sahabatku.”

“Aku tidak butuh.”

Aku coba memahami sikap Kyu yang dingin. Itu yang bisa aku lakukan, memahami dan terus memahami dia.

“Ho, jangan terlalu serius. Aku tahu itu, aku hanya ingin memastikan kalau kamu makan dan minum obat dengan baik.”

“Haruskah aku membuatkanmu sup kacang merah itu lagi?”

“Tidak perlu, aku akan memakan yang ada saja.”

Sambil meraih sendok di meja nya.

“Baiklah, aku boleh nebeng mengerjakan tugas-tugas kuliahku di sini? Huh di rumah terjadi pemadaman listrik jadi gelap.” Sambil garuk-garuk kepala yang sama sekali tidak gatal.

Ya, alasan-alasan bodoh hanya untuk bisa melihatnya makan dengan baik dan minum obat dengan teratur.

“Terserahlah.”

“Gumawo.”

Mungkin ini karena kelelahan yang menumpuk selama beberapa bulan ini. Aku tertidur. Rasanya sudah malam saat aku terbangun dan Kyu yang membangunkan ku.

“Bangunlah dan pulang.”

Sepertinya memang kehadiranku tidak diinginkan oleh Kyu.

“Huh, aku ingin bermalam di sini. Di luar hujan salju.” Alasan yang sama aku berikan.

Sampai pada akhirnya Kyu merasa muak dengan alasan konyol ku untuk selalu bisa bersamanya.

“Hei, apa kamu tidak bosan mengatakan alasan-alasan konyol itu? Aku muak melihatmu mondar-mandir di sini. Aku muak dengan ocehanmu tentang makanan dan obat bodoh ini. Aku benci… kamu.”

Aku tahu andai hari itu bukan aku yang memaksa untuk menyetir mobil maka kecelakaan itu tidak akan terjadi dan Yo Ra tidak akan meninggal. Aku tahu dia pasti akan membenciku seumur hidupnya.

“Aku mencoba bersabar, tapi saat aku melihatmu aku mengiangat semua kejadian tentang kecelakaan itu. Kau tahu bagaimana rasanya?”

Aku hanya terdiam dan ingin rasanya menangis. Aku sangat menyesal, bahkan setiap tidurku aku selalu bermimpi buruk tentang semua yang telah terjadi. Bila aku tidak memiliki alasan untuk hidup aku tidak akan bertahan merasakan rasa bersalah itu. Alasanku hidup hanya kamu dan janjiku pada sahabatku.

“Pergilah, aku tidak ingin melihatmu lagi datang ke sini.”

“Arra, aku tidak akan terlihat olehmu lagi. Mianhae, karena membuatmu kehilangan orang yang kau cintai.”

Aku mengikuti semua yang dia inginkan. Bila memang hal terakhir yang bisa membuatnya bahagia adalah hal itu aku akan melakukannya. Tapi aku ingin untuk terakhir kalinya membuatnya bahagia dengan cara menemukan liontin itu.

Apa aku harus mencarinya sekarang? Aku ragu sampai saatnya aku mengingat semua kata dokter padaku.

:: flash back

“Nona Yongmin ah, sebaiknya anda dirawat di rumah sakit. Luka dalam anda sudah tidak bisa menunggu terlalu lama untuk di obati. Bukankah anda berjanji bila tuan Kyuhyun ah sudah siuman anda mau untuk di rawat.”

“Tapi saya harus merawat Kyu yah dulu dok. Saya sudah berjanji.”

“Baiklah, tapi saya ingatkan anda. Musim seperti ini bisa memperparah keadaan anda. Tolong hindari keadaan dingin. Daya tahan tubuh anda bisa melemah dan sakit anda bisa bertambah parah.”

“Ne, khamsahamnida dok, aku akan berhati-hati.”

:: end flash back

Baiklah aku akan mencarinya malam ini, bila aku tidak punya banyak waktu maka aku tidak akan menyesalinya lagi seperti dulu.

Hujan salju ternyata masih saja belum berhenti, uh dingin sekali malam ini.

:: Kyu poev

Aku mengatakan hal sejujurnya pada Yongmin. Namun, hatiku merasa gelisah saat dia berjalan meninggalkanku.

“Bagaimana keadaanmu Tuan? Apa sudah diminum obatnya?”

“Ne..”

“Kalau begitu saya periksa sebentar ya Tuan.”

Aku berbaring dan mengikuti semua kata suster.

“Oh, nona Min ah kok nggak ada? Apa dia pulang?”

“Ne.”

“Nona Min ah, dia gadis dan teman yang baik bukan Tuan?”

“Ha?”

“Tuan, mana mungkin Anda tidak menyadarinya? Dia yang membawa Anda dan kekasih Anda ke rumah sakit walau pun dia sendiri mengalami luka yang sangat parah. Dia berjanji pada kekasih Anda untuk selalu menjaga Anda. Selama tiga bulan lebih ini, dia satu-satunya orang yang selalu menjaga Anda dan selalu memaksa untuk menginap di rumah sakit. Karena hal itu, dia mengacuhkan kesehatannya sendiri. Luka dalam yang dideritanya itu sudah sangat parah namun dia tidak mau dirawat. Dia berjanji mau dirawat kalau Tuan sudah siuman tapi sampai sekarang dia belum juga mau dirawat. Oh maaf Tuan bila aku kebanyakan cerita.”

Apa yang aku dengar saat ini, membuatku menyesal mengatakan semua itu.

“Oh ya Tuan, aku menemukan buku ini. Aku rasa ini milik Nona Min ah, namun aku belum sempat mengembalikannya. Aku titipkan ke Tuan saja ya. Saya permisi.”

Sebuah buku Diary. Ragu saat aku mulai membuka buku itu. Aku bolak-balik halaman demi halaman sampai aku temukan tulisan tentang ku.

Hari ini, Kyu yah menembak Yo Ra yah. Ada sedikit sesal di hatiku. Andai aku berani jujur pada Kyu tentang perasaanku padanya mungkin semua tidak akan berakhir seperti ini.

Dan aku temukan tulisan lain

Melihat Kyu yah dan Yo Ra yah begitu mesra, dadaku terasa sesak. Kau tahu, begitu sesak. Semua yang aku lakukan untuk Kyu yah, di mata Kyu yah adalah suatu hal yang hebat yang dilakukan oleh Yo Ra. Kesalah pahaman yang membuat mereka dekat.

Ingin aku berteriak bahwa semua itu aku yang melakukannya, membuatkan kotak makan siang, , menemukan benda kesayanganmu yang hilang. Itu semua aku yang melakukannya.

Tidak, ini hanya akan menyakiti hatimu Kyu yah. Cukup satu orang yang tersakiti dan sekaligus bahagia melihatmu nyaman bersama orang yang kau cintai.

Dan sebuah tulisan penyesalan

Mimpi buruk itu, membangunkan tidurku. Kecelakaan yang merenggut sahabatku dan membuat Kyu yah koma. Kesalahan yang tak termaafkan. Dan aku menyesalinya. Aku berjanji akan menjaga Kyu yah seperti janjiku padamu Yo Ra yah. Mungkin itu satu-satunya alasan aku tetap bertahan hidup.

Tidak seharusnya aku mengatakan semua itu, kenapa aku begitu bodoh? Dia mencintaiku lebih dulu sebelum aku mengenal Yo Ra.

Luka hati nya yang melihatku bahagia bersama orang yang aku cintai, itu semua sudah cukup.

Aku mencoba menghubungi ponselnya, namun yang aku dengar bukan suaranya.

“Yongmin ah?”

“Oh, bukan ini Umma nya Min ah. Dia baru saja pergi katanya ingin mencari benda yang hilang di suatu tempat dan ponselnya ketinggalan di rumah. Apa ada pesan?”

“Ani, kalau begitu aku tutup telfonnya.”

Mencari sesuatu yang hilang? Apa dia akan mencari liontin milik Yo Ra di gunung? Tapi sekarang sedang hujan salju.

:: end poev

Huh, kenapa rasanya dadaku sesak? Aku belum menemukannya, aku tidak mungkin pulang.

Tertatih-tatih dan melangkah dengan sangat berat. Dari kejauhan aku melihat kilauan. Aku yakin itu pasti liontin yang dimaksud. Saat aku mampu meraih liontin itu, badanku terasa kaku dan nafasku tersengal. Sampai akhirnya semua menjadi gelap gulita.

Dalam kegelapan itu, perlahan muncul cahaya yang menyilaukan dan di sana Yo Ra melambaikan tangannya ke arahku.

“Ikutlah bersamaku.”

“Ne, aku sangat merindukanmu Yo Ra yah.” Aku mampu menggapai tangannya.

:: Kyu poev

“Andwe…andwe, Min ah aku mohon bangun. Mianhae so, aku mengacuhkanmu dan perasaanmu padaku.”

Di genggaman tangannya, aku temukan liontin milik Yo Ra.

“Tuan, nona Min ah tidak bisa terselamatkan lagi.”

:: end poev

Aku bahagia, bisa melakukan semua ini untukmu Kyu. Aku sudah menepati janjiku untuk tidak muncul dihadapanmu lagi dan bahkan selamanya.

:: Kyu poev

Untuk kedua kalinya aku kehilangan orang yang aku cintai, karena aku terlambat memahami cinta nya.

:: end poev

 

The End ^_^

13 comments on “(Fanfict) Kyuhyun: Mianhae, Saranghae

    • ada kok s’malem gw baca cuma alur cerita’a bikin gw ill feel masa Vic Umma jadi psikopat saking cinta’a ama Kyupa ampe cewe yg lagi deket ama Kyupa d’bunuh ckckckckckckckckcckkckckck

  • Jujur ya chingu, critanya sih nyentuh, tapi aku bingung, siapa yg pengen jadi salju? Lalu kenapa? Sedikit penasaran.. Atau akunya yg kurang jelas, hehehe

    Akhirnya rada kurang dpt feel sedih, terlalu kecepatan.

    Sekian dari saya.. Dan gomawo critanya..

  • ceritanya udah bagus kok chingu, cuma tambahin feelnya aja, soalnya agak kurang dapet pas klimaksnya.. ^_^

    Keep writing…. ^_~

  • wow akhirnya keluar juga ni ff adek gw
    dtingkatin supaya feelnya kena trus klo bisa eunhyuknya diikutin atau klo gak bkinin fanfic om e.r.i.c my african couple hoho

  • wow akhirnya keluar juga ni ff adek gw ,dtingkatin supaya feelnya kena trus klo bisa eunhyuknya diikutin atau klo gak bkinin fanfic om e.r.i.c my african couple hoho

  • Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

    Foto Google

    You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

    Connecting to %s

    %d blogger menyukai ini: