(Fan Fict) “The Script of Love” – One Shoot

Published 16/06/2012 by kimtae

Cuman mau bilang… “Happy Reading Chingudeul”.. Maaf kalo gak bagus =3

“The Script of Love”

 

Cast :

1.       Park Mi Ah (You)

2.       Dong Youngbae

3.       Lee Seunghyun

4.       Kwon Jiyong

5.       Kang daesung

6.       Choi Seunghyun

7.       Sandara Park

 

Jatuh cinta pada orang yang buta dengan cinta itu mengerikan, lebih mengerikan daripada menaiki roller coaster atau memasuki rumah hantu. Saat kau mengisyaratkan cinta tak sedikitpun dia merasakan atau saat kau menyembulkan sinyal-sinyal, bahkan sama sekali dia tidak menangkapnya. Mungkin radar cintanya konslet. Kadang aku kesal sendiri, aku ingin meminta perhatian tapi dia malah memberikan perhatiannya kepada orang lain. Aku sering menatapnya tak mengerti, kenapa ada orang seperti dia?! Dia polos, lugu atau memang bodoh?! Tak bisakah dia lihat hatiku begitu menggebu menginginkannya. Apa 24 tahun tak cukup buatnya untuk belajar bagaimana mencintai dan dicintai?! Ahhh… Youngbae oppa.

“hh” aku menghela nafas sambil melirik kearahnya

“Party, party, party” Suara seseorang mengalihkan pandanganku

Yeoja, yeoja, yeoja” Jiyong mencengkeram leher seungri

“Apa pikiranmu hanya yeoja huh?!” Youngbae berlalu melewati mereka

Aku bangkit, ingin sekali kukatakan ‘Kau yang seharusnya memikirkan yeoja, dari semua member BigBang hanya kaulah yang begitu bodoh tentang cinta’

“Yay, Mi Ah ~ya pergilah denganku” Seungri tersenyum nakal

Na.. bisakah ikut?! Aku hanya trainee” Aku melebarkan mata

“Aku yang mengajakmu, jadi pasti kau bisa ikut” Seungri menunjukan confident eyes-nya

Pabo” Aku meliriknya malas dan berjalan menuju pintu keluar

“Aku akan menjemputmu pukul 8, kau harus tampil cantik”

Aku berbalik dan tersenyum polos “ye”. Matanya melebar sedikit dan tersenyum perlahan, mungkin dia sedikit kaget aku bisa tersenyum padanya. Karena selama hampir 2 tahun aku menjadi trainee YG tak pernah sekalipun aku tersenyum tulus kepadanya. Dia makhluk yang berbahaya.

Kugeser pintu keluar sambil menatap lantai kayu , saat kuangkat kepalaku

“hah” Mataku membesar

Sosok didepanku tersenyum dan memperlihatkan betapa manisnya senyum yang membuat matanya yang kecil semakin mengecil.

“Apa kau akan tetap disitu?” | “Hah” | “Apa kau akan tetap disitu” ulang Youngbae

Aku menggeleng “Aniyo, mianhaeyo” aku membungkuk. “Gwenchana” balasnya sambil melewati tubuhku yang ruhnya ikut bersama bayangan namja itu.

“Youngbae ~ah oppa, bisakah kau yang mengajakku?” bisikku

***

Aku berdiri sendiri menunggu taxi didepan hotel setelah pesta pernikahan berakhir. Aku melihat jam, pukul 23.00 dan memendang kerikil yang ada dihadapanku.

Mongchu! Sungguh tak bertanggung jawab laki-laki itu. Dia yang mengajakku kenapa meninggalkanku sendiri saat mendapat kenalan gadis baru. Dasar laki-laki murahan” Gerutuku memegang pundak yang tak tertutup gaun purple yang kugunakan

Eonnie?! Kau disini” Saat kulihat Dara berada disampingku

Ye, mobilku berada dibengkel” Jawabnya ceria

Tiba-tiba sebuah mobil Kitcher Mercedes-benz CLS berhenti didepan kami dan keluar namja dengan taxedo hitam dihiasi senyum.

“Yay, Dara noona Mi Ah ~ya sedang apa kalian disini?” tanya Youngbae

“Kami sedang menunggu taksi, tapi tak satupun yang melintas” Dara menjawab

“hatchih… hoah udara malam ini begitu dingin” aku pura-pura memegang pundak

jjinjja?! Dara noona kau harus mengenakan ini, gaunmu sungguh minim” Youngbae melepaskan taxedonya dan mengenakannya kepundak Dara

Aku tercengang dan ternganga melihat kejadian yang berada dihadapanku itu. ‘laki-laki ini, benar-benar bermasalah dengan radarnya’.

“Sepertinya memang tidak ada taksi yang melintas, masuklah akan kuantarkan kalian pulang” pinta Youngbae

Aniyo, kau bisa mengantarkan Mi Ah ~ya saja, aku bisa menunggu taksi itu sampai datang” Dara menggeleng

Eonnie, besok kau harus perform di Inkigayo jadi kau harus cepat pulang dan istirahat” Aku tersenyum

Ne, Mi Ah ~ya benar. Kajja” Youngbae menarik tangan Dara

Saat mobil mewah itu menjauh, aku tertunduk.

Oppa! Kau mengagetkanku” kataku saat menoleh kebelakang

“Sedang apa kau disini?” tanyaku pada Jiyong

“Kau sedang apa disini?” Matanya melihat lurus kearah mobil Youngbae

“Menunggu taksi, kau?!” Aku mengikuti pandangan ekor matanya dan setelah tahu apa yang dilihatnya dengan begitu serius, ku kembali melihatnya sambil tersenyum.

“Yay, apa yang tertawakan?!” Jiyong menatapku

Aniyo” Aku tersenyum menahan sesuatu

“Jadi, inilah alasan Dara eonnie ‘menunggu taksi’” batinku tersenyum geli

“ouch” aku memegang kepala belakangku yang dipukul Jiyong

“Apa kau sudah gila tersenyum seorang diri?! Ayo kuantarkan kau pulang” Katanya berjalan didepanku

Jjinjjaro?! Jeongmal gomawoyo oppa” aku mengekornya

***

Sedari tadi aku duduk menyendiri dikantin, hanya mengaduk-aduk nasi yang berada dihadapanku. Kukeluarkan ID card dari dompet. Kulihat nama yang tertulis disana PARK MI AH dan melayangkan pemandangan kedepan tepat kearah meja yang ditempati Youngbae dan Dara.

Apa bedanya aku dengan Dara eonnie?! Margapun sama ada Park Park-nya hanya bedanya aku didepan Dara eonnie dibelakang. Tinggipun sama, ya walaupun Dara eonnie lebih tinggi 2cm. Apa aku harus meninggikan rambutku sehingga Youngbae oppa bisa menerima sinyalku dengan lancar tanpa bantuan operator?! Hah… aku sedang tidak becanda sekarang jadi jangan tertawa!

“Makanlah dengan baik”

Aku menatap TOP yang tepat berada didepanku, kusunggingkan senyum kecil dan kembali mengaduk-aduk nasi yang sudah tak lagi hangat itu.

“Mi Ah ~ya mianhae” Tiba-tiba Seungri berada tepat disamping TOP, aku menatapnya sepintas kemudian kembali mengaduk-aduk nasiku

“Mi Ah ~ya mianhae, kemarin aku tak bermaksud meninggalkanmu tapi pesona gadis itu tidak bisa dilawan” Makhluk tidak jelas didepanku berbicara dengan mimik memelas

Mwo?! Kau meninggalkan Mi Ah ~ya pantas saja dia begitu menyeramkan hari ini” TOP memasukkan nasi kemulut

Kali ini aku melirik TOP dan berbalik melihat Seungri “Gwenchana oppa, so Jalga

“Kau harus memaafkan aku baru aku akan meninggalkan tempat ini”

Mongchu! Kenapa aku harus berurusan dengan laki-laki ini?! Ye, I forgive you so go out

Jeongmal gomawoyo” Seungri menjabat tanganku | “Go Out” aku menarik tanganku | Dia tak bergerak dari tempatnya, aku menatapnya tajam | “JALGA” teriakku | Seungri membelalakkan mata kemudian pergi dengan mimik takut

Aku kembali menatap meja yang terisi dihadapanku dengan tatapan sinis.

“Yay, Makanlah dengan baik” Ulang Top

“Aku sedang tak bernafsu oppa” Kataku menatapnya

“Dengan tubuh seperti itu tak mungkin kau tak pernah tak bernafsu untuk makan” Katanya dengan tampang polos

“Yay. Kau sungguh menyebalkan oppa” Aku menatapnya sinis

“Lalu bagaimana kau pulang kemarin malam?” Tanyanya tiba-tiba

“oh, aku diantar pulang Jiyong oppa” Kumakan nasi yang sudah dingin

Tanpa kusadari, saat pernyataanku yang terakhir menyinggung Jiyong. 2 orang yang berada dimeja yang tepat dihadapanku tampak berhenti sejenak.

“Kenapa kau tak menghubungiku?! Aku bisa mengantarkanmu pulang” TOP tersenyum kearahku

“Yay. Kau sama saja dengan dongsaengmu” Aku tersenyum

TOP menjentikkan jari tanda setuju “Aniyo” katanya kemudian. Aku menatapnya heran, pantas saja dia mendapat julukan Bingu. Kenapa aku tidak jatuh cinta pada TOP oppa saja?! Yang tak pernah bisa ditebak tapi dia tahu apa yang dimaksud lawan bicaranya.

***

Kumasuki ruang fitness dan mencari alat untuk mengencangkan lenganku, bahkan selama 2 tahun latihan aku tak tahu apa nama benda itu hihihi.

Aigoo.. Youngbae oppa” Bisikku saat melihat Youngbae sedang latihan dengan alat itu

Matanya bertemu mataku saat aku berniat pergi dari tempat itu.

“Mi Ah ~ya kau ingin latihan juga?” tanyanya

Aku mengangguk “Aku ingin mengencangkan lenganku”

Ne” Youngbae menyingkir dan mempersilahkan aku duduk “posisi dudukmu salah, harusnya seperti ini” Dia merapatkan kakiku “Tanganmu juga seharusnya seperti ini” Dia membenarkan posisi pegangan tanganku | “Seperti ini?!” tanyaku | “Tidak, seperti ini” Youngbae memegang tanganku sehingga membuat wajahnya berada dekat sekali dengan wajahku, aku bahkan bisa merasakan nafasnya yang berhembus dari hidung mungilnya | “Seperti ini?!” tanyaku menggerakkan tangan membuka menutup tanpa mengalihkan pandangan dari matanya | Dia tersenyum “Iya seperti ini” tangannya tetap memegang tanganku mengikuti pergerakan alat itu, matanyapun tak lepas dari mataku. Aku berharap waktu berhenti sekarang.

“Yay hyung” teriak seseorang yang membuat kami kikuk

“oh apa aku menggangu?!” Aku menatap pemilik suara itu, uhh Daesung

Aniyo, aku sudah selesai” Youngbae tersenyum “Aku pergi” Dia meninggalkan aku dengan Daesung

Aku menatap punggungnya yang berbalut singlet putih dengan senyum yang bahkan tak bisa kuspesifikan. Namun wajah itu memenuhi seluruh penglihatanku dengan senyum lebar yang tak bermata.

“Ahh.. Apa yang kalian lakukan tadi?” Daesung berada tepat dihadapanku

Eopseoyo” Aku berdiri ingin meninggalkan Daesung

Jeongmal?!” Daesung tak percaya

Ye, kau pikir kami melakukan apa?!” Aku menatapnya

Daesung mengambil alih alat yang tadi kugunakan dan membuka menutup alat itu seperti yang tadi kulakukan. Aku berbalik dan berjalan meninggalkannya.

“Youngbae oppa.. bisakah kau yang mengajakku” guman Daesung

Hah! Sontak aku yang mendengar omongan Daesung, berbalik dan menatapnya heran dengan mulut terbuka. Bagaimana dia bisa?!. Daesung yang melihatku berbalik hanya bersiul sambil melihat kekanan dan kekiri sambil terus membuka menutup alat itu. Aku berjalan mendekatinya.

“Bagaimana kau bisa mendengarnya?” kataku mengingat omonganku kemarin

“Apa yang aku tidak tahu?!” Senyumnya

“Jangan katakan itu ke Youngbae oppa. Jebal!” Pintaku

“Ok, asal kau mentraktirku daebokki nanti malam” Senyumnya merasa menang

“Kau sungguh licik” Aku menatapnya sinis

Dia tertawa “Kenapa kau tak membiarkanku mengatakannya?! Youngbae hyung sungguh tidak peka dengan persoalan seperti ini”

Ne, aku tahu. Dia memang sangat bodoh dengan urusan seperti ini. Itulah yang membuatku menyukainya” Senyumku mengembang

“Jangan katakan padanya, jebal!” Pintaku sekali lagi, sosok Dara melintas dipikiranku. Aku tahu dia menyukai siapa dan biarkanlah perasaan ini hanya jadi milikku

Ye, sepertinya seporsi daebokki saja tidak cukup” Daesung pindah kealat lain

Aku menatapnya sinis. Orang ini benar-benar. Aku berjalan meninggalkan ruang fitness tapi sesampainya didepan pintu aku terdiam dan tersenyum, kubalikkan wajahku melihat alat itu kembali. Apakah ini adalah awal dari hubungan yang lebih baik?! Apakah aku bisa menyebutnya ‘cinta bersemi dari ruang bernama fitness?!’. Haha aku menggelengkan kepala dan pergi.

***

Yeoboseyo” Suara Daesung terdengar nyaring diseberang sana

“Dimana kau? Aku sudah direstoran daebokki” Tanyaku

“Sebentar lagi aku akan sampai. Tuutt tuutt tuuttt” Daesung memutuskan pembicaraan kami

Aku melihat layar handphone “Dasar, laki-laki ini” Gerutuku. Aku membuang nafas panjang sambil sesekali mengusap tanganku dan meletakannya dipipiku. Udara malam ini sungguh dingin. Aku terdiam, saat kurasakan sesuatu menutupi tubuhku. ‘Jacket coklat’ batinku

Aku menatapnya tak percaya. Dia. Apakah ini mimpi?! Apa yang membawanya kesini?! Bukankah Daesung oppa yang akan datang?! Kenapa… Ahhh Daesung oppa!!!!

Annyeong” Dia duduk dihadapanku dengan senyumannya yang membuat sesak dada ini

An.. Annyeong” Kataku terbata

“Bagaimana oppa bisa berada disini?” tanyaku pada Youngbae

“Oh aku sedang berjalan-jalan malam hari dan mencium aroma daebokki disini sangat menggoda, sehingga membuatku masuk dan aku melihatmu disini sedang kedinginan” katanya

“Hh.. berarti Daesung oppa tidak mengatakan apa-apa” kataku pelan

“kau sendiri saja disini atau menunggu seseorang?” | “Ne, aku menunggu Daesung oppa. Kami berjanji makan daebokki bersama malam ini” | Dia tersenyum kecil | “Waeyo?” tanyaku bingung melihat senyumnya | “Aniyo” jawabnya

Sepiring penuh daebokki memenuhi ruang penglihatan kami. Tatapan berbinarku saat melihat daebokki tak bisa kubinasakan bahkan saat bersama dia.

Moko” Perintahnya

Ne” Aku mengangguk dan berpikir agar Daesung tidak datang saja hihihi

“Aku benar-benar orang yang sangat payah” Youngbae memulai percakapan, aku menatapnya tak mengerti

“Bahkan untuk menyatakan cinta saja aku tak berani” Dia tertunduk

‘Menyatakan cinta?! Jadi’ Batinku

“Padahal dia begitu dekat. Intensitas pertemuanpun tinggi. Tapi kenapa begitu sulit?! Benar-benar payah” | Aku diam | “Saat berdua dengannyapun aku tak bisa berkata apapun, lidahku terasa kelu. Dia begitu cantik dan imut, kelakuannyapun tak terduga padahal umurnya tak lagi muda, tapi itulah yang kusuka” | Aku menahan air mata yang ingin mengalir ‘Apakah dia?’ | “Suaranya lembut dan dancenya yang aneh, ekspresinya juga tak terduga” dia tersenyum geli | Aku sungguh bertahan dari kondisi menyesakkan ini ‘Da.. Dara eonnie

Aku tertunduk dan mengatur nafasku yang mulai tersengal-sengal.

“Aku bahkan meminta bantuan Seungri ~ya untuk mendekatkanku padanya karena bertatapan langsung dengannya sudah membuatku sangat gugup. Tapi aku menyia-nyiakan kesempatan itu dan dengan bodoh meminta sahabatku untuk mengantarkannya pulang. Bahkan aku sampai membuat skenario, meminta dongsaengku berjanji dengannya padahal aku yang akan datang”

Aku angkat kepala dan menatapnya yang tengah mengaduk-aduk gelas yang berada dihadapannya. Tanda tanya besar menggantung dipikiranku sekarang.

Oppa” kataku lirih

“Saat Seungri ~ya mengajak gadis itu, aku bahkan harus keluar karena benci kepada diriku sendiri kenapa tak melakukannya sendiri tapi malah mengawasinya dari luar, apakah Seungri ~ya berhasil atau tidak?! Karena aku tahu gadis itu tidak menyukai Seungri ~ya. Saat party pun aku meminta Seungri ~ya tak mengantarkan gadis itu agar aku bisa mengantarkannya tapi nyatanya gagal, lagi-lagi karena aku terlalu takut  bahkan aku meminta Jiyongie mengantarnya pulang. Dan sekarang, keberanianku itu harus terkumpul bagaimanapun caranya, karena aku tak ingin kehilangan dia” Youngbae yang tertunduk, mengalihkan pandangnnya ke mataku

Oppa” Kali ini butiran bening itu mengalir begitu saja tanpa bisa kutahan

Ulljimarayo” Katanya cemas

Saat dia mengusap pipiku, kuraih tangannya, memegangnya erat dan meletakkan dipipi sambil terus kuluapkan air mata yang sepertinya tak bisa berhenti mengalir. Kurasakan tangannya yang lain membelai rambutku.

Mianhaeyo” Suaranya lembut

Aku menggeleng “Aniyo, semua bukan salahmu oppa. Ini benar-benar hari terbaik dalam hidupku” kataku melepaskan tangannya dan mengusap air mata yang membanjiri wajahku

“itulah mengapa kukatakan seporsi daebokki saja tidak cukup” Aku mengenali suara itu, benar saja daesung dan omo.. semua member tampak melihat kami dengan tatapan kemenangan

“beruntung Youngbae hyung tak pernah memakai credit cardnya, ayoo kita habiskan limitnya” Maknae berujar

okay okay” Sang leadahpun ikut bersengkokol

Kajja, perutku sudah tidak sabar” Hyung tertuapun berjalan memimpin kami

*END*

 

 

Gamsahamnida *bow*

By : Mia Santi Mawarni

Gimana2 bagus kan?, ayo jangan lupa komennya

bagi kalian yang mau baca FF yang lain kalian bisa baca di kategori Fan Fict 🙂

 

29 comments on “(Fan Fict) “The Script of Love” – One Shoot

  • Waow keren min,hiks hiks, kira kira siapa ya nanti yang bakal memenangkan hati young bae oppa???? Kalo aq nunggu siapa tau ada ff nya yg pemeran utamanya kwon jiyong oppa hehehhehe

  • wihsssss keren….
    ampe senyum” ndri bacax…
    gak k bayang klo dri sndiri yg brada d posisi tu….
    ╭(′▽‵)╭(′▽‵)╭(′▽‵)╯ GO!

  • aishhh~~~ makhluk apakah yang membuat ff yg begitu begitu,, begitu,, aisshhh~~~~ aku sampai tidak bisa mengatakan apa-apa. ini benar-benar ff yg bagus..

    I like this~~oh no i mean I LOVE THIS !!!

    Good Job for Mia Santi Mawarni. (y) ^^

    • aku makhluk apa chingu?! apakah aku monster juga sama kayak youngbae jadi kami bisa menikah *plakk.. hehe makasih udah lope lope ama ff-ku =3

  • kata-kata ini bikin ngakak : ” Sosok didepanku tersenyum dan memperlihatkan betapa manisnya senyum yang membuat matanya yang kecil semakin mengecil ”

    Huwaa,, matanya youngbae mengecillll…
    Wakakakkaakka!!

    • ohhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh gitu toh soale ending’a gw baca b’ulang2 tetep ngga deng btw makasih sekilas info’a hohohohohohohooo

  • Senyum-senyum sendiri bacanya kkkkkk, si youngbae emang bener2 yaa, tuh namja bikin gregetan, badan aja gede, nyali kurang ehehehe

    Dan tetep yaa, si seungri jadi mak comblang di manapun 😀

    Ah, sweet ceritanya,
    Keep writing, chingu 🙂

  • huaaaaa.. my first ff diposting duhhh senengnya tapi malu sendiri ceritanya gaje keke.. makasih ya chingu sekalian udah mau baca =3.. bener-bener appreciate banget!!! gamsahamnida =3

    btw author kimtae, perasaan gak ada cast dari suju deh tapi kok ditag ada suju-nya ya?!

  • aaaa…~ so sweet deh ceritanya. ceritanya sebenernya biasa aja, tapi dikemas dengan alur dan bahasa yg menarik. jadi senyum-senyum sendiri tau pas baca akhir-akhirnya hehehe :3 fakta-fakta yg diselipin dalam ceirta juga pas banget nih. thumb up nih buat author… 🙂

  • kyyyaaaaaaaaaaaaaaa
    ini first fanfict yg q baca…karna sebelumnya g suka fanfict.. *g da yg nanya*
    tapiiiiii saya tidak menyesal hohoho
    bagus ceritanyaaaa…….
    kerennn kereeeennn..

    sayang pemainnya kurang tuh…
    harusnya ada cast “dyna” yg pda akhirnya jadian juga ma Tabi 😀 #digampar

  • Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

    Foto Google

    You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

    Connecting to %s

    %d blogger menyukai ini: