(FanFict) I Wanna Be Sweet with you

Published 26/06/2012 by askarein

Tittle: I Wanna Be Sweet with you…

Author: Zhyra.Zhic

Rating : PG+16

Pairing: Lee Tae Min (SHINee) and San Dara (2Ne1)

Other Casts : Mrs Park (OC) as Dara’s Mother, Choi Minho (SHINee)

Genre: Romance, Little bit comedy

Length : One Shot (1008 words)

Theme Song: Play Etude (Kiss Note) OST, ElectroBoys ft. Hyorin Sistar – Ma Boy 2

 Disclaimer: I don’t own Lee Tae Min and San Dara here. They belong to themselves. This story is only a fiction. So please don’t sue me.

NB : ini pernah di publish d page fb aq, tapi gada yg baca. maksud aq ngirim ff ini biar karya q banyak yg baca, karena aq punya banyak banget ff tapi ga pernah aq publish. kalo ff q yg pertama ini di publish, kedepannya aq bakal kirim lebih banyak lagi ff yg udh aq buat. tq

 A/N:Ini semua imajinasiku…^^ Biar nggak bingung aku jelasin di sini deh. Orang yang digemari ama Dara itu Minho, haha. Trus apa yang diimajinasikan dara itu sebenernya dari apa yang dia lihat di televisi ama majalah, kalo yang di majalah itu artikelnya muat berita kalo si doi hobinya motoran begitu. Nggak penting juga sih tapi biar reader nggak bingung.

“I Wanna Be Sweet with you…

Gadis dengan kacamata berframe tebal itu sudah seharian tidak beranjak dari sofa ruang tengah, kedua matanya tak lepas dari layar kaca yang menampikan acara acara menarik. Bahkan ibunya sudah berkali kali menyuruh anak gadisnya untuk melakukan aktifitas lain namun gadis itu tetap saja tak beranjak dari singgahsananya.

“Dara! Cepat mandi nak. Nggak bagus seharian terus di depan tivi, kacamatamu sudah tebal! Apa kamu ingin buta?” teriak ibunya dari halaman belakang rumah mereka.

“Sebentar Maa.. Drama kesukaan Dara masih belum habis.” Jawab Dara seraya mengerucutkan bibirnya. Kemudian ia mengambil remote tv dan menambah volume suara.

Kedua manik coklat milik dara semakin berbinar melihat seseorang yang dipujanya kembali beraksi memerankan peran seorang pemuda yang gagah dan romantis. Ia berpikir betapa asiknya memiliki seorang kekasih seperti itu. Saat ia sedang dalam bahaya tiba tiba saja datanglah pemuda yang gagah untuk menolongnya. Tanpa sadar Dara menggengam tangannya sendiri sambil tersenyum senyum.

Blitz!

“Eoh!?” Hancur sudah imajinasi Dara saat layar kaca dihadapannya padam.

“Cepat mandi!” perintah ibunya. Pelaku yang mencabut kabel televisi. Wanita paruh baya itu hanya menggeleng gelengkan kepala saat melihat putrinya berjalan dengan malas malasan menuju kamar mandi.

Dara membuka lemari pakaian kemudian mulai memilih baju. Ia mengambil dres dengan motif bunga-bunga kemudian sweater berwarna magenta serta jaket rajutan berwarna biru muda dan mengenakannya. Dara mengambil kotak kecil dari laci meja rias, membuka kemudian mencoba untuk memasang kontak lensa berwarna coklat. Cukup merepotkan karena ini adalah kali pertamanya mengenakan benda pengganti kacamata tebalnya itu.

“Perfect!” seru Dara sambil memberikan sentuhan terakhir pada rambutnya.

“Dara, Sekarang sudah jam berapa? kamu nggak kuliah nak?” ibunya mengingatkan dari balik daun pintu.

“Ya Maa.. sebentar.”

Dara mengambil beberapa buku dari meja belajar kemudian menjejalkan kedalam tas. Ia bergegas keluar dari kamar dan berlari ke halaman belakang menemui ibunya yang sibuk menyiram tanaman.

“Mamaaa… Dara berangkat kuliah dulu ya.” Dara mencium kedua pipi ibunya.

“Gitu dong putri mama, nggak nonton televisi terus terusan seharian. Hati hati ya sayang…”

Dara melangkah memasuki sebuah café di sudut jalan menuju kampusnya. Masih ada waktu sebelum jam kuliahnya dimulai, jadi ia memutuskan untuk mampir ke café yang baru saja dibuka seminggu yang lalu. Interior yang cukup menarik menyambut kedatangan Dara, beberapa waiters membungkuk melihat kedatangan pelanggan baru.

Dara memilih duduk didekat jendela lalu ia memanggil waiters dan memesan minuman dan makanan ringan.

“Caramel Milk Tea, dan Tiramisu.” Ujar Dara sekenanya. Ia jarang ke café dan ia juga tidak tahu apa yang seharusnya ia pesan. Dara hanya meniru berdasarkan apa yang ia tonton dari televisi.

“Caramel Milk Tea dan Tiramisu.” Ulang waiters itu seraya mencatat pesanan Dara. “Pesanan anda akan di hidangkan 5 menit dari sekarang..”

“Ne, terimakasih.” Jawab Dara sambil mengeluarkan majalah dari dalam tas.

Dara langsung membuka halaman tengah yang memuat artikel tentang pemuda gagah yang sangat digemari olehnya. Tak urung matanya menyipit membaca dengan hati hati setiap kata yang tercetak di sana. Imajinasinya kembali muncul. Pemuda itu datang padanya kemudian menawarkan tumpangan dengan sepeda motor sport keren berwarna hitam. Dara mengambil helm yang disodorkan kemudian memakainya. Tangan pemuda itu terulur kemudian Dara menyambutnya dan langsung menaiki motor itu. Mereka melaju dengan kencang membuat dara mau tidak mau melingkarkan tangan mungilnya ke pinggang pemuda gagah itu.

“Maaf telah menunggu lama… selamat menikmati.” Suara sopan sang waiters membuyarkan imajinasi manis Dara.

Dara menaikkan wajahnya seraya berterimakasih.

“Omo!” Dara berseru ketika ia melihat seseorang yang ada dihadapannya.

“Ne? ada yang bisa saya bantu lagi nona?” Tanya sang waiters menanggapi seruan Dara.

“Ti.. tidak, terimakasih.” Ujar Dara sedikit gugup sambil memaksakan senyum paling manis yang dimilikinya dan segera meletakkan majalahnya lalu menyesap Caramel Milk Tea yang tadi dipesan untuk menghilangkan rasa gugup.

“Ada apa.. Ehm”  Tanya Dara menyadari waiters tersebut belum beranjak dari tempatnya tadi berdiri. “Taemin-ssi?” Dara membaca name tag waiters tersebut.

Taemin langsung membungkukkan badannya mendekati Dara. Dara langsung memejamkan matanya, ia terlalu kaget dengan aksi spontan waiters itu. Jantungnya berdegup kencang, dan berbagai imajinasi muncul di dalam kepalanya. 1 detik, 2 detik, 3 detik, 5, 6, 7… Tidak ada apa apa. Dara membuka matanya, ternyata Taemin hanya mengambil majalah yang tadi dibacanya.

“Hey, bukankah ini majalah special edition tahun lalu?” Tanya Taemin antusias.

“Eoh?” Dara tidak mengerti apa yang sedang dibicarakan.

“Ah, maaf.. Selamat menikmati” Taemin meletakkan majalah itu dan kembali bekerja.

Dara menggelengkan kepala seraya memukul mukul kecil. ‘ Apa yang kamu pikirkan Dara!’, Lalu segera menyesap Caramel Milk Teanya.

“Omo!” Dara terkesiap melihat jam tangan mungil yang melingkar di tangannya.

Ia segera memasukkan majalahnya kedalam tas dan berlari meninggalkan cafe itu. Disaat yang bersamaan seorang pemuda juga berlari dengan tergesah di sampingnya. Dara mengucek matanya seakan tidak percaya dengan pengelihatannya. Taemin.

“Kenapa?” Tanya pemuda itu menyamakan kecepatan mereka. “Kita akan terlambat jika tidak bergegas. Aish jinjja!” Taemin menarik tangan Dara.

“Gyaakh!” Dara melompat kegirangan dan alhasil membuatnya hampir terjatuh. Untung saja ia dapat menjaga keseimbangan.

Mereka berhasil sampai di kampus sebelum dosen pembimbing mereka datang. Dara tersenyum melihat tangannya yang mash digengam oleh taemin. Namun senyuman itu lenyap begitu pemuda itu berlari menuju Noona-nya, melepaskan gengaman tangannya begitu saja. Dara berdecak kesal kemudian berjalan malas menuju ruang kelas.

Dara hanya menghela nafas panjang melihat Taemin begitu akrab dengan Noona-nya. Tak lama Taemin masuk ke kelas yang diikuti oleh Dosen mereka.

Proses pembelajaran berlangsung lancar, semuanya tampak memperhatikan kecuali Dara. Ia terlalu sibuk memperhatikan wajah kekasihnya. Taemin menyadari bahwa ia sedang diperhatikan, ia tersenyum kecil kemudian menangkup kedua pipi Dara lalu berkata.

“Belajarlah bersikap dewasa, Dara.” Ucap Taemin lembut.

“Aku sudah dewasa, umurku 19 tahun. Kau tau itu.” Dara meniup poninya kesal.

Taemin memutar kepala Dara menghadap papan di depan. “Perhatikan saja dosen di depan.”

Nakal. Dara tetap saja tidak mengindahkan ucapan Taemin.

“Sampai kapan kau akan tetap seperti itu?”

“Seumur hidupku.” Jawab Dara mantab.

“Yang benar saja!” Nada suara terkejut, membentak sekaligus tidak percaya bercampur jadi satu.

“Memang kenapa?” Tanya Dara merasa ganjil.

“Sudah sejam lebih kamu di dalam kamar mandi, Dara!” Ibunya sudah mulai tidak sabar menunggu di depan pintu kamar mandi.

“Eoh?”

“Cepat keluar, nak!”

“Ia, mama…” Jawab Dara dengan lesu, menyadari apa yang barusan terjadi hanya imajinasinya saja.  Ia kembali terhempas kedalam kehidupan nyata.

-end-

2 comments on “(FanFict) I Wanna Be Sweet with you

  • couple di sini unik, jarang ada yg buat couple dara sm taemin, (biasanya sm gd TT)
    tapi kalo itu bukan khayalannya si dara pasti lebih seru lagi ^^

  • Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

    Foto Google

    You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

    Connecting to %s

    %d blogger menyukai ini: