(Fan Fict) Silence – One Shoot

Published 17/06/2012 by kimtae

Silence

Author : nyit2

Genre   : Friendship

Rating   : G

Lenght  : Ficlet

Cast      :

  • Choi Minho
  • Han Ji Eun

 

_________

“Annyeong haseyo, Choi Minho imnida. Bangapseumnida,” namja itu sedikit menundukkan badannya di depan seorang gadis penjaga toko bunga.

Senyum mengembang dari bibir gadis itu, ditundukkan kepalanya untuk memberi hormat kembali.

“Siapa namamu?. Kau belum menyebutkannya.”

Jemari gadis itu bergerak menyentuh papan kecil yang tersemat di bagian kanan dadanya. Minho dapat membaca dengan jelas nama yang tertera di sana Han Ji Eun.

“Senang bisa berkenalan denganmu, Ji Eun-ah. Terima kasih untuk bantuanmu selama ini, bunga-bunga yang kau pilihkan sangat disukai kekasihku. Aku tidak pernah menyesal membeli bunga di sini.”

Ji Eun membulatkan matanya saat mendengar penuturan Minho. Tanpa sadar gadis itu bertepuk tangan seolah ikut merasakan kebahagiaan yang dirasakan Minho.

“Aigoo, ternyata kau orang yang sangat menyenangkan. Ji Eun-ah, mulai sekarang kita berteman!”

Minho mengulurkan tangannya kepada gadis itu sebagai simbol pertemanan mereka. Gadis itu sedikit menatap ragu pada uluran tangan di depannya. Ada sedikit ketakutan yang menelusup ke dalam benaknya, tapi tak mungkin baginya untuk menolak sebuah pertemanan. Dengan sedikit gugup, gadis itu menerima uluran tangan dari Minho.

Di bawah sinar senja, telah tercipta pertemanan baru yang berawal dari bunga.

_____

“Ji Eun –ah, hari ini aku ingin melamar kekasihku. Emm.. kira-kira bunga apa yang bisa menambah kesan romantis?”

Ji Eun menghentikan kegiatan merangakai mawar putih. Ia berbalik menghadap Minho yang terus mengekorinya sejak tadi. Tangannya terulur mengambil sebuah buku kecil di atas meja tempat Ia merangakai bunga.

Mawar putih!

“Kenapa harus mawar putih?. Bukankah sudah terlalu biasa memberikan bunga mawar.”

Gadis itu menghembuskan nafasnya perlahan, rasanya sedikit kesal saat harus memberi saran pada pelanggan yang sangat cerewet seperti Minho. Tangan gadis itu kembali menggoreskan kata di buku kecil miliknya.

Karena putih itu suci. Warna putih melambangkan betapa suci hubungan yang kau tawarkan kepada kekasihmu.

Minho mengerutkan keningnya saat membaca tulisan  Ji Eun. Namja itu menarik buku kecil dari genggaman tangan Ji Eun.

“Hmm..baiklah. Seperti biasanya, aku akan mengikuti saranmu. Tolong rangkaikan mawar putih menjadi sebuah buket bunga yang cantik.”

Ji Eun mengacungkan jempolnya untuk Minho. Ia hendak melangkah untuk mengambil persediaan bunga mawar putih yang akan dirangkai, tapi tangan Minho menahannya untuk tetap berdiri di tempatnya.

Gadis itu mengerjapkan matanya sekaligus menatap bingung namja di depannya.

“Kenapa kau tidak pernah berbicara padaku?. Aku tidak pernah mendengarmu mengeluarkan sepatah katapun sejak pertama kali kita bertemu.”

Ji Eun tersenyum getir mendengar pertanyaan Minho. Pertanyaan yang selalu menjadi momok menakutkan untuknya. Diletakannya buku kecil miliknya di atas meja, sepertinya namja itu sudah patut mengetahui keadaannya yang sebenarnya. Tangan gadis itu sedikit gemetar saat mulai membuat gerakan bahasa isyarat.

“Aa…a.k…bi…” Ia membuat gerakan menutup rapat di sekitar bibir dengan kedua tangannya. Berusaha menunjukkan keadaan dirinya yang sebenarnya.

_____

“Minumlah!” ucap Minho sembari menyerahkan sekaleng jus kepada Ji Eun.

Saat ini mereka berada di taman kota, menikmati pemandangan matahari terbenam. Taman tidak begitu ramai jika di sore hari, hanya beberapa orang terlihat berlalu lalang di sekitar mereka.

Gadis itu belum mau membuka jus pemberian Minho. Tangannya menggengam erat kaleng tersebut, berusaha menyalurkan rasa takut yang menderanya.

“Maaf.. aku sama sekali tidak bermaksud menyinggung perasaanmu. Aku benar-benar tidak tahu kalau kau itu…..”

“Istimewa..” lanjut Minho lirih.

Namja itu sedikit terkejut saat melihat buku kecil milik Ji Eun sudah berada di depan wajahnya. Matanya meneliti setiap kata yang tergores.

Aku yang seharusnya minta maaf. Aku terlalu takut jika kau mengetahui keadaanku yang sebenarnya.

“Kenapa?”

Gadis itu kembali menuliskan jawabannya pada buku kecil miliknya, tangannya bergerak cepat menuliskan setiap kata yang selalu memenuhi benaknya selama ini.

Apa kau tidak malu berteman denganku?

“Kenapa harus malu?. Aku justru merasa senang sekali bisa memiliki teman sepertimu.”

Tapi… aku cacat.

Minho merebut pulpen dan buku kecil milik Ji Eun. Namja itu ikut menulis di atas buku kecil.

 

Aku mengenalmu sebagai Han Ji Eun yang baik hati, ceria dan selalu siap menolongku. Apapun kondisimu, tidak akan pernah merubah pandanganku. Aku berteman denganmu bukan karena penampilan atau fisikmu, tapi karena aku merasa nyaman berada di dekatmu. Tetaplah menjadi Han Ji Eun yang kukenal!

Han Ji Eun & Choi Minho — best friend forever

 

Sekali lagi di bawah sinar senja, kedua orang ini mengaitkan jari kelingking masing-masing sebagai bentuk pengikat pertemanan mereka yang telah berhasil naik menjadi sahabat.

 

THE END

By :nyit2

8 comments on “(Fan Fict) Silence – One Shoot

  • Wah,, akhirnya di publish juga ficlet saya >/< . Terima kasih banyak buat author kimtae *hug. Aduh masih abal bngt punya saya.. Oh iya, nanti jangan kaget yah kalau pendek sekali ceritanya, soalnya q memang buat dalam bentuk ficlet bukan one shot..kkk..

    Sampai sejauh ini sebagian besar reader yang baca pasti pada mikir kl minho n ji eun bakalan jadian,,, saya nggak akan bosan buat nunjuk genre friendship d atas..kkk. intinya mah saya sedang bosan dengan genre romance waktu ngetik ficlet ini, jadi yah seperti inilah hasilnya T__T

    Sekali lagi, terima kasih untuk semua yang bersedia membaca ficlet sederhana saya^^

    with love,
    nyit2bininyatabi

  • seharus’a ntu Jus d’minum dulu baru mulai conversation antara mereka kekekekekekeekekeee btw gw kira dari temen jadi demen t’nyata salah

  • Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

    Foto Google

    You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

    Connecting to %s

    %d blogger menyukai ini: