(Fan Fict) Waiting for me, appa…. ( One Shoot- Sad Story)

Published 27/05/2012 by kimtae

Waiting for me, appa….

By : DoubleChoi / Choi_deean is VIP /@dianVinca

Cast : Cho Kyuhyun, Lee Younghyun, Appa

Supporting Cast : Lee Donghae, Choi Siwon

Length : oneshoot

Genre : family story

 

FF ini ditulis saat hati sedang rindu pada sosok tercinta nun jauh di sana, yang ku panggil bapak. Mianhae, kalau baktiku tak pernah sebanyak cintamu. FF ini juga hadiah untuk sahabatku sesama author ff ‘missdorky’ yang sangat mencintai si maknae Super Junior, Kyuhyun ^__^. Semoga bermanfaat bagi semua yang membaca.

Happy reading all,

***

If I could only see you again today, if I could do it again, if you came back again….

If you slept by my side just once more, if it happened again…

I wouldn’t want to wake up

If I could fall sleep…

(In My Dream _Super Junior)

‘appa, aku sayang pada appa…. berapa kali kalimat itu kuucapkan? Dalam kurun waktu umurku yang hampir 25? Sosok tegas itu mungkin tidak se-jelas eomma dalam menunjukkan kasih sayangnya, bahkan cenderung terlihat gengsi dan kasar. tapi jauh di lubuk hatinya, dia mengukir namaku dengan tinta emas. Appa… appa… appa… aku mencintaimu lebih dari apapun’

***

‘appa, sakit Kyu…. Pulanglah’

Kyuhyun menghentikan langkahnya, bersandar pada pohon besar di pinggir taman, membaca kalimat itu dengan seksama, memastikan tidak ada satu-pun huruf yang dia lewatkan. Sakit? Kyuhyun menelan ludah, mencerna berbagai pikiran yang berkecamuk di kepalanya, apa yang harus dilakukannya. Dia mengusap keningnya yang basah oleh keringat, lalu jarinya terarah untuk menekan tombol ‘reply’, tepat  saat itu sebuah tangan menepuk bahunya.

“Gwaenchana?? Hosshh… kenapa kau tiba-tiba berhenti lari? Kau mengaku kalah padaku? Hosshh” Younghyun, seorang yeoja manis terengah di samping Kyuhyun, keningnya dibanjiri keringat. Hari minggu yang hangat, waktu yang tepat untuk jogging.

Kyuhyun menggeleng dan segera memasukkan ponsel-nya ke dalam saku celana training yang biru yang dipakainya, dia tertawa kecil melihat Younghyun kelelahan mengejarnya.

“menyerah saja Younghyun ah, kau tidak akan bisa mengalahkanku! Lihatlah napasmu saja sudah sangat berat, aku yakin satu putaran lagi kau akan menyerah lalu merengek minta ku gendong pulang”

Mwo??!! Isshh, Cho Kyuhyun!! Aku tidak akan membiarkanmu menang lagi!”

Kyuhyun tertawa jahil melihat yeoja di depannya menggembungkan pipi tanda protes, memajukan bibirnya tanda marah, ikatan rambut ekor kudanya bergerak-gerak mengikuti arah kepalanya, Lucu sekali.

“yaa Cho Kyuhyun!! Jangan menertawakanku, isshhh menyebalkan!”

Lihatlah pipi Younghyun yang putih itu juga sudah bersemu merah, marah bercampur rasa malu, karena Kyuhyun justru amat senang melihatnya marah. Younghyun mendengus kesal lalu mencubit perut Kyuhyun, memeletkan lidahnya dan mulai berlari lagi meninggalkan Kyuhyun yang sedang tertawa.

Kyuhyun hanya tersenyum kecil melihat tunangannya itu meninggalkannya lalu dia juga mulai menggerakkan lagi kakinya, berlari kecil menyusul Younghyun. Enggan mengalah, demi mengabulkan 2 permintaan Younghyun. Sebuah taruhan yang mereka lakukan semalam, siapapun yang kalah harus mengabulkan permintaan yang menang. Kyuhyun yang senang sekali dengan sesuatu berbau games, dengan senang hati menyetujuinya.

Maka Kyuhyun semangat berlari memutari jogging track, fasilitas berkelas dari apartemen mewahnya, yang pagi ini terlihat lebih ramai daripada biasanya. Tepat setengah putaran, Kyuhyun mulai menurunkan kecepatan larinya, membuat Younghyun unggul jauh, konsentrasinya beralih pada seorang anak laki-laki yang sedang belajar naik sepeda, anak kecil yang berteriak-teriak ketakutan karena appa-nya melepaskan pegangan. Kyuhyun berhenti berlari,

Kapan moment itu terakhir kali dirasakannya? Ah anni, lebih tepatnya apa dia pernah merasakan moment itu bersama appa-nya? Rasanya dia tidak pernah se-beruntung anak kecil itu, sama sekali tidak pernah. Kyuhyun terpaku dan menggenggam saku celana-nya, mencengkram ponsel.

‘appa sakit Kyu, pulanglah…’

Pesan singkat dari Siwon hyung, pesan ke 10 sejak semalam. Kyuhyun merogoh sakunya, mungkin setidaknya dia harus membalasnya, kan?

“kyaaaaa…ahjussiiiiii,,,,awaaaassss!!!!”

‘bruukkk

Kyuhyun tidak sempat menyadari datangnya sepeda kecil itu, yang dia tahu dia sudah terjatuh di jogging track, dengan sepeda kecil itu dia atas badannya, dan anak kecil itu di sebelahnya, menangis. Kyuhyun mengurungkan niat membalas pesan, memasukkan ponsel ke dalam saku celana lalu segera bangkit dan menghampiri anak yang sedang menangis itu, menenangkan.

gwaenchana? Kau tidak apa-apa… yaa, ulljimma, seorang namja tidak boleh menangis, itu hal yang sangat memalukan, nanti tidak akan ada yeoja yang…”

‘nanti tidak akan ada yeoja yang suka padamu, Kyuhyun…’

Kyuhyun menghentikan kalimatnya, tercekat. Teringat seseorang pernah mengatakan hal itu padanya, tepat 18 tahun lalu, di taman hiburan saat dia menangis karena takut badut. Kyuhyun tertunduk, ternyata dia punya moment itu, setidaknya satu kali seumur hidupnya. Ah, itu hanya masa lalu kan? Lagipula bukan hal yang penting untuk diingat, setengah hati Kyuhyun berbisik jahat. Dia tersenyum lalu kembali menenangkan anak kecil yang menangis itu, karena ternyata lututnya terluka.

“younghae ya, gwaenchana? Mianhae, appa tadi melepaskan pegangan. Lagipula appa kan sudah berteriak agar kau menarik rem tangan”

appa… lututku berdarah… hiks”

Kyuhyun mendongak, seorang namja yang ternyata appa anak itu mendekati mereka, lalu berlutut dan menenangkan anaknya yang sedang menangis itu. Dengan sangat lembut namja itu meniup lutut anaknya, membersihkan luka dari tanah disertai kata-kata menghibur, anak yang tidak menangis akan diberikan sebuah es krim dengan porsi yang paling besar, kata-kata manis yang disambut teriakan antusias anak itu, seakan lupa kalau lututnya berdarah. Ah, anak kecil memang selalu menggemaskan, bukan?

Tapi tidak seperti Kyuhyun saat kecil, apa dia juga punya moment saat appa-nya, membersihkan luka-nya? Kyuhyun kembali terkungkung dalam memorinya, tidak menyadari kalau appa anak itu mengulurkan tangan, mengajak bersalaman.

“Lee Donghae imnida, ini anakku Younghae, mianhae tuan.. dia sedang semangat belajar naik sepeda akhir-akhir ini, tapi selalu ketakutan, makanya tadi aku melepaskan pegangan, agar dia berani. Kau baik-baik saja? Apa ada yang terluka? Kita ke klinik apartement”

“ah anni, hanya sedikit kaget saja..”

Kyuhyun tersenyum tipis dan menjabat tangan Donghae, lalu dilihatnya Donghae membantu Younghae berdiri dan menaikkan tubuh kecilnya ke atas punggungnya.

“ayo younghae, kau harus minta maaf pada ahjussi ini karena telah menabraknya. Seorang namja itu harus bertanggung jawab”

ahjussi mianhae, tadi aku tidak sengaja. Tapi aku kan sudah berteriak agar ahjussi menyingkir dari jalan, tapi ahjussi malah melamun, jadi itu kan bukan salahku, kan? Ahjussi, appaku bilang kalau seseorang yang sering melamun itu akan cepat tua. Apa ahjussi sedang bingung karena tidak bisa mengerjakan PR? Ah, aku juga sedang kesulitan mengerjakan soal matematika,.. tapi di sekolah akan ada perlombaan sepeda, jadi aku ingin belajar naik sepeda saja daripada mengerjakan soal matematika…”

Kyuhyun tertawa dan mengacak rambut Younghae yang sedang asyik bercerita, tidak peduli apakah perkataannya terlalu panjang atau tidak, tidak peduli penting atau tidak. Mirip sekali dengannya waktu kecil.

“kami pamit tuan…??”

“Cho Kyuhyun imnida, kau punya anak yang sangat pintar, Donghae ssi”

“khamsahamnida, Younghae memang cerewet untuk ukuran anak berumur 6 tahun. Kami pamit pulang dulu, istriku sedang menunggu di apartement..”

“ah ne, donghae ssi..”

Kyuhyun mengangguk, lalu diperhatikannya Donghae menggendong Younghae, dan tangan kanannya menuntun sepeda kecil itu, Kyuhyun tersenyum mendadak hatinya terasa hangat, mungkin dalam waktu 8 tahun ke depan dia akan ada di posisi itu, menjadi seorang appa.

Appa yang seperti apakah? Apa akan sangat baik dan lembut seperti Donghae? Ataukah…

Kyuhyun menoleh sebuah tangan mendekap bahunya.

“apa yang sedang kau pikirkan?”

Kyuhyun menggeleng pada Younghyun, menghela napas dan hanya diam.

“kau juga akan jadi appa yang baik untuk anakmu nanti Kyu, akan seperti itu juga, karena sejatinya seorang appa itu akan selalu…”

“kau menang Younghyun ah!! Akhirnya kau bisa mengalahkan kecepatan lariku!! Kajja, ini sudah hampir jam 9, kita harus pulang dan merayakan kemenanganmu!!”

Kyuhyun dengan cepat memotong perkataan Younghyun, atau dia akan mendapat kuliah satu jam yang menurutnya tidak penting, kuliah tentang cerita menyebalkan itu. hal yang mati-matian ditentang hatinya, semua ceramah Younghyun itu hanya cerita indah, bukan nyata.

“Kyuhyun…”

“kau mau disini sampai siang? Ya sudah, aku mau pulang duluan. Badanku rasanya gerah, ingin segera mandi pagi. Kalau kau tidak mau ikut pulang sekarang, maka perjanjian kita batal”

Kyuhyun tersenyum tipis lalu berjalan meninggalkan Younghyun, berjalan dengan tenang tanpa pernah menoleh ke belakang lagi, seperti yang dilakukannya 10 tahun lalu. Kyuhyun memasukkan tangannya ke saku celana, sekali lagi meraba ponsel-nya.

‘appa sakit Kyu… pulanglah’

Younghyun hanya menghela napas menatap punggung bidang Kyuhyun yang semakin menjauhinya, selalu seperti itu saat dia mencoba membicarakan masalah itu, Kyuhyun bukan anak nakal tapi amat sangat keras kepala. Mungkin dia harus mencoba dengan cara yang lain. Pelan Younghyun berjalan menyusul Kyuhyun, teringat pesan yang diterimanya semalam, dari Siwon.

‘tolong bawa Kyuhyun pulang,… kita tidak tahu akan berapa lama lagi waktunya’

***

“Kau!! Kenapa kau harus lahir dan menyusahkan hidupku!!!”

‘praaangg

Namja itu melemparkan botol soju yang dipegangnya ke dinding, pecah berantakan, membuat anak laki-laki di depannya merapat ke dinding, ketakutan, badannya gemetar, takut sekali.

‘braaaakkk

“aku sudah bilang berhenti melukis!! Berhenti melukis!! Apa kau tuli, Cho Kyuhyun??!! Melukis tidak akan membuatmu terkenal, tidak akan membuatmu kaya, tidak akan membuatmu banyak uang, kenapa kau malah membuatku malu dengan menjadi pelukis jalanan!! Kau memalukan!!”

Namja itu merobek satu persatu kertas kanvas yang memenuhi kamar itu, menggunakan pisau lipat yang dibawanya, membuat lukisan-lukisan bagus itu rusak, hancur. Anak yang merapat ke dinding itu hanya terpaku, melihat appa-nya menghancurkan lukisannya, bahkan lukisannya yang sangat spesial, untuk gadis kecil bernama Younghyun yang sangat di sukainya di Sekolah.

“appa… jangan, aku mohon yang itu jangan dihancurkan…”

Dengan takut anak itu maju menahan tangan appa-nya, mencegah lukisannya yang paling berharga, lukisan yeoja yang paling dicintainya melebihi Younghyun.

‘bruukk

Anak itu terjengkang ke lantai, seseorang yang dipanggilnya appa itu mendorongnya,

“sudah kubilang, aku tidak mau melihat satupun gambarnya di rumah ini!! Yeoja sialan ini!!! Yeoja yang sudah mati ini, berani mengkhianatiku demi namja kaya itu!! kau, jangan pernah mengingatnya lagi!!!”

‘sreeettt

“appa, andwae!! itu satu-satunya lukisan eomma yang aku punya, appa, kumohon jangan dibuang…appa..”

Terlambat!! Namja dewasa itu sudah menghancurkannya, tidak tersisa, jadi seratus serpihan kertas kanvas. Yang membuat anak itu berlutut di lantai, terduduk, menangis.

“kau jangan menangisi yeoja sialan itu!! kau jangan pernah menangisinya di depanku!! Dia tidak pernah pantas kau sebut eomma!!!”

“KAU YANG TIDAK PERNAH PANTAS KUSEBUT APPA!! KAU YANG MEMBIARKAN EOMMA-KU MENINGGAL!! DIMANA DIRIMU SAAT EOMMA KESAKITAN?? KAU MALAH MABUK DI BAR!! AKU MENYESAL PUNYA APPA SEPERTIMUUU!!!!”

‘bruuukkkk

Anak itu tersungkur, sebuah tangan dewasa memukul tepat di bibirnya, membuat tubuh 15 tahun-nya terjengkang.

“Dengarkan aku, Cho Kyuhyun!! Kau seharusnya bersyukur jadi anakku!! Aku sudah melakukan segalanya untukmu dan yeoja itu!! kau seharusnya berterima kasih padaku!!”

“AKU BENCI APPA! AKU BENCI PADAMU!”

Namja dewasa itu tertawa, berteriak, menangis lalu berjalan terhuyung menuju pintu, sesekali akan jatuh karena alkohol sudah mempengaruhi pikirannya, lalu tepat di pintu dia berbalik dan menatap anaknya yang sedang menangis di lantai kamar.

“kalau kau berani melukis lagi, aku akan menghancurkanmu, Cho kyuhyun!!”

‘bruukkk

***

‘bruukkk

Kyuhyun terlonjak kaget, suara benda jatuh membuyarkan lamunannya, segera dia menoleh dan melihat Younghyun sedang membawa 2 buah kardus berukuran sedang, yang satunya jatuh ke lantai karena berat.

“Tuan Cho, kau tidak mau membantuku??!”

Younghyun menggerutu kesal ke arah Kyuhyun, sudah sejak 15 menit lalu dia memanggil Kyuhyun, untuk membantunya mengangkat kardus itu. tapi namja menyebalkan itu seperti tuli hanya terdiam di sofa ruang tengah apartement, entah sedang memikirkan apa. Kyuhyun tertawa kecil lalu menghampiri Younghyun, diambilnya kardus itu dari tangan Younghyun dan membawanya ke ruang tengah.

ne, tentu saja aku akan membantumu, nyonya besar! Kau itu kan memang selalu menyusahkan hidupku”

mwo? Menyusahkan hidup?? Lalu siapa yang sebulan lalu memohon padaku agar menerima lamarannya?? Berteriak-teriak tidak tahu malu di tengah mal, membuatku salah tingkah”

Kyuhyun tertawa cekikikan dan meletakkan kardus itu di karpet, lalu memandang Younghyun dengan sedikit aneh, bertanya lewat tatapan matanya, apa ini?

jinja Cho Kyuhyun, jangan bilang kau lupa kalau 2 minggu lagi kita akan menikah, jangan lupa kalau hari ini kita akan menerima kartu undangan yang sudah selesai dicetak, jangan lupa…”

“kalau aku namja paling tampan sedunia..”

Younghyun tersipu malu, karena tepat di kata tampan, Kyuhyun mencium pipinya dengan cepat, membuat kekesalan Younghyun menguap entah ke mana, dia selalu tidak pernah bisa melawan Kyuhyun, namja yang sudah bersamanya sejak kecil itu. Lalu, Kyuhyun bersiul penuh kemenangan, dan berjongkok membuka 2 kardus itu, mengeluarkan isinya. 4000 lembar undangan yang baru selesai dicetak, Kyuhyun menatapnya senang, ini hal yang sangat ditunggunya.

“ambilkan daftar tamu yang sudah aku siapkan semalam Younghyun, kita akan menuliskannya di undangan ini, agar tamu merasa spesial dan mau datang ke pernikahan kita”

Kyuhyun berseru antusias, tangannya sudah mencari beberapa buah bolpoint di laci meja, memutuskan menulis sendiri nama tamunya di kertas undangan. Younghyun tersenyum lalu mengambil kertas yang tergeletak di atas meja, dan ikut duduk di karpet bersama Kyuhyun. Tak lama keduanya sudah asyik menulis nama-nama itu di undangan, dengan antusias. Sesekali bercanda karena Kyuhyun selalu jahil mencoret tangan Younghyun dengan tinta.

“Kyu, kau kan kalah jogging dariku, kau masih ingat perjanjian kita kan? Kau bilang gamer sejati itu tidak akan melupakan pertaruhan”

“ne, nyonya besar… kau mau apa? Kau mau aku jadi suamimu? Itu akan segera kulaksanakan detik ini juga..”

‘pletaaakk

“isshh younghyun, itu sakit, kau mau calon suamimu ini jadi babo?” Kyuhyun meringis mengusap kepalanya yang baru saja dipukul Younghyun.

“yaaa, tidak bisakah kau serius sedikit saja!! Kalau terus seperti ini aku tidak mau menikah denganmu”

“aku kan hanya bercanda!! Ne, katakan apa yang kau mau dariku…”

Younghyun tersenyum penuh kemenangan, dia tahu Kyuhyun akan melakukan apapun yang dia minta, selama itu mungkin, karena Kyuhyun terlalu mencintainya. Younghyun memegang tangan Kyuhyun, tangan kirinya, membuat Kyuhyun meletakkan bolpoint dan menatapnya.

“aku ingin kau menulis dengan tangan ini lagi, Kyu… aku ingin kau mencobanya, sekali saja. Ottae?”

Younghyun tersenyum tenang yang justru disambut dengan wajah Kyuhyun yang berubah sendu, gelap, dua matanya terlihat menakutkan, ah bukan menakutkan tapi menyedihkan. Kyuhyun melepaskan tangan Younghyun dan kembali memegang bolpoint dengan tangan kanannya.

“oh ya Younghyun, kita harus menambah satu orang lagi di daftar undangan, namja yang kita temui tadi, Donghae dan putranya yang cerewet itu, Younghae…”

“sampai kapan… kau akan mengingkari kenyataan kalau kau itu kidal, Kyuhyun”

Kyuhyun menoleh, menatap Younghyun dengan tatapan tidak suka, sejak kapan yeoja itu menjadi sangat menyebalkan. Dua mata Kyuhyun berkilat, kali ini dia tidak suka dengan permintaan Younghyun, apalagi berniat untuk mengabulkannya.

“kau tidak pernah mencobanya, tidak pernah mau terapi, kau mengingkari kenyataan Kyuhyun, kau itu…”

“mantan kidal. Aku pernah kidal!! Hanya PERNAH!! Bukan berarti aku harus kidal selamanya!!”

“Kyuhyun….”

“cukup Lee Younghyun!! Kau tahu aku tidak pernah suka membahas hal ini!! Kau lihat, aku bisa berhasil jadi seorang pengusaha hebat karena otakku pintar, bukan karena tangan kiriku yang tidak berguna ini!! Jangan memaksaku, arra?!”

“aku ingin melihatmu melukis lagi Kyu, seperti saat itu… kau sangat berbakat..kau..”

“lalu kau ingin aku ingat lagi? Mengingat hari dimana namja brengsek itu menghancurkan hidupku?? Kau mau aku ingat lagi?!”

“Kyuhyun… dia appa-mu!!”

“aku tidak punya appa!! berhenti mengungkap kehidupan masa laluku Lee Younghyun!! Kau tidak pernah berhak sekalipun kau akan jadi istriku!!”

Kyuhyun mendesis tajam, membuat Younghyun terdiam, menunduk. Lalu keduanya hanya diam, hening dengan pikiran masing-masing, hanya suara jarum jam yang terdengar. Kyuhyun menghela napas, dadanya naik turun menahan emosi, dia jarang sekali bertengkar dengan Younghyun, karena Kyuhyun menghindarinya, tidak mau membuat Younghyun sedih. Tapi kali ini dia tidak bisa menahannya, siapapun yang berani mengucapkan kata itu di depannya, akan selalu dia marahi.

Keadaan berubah canggung, setiap kali mereka bertengkar keadaan akan berubah canggung. Younghyun berdiri, tidak ada gunanya bicara dengan seorang Cho Kyuhyun yang sedang emosi, lebih baik dia membiarkan Kyuhyun sendirian.

“aku akan membuat makan siang dulu, kau lapar kan?”

Lalu Younghyun berdiri dan beranjak menuju dapur, meninggalkan Kyuhyun yang sedang tertunduk. Younghyun menatapnya iba, sungguh Younghyun tidak takut dimarahi, tidak takut dibentak Kyuhyun, tapi dia teramat takut Kyuhyun tidak bisa memafkan semuanya, berdamai dengan kejadian menyakitkan itu, karena waktunya mungkin tidak akan lama.

Younghyun menghela napas dan melangkah ke dapur, membiarkan Kyuhyun ‘sibuk’ dengan aktivitasnya.

***

Kyuhyun teramat senang hari ini, tadi di sekolah seosangnim memberitahunya kalau dia memenangkan lomba melukis itu, dan karya-nya akan ikut pameran besar di Seoul, bahkan ada kolektor yang ingin membeli lukisannya dengan mahal, tentu saja itu lukisannya yang paling spesial, lukisan yang berhasil di selesaikannya diam-diam, saat appa-nya tidak ada di rumah. Saat appa-nya sibuk berjudi atau mabuk.

Kyuhyuh bersiul riang, kebahagiannya bertambah karena gadis manis bernama Younghyun itu memuji juga memberinya se-kotak cokelat, kata orang lain itu artinya yeoja itu menyukainya. Kyuhyun tertawa sendiri membayangkan, mungkin nanti setelah kolektor membeli karya-nya, dia akan mengajak Younghyun dinner di restaurant mahal.

Kyuhyun tertawa lalu memarkirkan sepedanya di halaman rumah, dan berjalan masuk, dilihatnya pintu terbuka, appa-nya sedang ada di rumah? Biasanya kalau siang appa-nya kerja.

“appa, aku pulaang….”

Kyuhyun menemukan rumah dalam keadaan berantakan, ada beberapa botol Soju yang tergeletak di lantai, dan meja ruang tengah, bau alkohol menyengat. Kyuhyun menutup hidungnya, dan terus berjalan ke setiap ruangan, tidak sabar menemukan appa, tidak sabar ingin bercerita pada appa tentang lomba itu, mungkin appa akan merestuinya menjadi pelukis, kalau tahu dia baru saja memenangkan lomba.

“appa….”

Kyuhyun terpaku, badan remaja-nya berdiri tegap tepat di halaman belakang, matanya nanar memandang appa-nya yang sedang ‘sibuk’, sibuk membakar sesuatu, membakar Lukisan. Kenapa appa bisa menemukannya? Padahal Kyuhyun sudah menyembunyikannya sangat rapih, di bawah tempat tidurnya, sebuah lukisan teramat spesial.

Seorang anak yang sedang belajar sepeda dengan appa-nya, di taman.

Kyuhyun berteriak panik memburu lukisannya yang setengah terbakar, “andwae appa!! itu adalah lukisan masterpiece-ku, itu adalah hadiah untuk ulangtahun appa minggu depan,.. andwaaeeee… kau tidak boleh membakarnya”

Tangan Kyuhyun dicengkram kuat, lalu diseret ke dalam rumah,

“kau  benar-benar membuatku gila Cho Kyuhyun!! Kenapa kau keras kepala terus melukis? Wae? Apa uang saku dariku tidak cukup? Kenapa kau membantahku??!!!”

‘Bruukkk

Dihempaskannya tubuh Kyuhyun di atas sofa ruang tengah, Kyuhyun menangis menatap kedua mata appa-nya yang merah, karena mabuk sekaligus marah. Kyuhyun hanya bisa diam, bagaimanapun dia hanya seorang anak berumur 15tahun, yang tidak akan bisa membantah pada appa-nya sendiri. Kyuhyun memejamkan mata saat sesuatu yang panjang menyentuh badannya, rasanya, perih.

‘plaaakkk

“kau tahu apa untungnya jadi pelukis?? Kau hanya akan jadi seniman jalanan, kau akan dihina banyak orang!! Bahkan  kau akan dicampakkan oleh yeoja yang kau nikahi!! Mereka akan mencuri karyamu lalu menamakannya sebagai karya mereka!!! Kau tidak mengerti Cho Kyuhyun!!”

‘plaaaakkk

Kyuhyun mengeratkan tubuhnya di sofa, belt itu menghantam tubuhnya berkali-kali. Perih, sakit tentu saja, tapi Kyuhyun hanya meringis, berteriak minta ampun, entah setan apa yang merasuki tubuh appa-nya sekarang. Cambukan itu lalu berhenti, menyisakan Kyuhyun yang menangis dan appa-nya yang juga menangis.

“aku tidak mau kau dihina orang, Cho Kyuhyun!! Aku tidak mau kau berakhir sepertiku!! Aku tidak mau…”

“KAU JAHAT!!!”

Seakan semua pertahanan itu runtuh, Kyuhyun berdiri meski tubuhnya teramat sakit, dia tidak kuat lagi menahan semuanya. Apa yang diketahuinya beberapa minggu lalu cukup untuk mengatakan kalau appa-nya sakit jiwa.

“lupakan soal penghinaan, kau memplagiat lukisan orang lain kan?? 10 tahun lalu saat aku masih kecil, itu sebabnya kau akhirnya di penjara!! Kau memang bukan seniman, kau bukan pelukis, dank au tidak berhak bicara sesuatu tentang lukisan!! Kau bahkan tidak berhak melarangku melukis!!”

“Brengsek!! Dari mana kau belajar melawanku, anak nakal!”

‘plaaakk

Cambukan itu terasa lagi, tapi Kyuhyun kali ini tidak menangis, dia tegap berdiri, menantang appa-nya sendiri.

“kau bahkan tidak pantas kusebut appa!! tidak pernah pantas sejak kau membunuh eomma-ku!! Sejak kau menghancurkan lukisan-ku!! Kau hanya sesosok namja dewasa yang dengan terpaksa menjadi appa, kau tidak pernah benar-benar menginginkanku!! Kau hanya iri karena lukisanku lebih bagus darimu!! Kau jahaaattt!”

Kyuhyun berteriak marah, cukuplah 3 tahun ini dia jadi bulan-bulanan appa-nya, di marahi, di pukuli, bahkan dianggap anak pembawa sial, hanya karena dia suka sekali melukis, sangat menyukainya. Appa memandanginya marah, matanya berkilat menakutkan sekali, lalu tangan kekarnya sekali lagi menampar Kyuhyun, tapi Kyuhyun melawannya.

“kau anak siaalll!”

“aku akan pergi dari rumah ini, aku bisa hidup tanpamu, appa sialan!”

Kyuhyun kalap, dia berlari ke dapur lalu mengambil sebilah pisau buah, bukan… Kyuhyun tidak akan membunuh, hanya berjaga-jaga kalau appa-nya mencegah kepergiannya. Dia mengacungkan pisau itu, mengancam appa-nya, yang justru bertambah marah karena ulahnya.

“jangan mendekat, atau aku akan bunuh diri! Aku tidah tahan hidup denganmu! Kau selalu mabuk setiap hari!!”

Kyuhyun berjalan mundur menuju tangga, menuju kamarnya di atas, appa terus mengikutinya, seperti menantang apa yang bisa dilakukan anak berumur 15 tahun? Tepat saat Kyuhyun akan naik tangga, tubuh appa menerjangnya, berusaha merebut pisau itu dari tangan Kyuhyun.

“jangan berani memainkan pisau Kyuhyun, itu sangat berbahaya!”

Tentu saja, suara itu sangat bijak sekarang, tapi Kyuhyun terlanjur marah, muak dengan semuanya, maka dia mengabaikan, lebih suka menahan tangan appa-nya, berusaha mempertahankan pisau itu dari tangannya.

“lepaskan Kyuhyun!!”

Kyuhyun meronta, pisau itu berpindah tangan, tapi Kyuhyun menarik pisau itu, dia tidak mau kehilangan alat pertahanan diri, hingga keduanya kembali bergumul di bawah tangga, dan tanpa sadar

‘sreeettt

“Aaaaaaaaaahhhhhhh”

Pisau itu terlepas dengan lumuran darah, cairan kental merah yang mulai menetes dari sebuah tangan, appa terpaku menatap, Kyuhyun berteriak memegangi pergelangan tangan kiri-nya, tangan yang berlumuran darah, seseorang memutus vena-nya, bukan seseorang, tapi appa.

“Kyuhyun ah, gwaenchana?? Kyuhyun… tunggu disini,,,, appa akan mencari bantuan dulu”

Appa berlari kesetanan ke luar rumah mencari bantuan tetangga, meninggalkan Kyuhyun yang meringis di bawah tangga, dengan darah yang terus menetes banyak sekali. Kyuhyun kesakitan, sakit karena luka tangannya, sakit karena luka hatinya, juga semua yang akan merubah kehidupannya setelah ini.

***

“maafkan aku Kyuhyun, appa sama sekali tidak bermaksud melakukannya, appa hanya ingin kau membuang pisau itu. Mianhae..”

Sebuah tubuh berlutut di depan Kyuhyun, yang justru menatapnya penuh kebencian. Kyuhyun diam, semuanya jelas sudah, tidak ada lagi harapan untuk jadi pelukis, tangan kirinya menjadi lebih lemah. Dia kehilangan kemampuan tangan kidal-nya, sebuah tangan ajaib yang bisa melukis. Sekarang, masa depannya hancur, oleh appa-nya. Kyuhyun berdiri, dan berjalan meninggalkan appa-nya yang sedang berlutut.

“aku pergi!! Jangan pernah mencariku! Mulai sekarang kau tidak punya anak, dan aku tidak punya appa!! terima kasih karena kau telah membantu proses keberadaanku di dunia!!”

Perih, dua hati itu terasa perih. Appa memandang kyuhyun tidak percaya, perih karena dia menghancurkan hidup anaknya, dan Kyuhyun yang sangat terluka. Jiwa remaja-nya yang sedang berontak itu tidak bisa dihentikan lagi.

Gerimis menyambut Kyuhyun saat keluar rumah dengan tas ransel tersampir di bahunya, dia melangkah tegap tanpa pernah melihat lagi ke belakang, berjalan mencari kehidupan baru, di umurnya yang baru 15 tahun.

Dia bersumpah, tidak akan pernah pulang.

***

Gemetar…

Tangan Kyuhyun bergetar, gemetar… membuat bolpoint di tangan kirinya juga bergetar, meninggalkan garis-garis tidak teratur di kertas. Sejak itu dia melupakan kalau dia kidal, memaksa tangan kanannya bekerja ekstra.

“lakukanlah.. jangan takut, aku akan memegangnya”

Kyuhyun terdiam, ada tangan Younghyun yang sedang memegang tangan kirinya, menenangkan. Kyuhyun meletakkan bolpoint, dan menyeringai menakutkan.

“aku sudah lupa, Younghyun ah… aku lupa bagaimana caranya! Namja brengsek itu berhasil menghancurkan hidupku! Dia benar-benar membuatku melupakan impian jadi pelukis! Benar-benar namja jahat!”

anniyo, kau tidak lupa!! Kau berusaha melupakannya! Kau mengingkari kenyataan, Kyuhyun!”

Kyuhyun menatap Younghyun galak “mengingkari kenyataan? Kau lupa kalau dokter bilang aku tidak bisa lagi jadi kidal, kemampuanku tidak sama lagi, kau lupa semuanya, Lee Younghyun!!”

Kyuhyun berdiri cepat, berusaha meninggalkan Younghyun di ruang tengah, tapi Younghyun menahan langkahnya, mencengkram kuat tangan kiri Kyuhyun, membuat Kyuhyun benar-benar hanya berdiri, lalu Younghyun memeluk Kyuhyun dari belakang.

“pulang… ayo kita menemuinya, sebelum kita menikah”

Younghyun mengeratkan pelukan, menyalurkan kehangatan pada Kyuhyun.

“sampai kapan kau akan menghukumnya Kyu? Tidak cukupkah 10 tahun dia hidup dengan rasa bersalah,tidak cukupkah dia menebus kesalahannya dengan ikut menghancurkan tangan kirinya? Kau membohonginya Kyu, kidal-mu tidak benar-benar hilang, tapi kau menolak semua terapi itu. kau bersembunyi di balik peristiwa itu, seolah-olah dia bersalah…kau ingin menghukumnya dalam rasa bersalah”

“dia memang bersalah!! Dia berdosa dan harus dihukum! Kau lupa Younghyun, lupa bagaimana aku menjalani hari setelah itu. belajar menggunakan tangan kanan, bekerja, mencari beasiswa hingga sukses seperti sekarang. Kau lupa bahwa aku bisa sukses tanpanya…”

“kau juga lupa Kyuhyun… bahwa jika peristiwa itu tidak ada, kau tidak pernah tahu kalau ternyata kau lebih berbakat jadi seorang pengusaha dibandingkan pelukis…”

Hening,

diam… Kyuhyun menunduk, sibuk dengan memori-nya, teringat 3 tahun lalu saat terakhir bertemu dengan namja itu. namja yang terlihat renta itu tersenyum padanya, tapi Kyuhyun mengusirnya, enggan mengakui di depan semua kolega bisnisnya, kalau namja yang tangan kirinya putus itu adalah appa-nya.

“kau menghukumnya terlalu lama sayang… dia memang memutus nadi-mu tapi itu tidak sengaja, tapi kau membuatnya memutuskan tangannya sendiri. Tidak cukupkah itu semua? appa sakit kyu… Siwon oppa bilang, tidak lama lagi…”

Kyuhyun memejamkan mata, merasakan perih di hatinya. Kabar yang diterimanya sejak semalam dari Siwon hyung, tetangganya yang selama ini berbaik hati menemani appa-nya. Setengah hati Kyuhyun menyuruhnya pulang, tapi egois itu datang lagi, Kyuhyun menggeleng lemah.

“Setidaknya, jika kau belum bisa memaafkannya, biarkan dia melihatmu untuk terakhir kalinya. Itu tidak merugikanmu, Kyu…”

Pelukan itu terlepas dan Younghyun sudah berada di hadapan Kyuhyun, mengangkat dagu Kyuhyun dan menatap matanya.

“Kau tidak akan tahu perasaannya karena kau belum pernah menjadi seorang appa. tapi setidaknya posisikan dirimu sebagai dia, bayangkan kalau di penghujung hidupmu kau masih menyimpan beban yang teramat sangat, rasa bersalah yang tidak dimaafkan”

Kyuhyun menatap Younghyun,

“ingatlah walau sebentar, appa mengajarimu naik sepeda, appa mengantarmu ke sekolah sebelum dia kerja, appa yang mengajarkanmu kalau jadi seorang namja itu tidak boleh lemah, appa yang membuatkanmu mainan pertama, appa yang mengajarimu melukis. Tidak akan ada yang bisa menggantikan eomma Kyu, karena sejatinya kasih eomma tidak bisa terganti. Tapi appa, dia rela menukar nyawanya demi dirimu”

Tes… satu airmata Kyuhyun jatuh,

“setiap manusia tidak ada yang sempurna Kyu, jika appa pernah memutus nadi-mu, maka kau pernah membuatnya nyaris mati saat menyelamatkanmu di Sungai Han, padahal dia tidak bisa berenang. Appa pernah tidak bisa berjalan seminggu, kakinya bengkak karena menghantam tembok, saat berlari di tengah hujan menjemput dokter karena kau sakit. Sungguh, terlalu tidak adil mengatakannya jahat, padahal baktimu padanya tidak sebanding dengan apa yang dilakukannya untukmu”

Menangis, Kyuhyun sempurna menangis.

Tuhan, semua yang dikatakan Younghyun benar, bahkan Kyuhyun kecil yang sangat nakal pernah membuat appa-nya itu jatuh dari tangga karena berusaha menyelamatkannya yang akan jatuh. Kyuhyun seperti dihadapkan pada sebuah realita yang mati-matian dia tutupi, bahwa appa-nya itu berkali-kali mempertaruhkan nyawa untuknya.

Younghyun memeluk leher Kyuhyun dan mendekapnya, membiarkan Kyuhyun menangis, untuk pertama kalinya menangis karena masalah ini. Dia tahu jauh di lubuk hatinya, Kyuhyun juga teramat merindukan appa-nya, ingin merengkuh tubuh yang mulai tua itu, tapi terlalu malu dan egois.

“Dengarkan permintaanku yang kedua, Kyuhyun… aku ingin kita bertemu dengan appa-mu, sebelum semuanya terlambat. Kau mau?”

Kyuhyun diam, karena dia lebih sibuk menangis. Tapi kali ini hatinya tidak membantah Younghyun, justru dia mulai takut, bagaimana kalau dia tidak sempat pulang. Bagaimana kalau dia tidak sempat memaafkan? Ah anni, bagaimana kalau dia tidak sempat minta maaf?.

“Younghyun… aku mau pulang, sekarang. Jebal, bawa aku pulang ke rumah. Appa menungguku disana…”

Senyum

Younghyun tersenyum sambil mengangguk, akhirnya Kyuhyun mau pulang. Sebuah kata yang sudah dia tunggu sejak lama, sejak dia tahu cerita gelap itu dari appa Kyuhyun, yang selalu dia kunjungi setiap minggu tanpa sepengetahuan Kyuhyun. Younghyun melepaskan pelukan, menghapus airmata di wajah Kyuhyun, lalu menuntun namja itu keluar apartement.

Berburu waktu, atau semuanya akan terlambat.

***

Gerimis sekali lagi membingkai Seoul, Sesungguhnya suasana sangat romantis bagi dua orang yang sedang dilanda cinta, tapi Kyuhyun dan Younghyun menghadapi suasana yang jauh daripada itu. saat gerimis mulai deras, Kyuhyun sedang duduk di tepi sebuah ranjang besar, bersimpuh di samping sosok tua yang sedang terbaring lemah, dengan masker oksigen di hidungnya, dengan jarum infuse di tangan kanannya, sosok tua itu menyerah dengan radang paru-paru yang di deritanya.

Sejak tadi hanya hening menemani, sejak 30 menit kedatangan Kyuhyun, tidak ada satupun kata yang keluar, 10 tahun berpisah membuat semua berubah canggung, terlalu banyak yang ingin di ceritakan. Sedang Younghyun dan Siwon yang duduk di sofa enggan mengganggu romansa anak dan ayah itu.

“Kyuhyun ah…”

Kyuhyun mendongak, memperbaiki posisi duduknya, memperhatikan wajah appa-nya.

“apa aku bermimpi kalau itu kau? Apa aku sudah mati dan bisa melihatmu? Apa kau anakku, Cho Kyuhyun?”

Kyuhyun tercekat dan mengangguk, lidahnya kelu, tangannya kaku, walau hatinya ingim memeluk tubuh itu.

“jika itu kau, aku ingin kau dengarkan apa yang ingin kusampaikan. Tolong dengarkan, jangan pergi dulu sebelum aku bercerita…”

Appa menghela napas, matanya menerawang

“malam itu aku mabuk, sangat mabuk. Karena pemilik bar itu bilang kalau aku menang judi dan bisa menghabiskan 10 botol soju dalam 20 menit, maka aku akan dapat uang 10 juta won. Uang yang kubutuhkan untuk operasi eomma-mu, aku menang. Tapi ternyata pemilik bar itu berbohong, aku menyesal Kyu, andai aku tidak mabuk malam itu, eomma-mu mungkin bisa tertolong, kau tidak harus berlari kesana kemari mencari bantuan”

Appa….”

“walau eomma-mu pernah mengkhianatiku, tapi aku selalu mencintainya, aku selalu memaafkannya. Tapi aku malah membiarkannya mati, aku salah Kyu…maka setelah dia mati, aku frustasi dan malah sering bersikap kasar padamu, mianhae, kau harus jadi korban seorang appa yang tidak berguna…”

Suara appa menghilang di ujung kalimat, karena napasnya tercekat oleh tangis, Kyuhyun memberanikan diri memegang tangan kiri appa-nya, tangan appa-nya yang putus.

“waktu itu pelukis itu menipuku, bilang aku akan ikut pameran besar, aku begitu percaya padanya, sampai semua karya kuserahkan, tapi dia mengklaim semua lukisan itu miliknya, dan aku dituduh plagiat. Mereka menghinaku….itu sebabnya, aku tidak suka melihatmu melukis, aku tidak mau putraku nanti dihina orang lain…tapi,,”

Appa, hentikan.. aku mohon hentikan…”

“tapi aku malah memutus nadi-mu, membuat tangan kiri-mu menjadi lemah, aku menghancurkan impian putraku sendiri. Kau layak tidak memafkan appa-mu, Kyuhyun ah… “

Kyuhyun sekarang sudah menunduk, tidak membiarkan appa melihat air matanya yang menganak sungai, untuk pertama kalinya dia malu sekaligus menyesal, kenapa dia membiarkan egoisme masa remaja menguasainya, appa-nya jauh lebih menderita daripada dia.

“Sesungguhnya kau bukan anak sial, aku bangga padamu Kyu, bangga pada putraku yang sudah jadi pengusaha muda, bangga karena kau akan menikah…”

“cukup appa… berikan aku kesempatan bicara, aku minta maaf!. Seharusnya aku mengerti keadaan appa, seharusnya aku lebih memperhatikan appa, seharusnya aku mengurus appa, bukannya mengusirmu, seharusnya aku…aku… aku mencegah saat appa memutus tangan appa sendiri karena bersalah.. aku…. Minta.. maaf”

Gerimis sekarang sudah menjadi hujan kecil, terlarut syahdu menyaksikan untuk pertama kalinya Kyuhyun minta maaf, untuk pertama kalinya  Kyuhyun memeluk appa-nya yang terbaring, untuk pertama kalinya Kyuhyun menyesal.

“Sesungguhnya aku selalu datang padamu, bukan karena ingin dimaafkan, karena aku sudah gagal menjadi seorang appa kebanggaan anaknya. Tapi aku ingin mendengarmu memanggilku appa, aku merindukannya”

‘uhuukk

Appa terbatuk lagi, membuat napasnya sedikit tersenggal, Kyuhyun mendekatkan wajahnya, memegang tangan appa-nya, lalu berbisik

appa… appa… berapa banyak yang ingin appa dengar dariku? Aku akan mengucapkannya…appa

‘uhuukk

“terima kasih kau sudah jadi anakku Kyu, terima kasih kau sudah lahir dan jadi inspirasi-ku…”

appa… appa…”

“jika nanti kau menikah dengan younghyun dan punya anak, sampaikan salamku pada cucu-ku. Jangan katakan pada mereka kalau harabeoji-nya adalah orang yang tidak berguna..”

appa… terima kasih sudah jadi appa-ku, aku bangga padamu”

“Terima kasih, kau sudah pulang nak… terima kasih….”

appa… aku mencintai appa, sangat banyak…”

Kyuhyun masih berbisik di telinga appa-nya, mengucapkan kata ‘appa’ dengan sangat banyak, memangkas jarak yang terbentang selama 10 tahun. Kyuhyun memeluk appa-nya yang terbatuk lagi, Kyuhyun mencium kening appa-nya, lalu tangannya takjim. Sebuah bakti terakhir seorang anak pada appa-nya.

Saat hujan mulai merambat deras, dan suasana sore kian temaram, Kyuhyun masih membisikkan kata appa, meski dia tahu appa-nya sudah pulang. Younghyun dan Siwon hanya menghela napas berat.

***

Kyuhyun masih terduduk di halaman belakang rumah masa kecilnya, memandang langit kota Seoul yang mendung, seminggu berselang sejak kematian appa, Kyuhyun menghabiskan waktunya di rumah, membereskan banyak barang peninggalan appa-nya, yang tidak banyak berubah sejak dia pergi dari rumah dulu.

Helaan napas terdengar, Kyuhyun masih menunduk memandang pigura besar yang tertutup bungkusan hijau, bingkisan yang dia temukan di lantai atas rumahnya, bungkusan yang tertulis ‘untuk anakku, cho Kyuhyun’.

Pelan Kyuhyun membuka bungkusan itu, dengan hati-hati.

‘sreeetttt

Kyuhyun terdiam melihat isinya, dan sedetik kemudian dia sudah memeluk hadiah itu, menangis lagi.

appaaaaa…..

Tuhan, bagaimana dia tidak menangis. Andai dia tahu appa-nya sedang melukis ini, pasti dia akan memutuskan pulang lebih awal, lihatlah lukisan hadiah dari appa-nya, sebuah lukisan seorang anak yang sedang belajar naik sepeda dengan appa-nya.

Lukisan-nya yang waktu dulu dibakar appa, lukisan yang membuatnya pergi dari rumah.

‘Kyuhyun mianhae.. lukisan ini tidak pernah se-bagus buatanmu. Appa memang tidak berbakat, semoga kau bahagia. Appa sungguh menyayangimu

Gerimis dengan riangnya mulai datang, dan Kyuhyun masih mendekap penuh tangis lukisan itu, sampai sebuah pelukan menghangatkannya.

“aku sangat menyayangi appa, Younghyun… tidak adakah cara bagiku untuk menebus rasa penyesalanku”

“banyak Kyu,.. banyak yang bisa kau lakukan untuknya, kau hanya perlu memanjatkan do’a untuknya, mengirimnya do’a kebaikan setiap hari, itu bakti terakhir seorang anak untuk orangtua-nya yang sudah meninggal. Juga kau harus berusaha untuk jadi appa yang baik bagi anakmu nanti”

Kyuhyun mengangguk, memutuskan berhenti menangis karena appa-nya pernah bilang kalau seorang namja itu tidak boleh menangis. Younghyun menghapus airmata Kyuhyun, lalu membantu namja itu berdiri dan meninggalkan halaman belakang rumah. Kyuhyun masih mendekap lukisan itu sampai dia masuk ke mobil, sekarang dia memang akan pulang, menuju hidupnya yang baru, dengan restu appa.

“selamat jalan ,, appa”

***

‘Jika aku bisa mengulang waktu, maka setiap hari aku akan memeluk tubuh yang mulai tua itu, dan mengatakan kalau aku mencintainya. Appa kebanggaanku, namja yang rela memotong tangannya hanya karena ingin maaf-ku. Tuhan, kutitipkan appa padaMU, jaga dia sampai nanti aku bertemu kembali dengannya. Appa… appa.. appa, aku sungguh mencintaimu’

Bandung, 09 mei 2012,

Ku tulis di suatu Sore, saat gerimis menyapa kota-ku.

Aiiiihhhhh sedih 😦

Ceritanya bagus.. popoders jangan lupa komen yah

kalo kalian mau baca fan fic2 yang lain kalian bisa cari di kategori fan fic

BY : Choi Deean

58 comments on “(Fan Fict) Waiting for me, appa…. ( One Shoot- Sad Story)

  • Sedihhh. . .
    Daebak buat doublechoi..
    FF nya bnran bkin nangis.. (˘̩̩̩-˘̩ƪ)
    Jd ingat papa..
    Msh bnyk yg blm bs d lakukn bwt bls jasa papa selama ini.. T_T
    Terimaksh ych doublechoi..
    D tnggu lg FF terbaru nya.. ^^

  • ah akhirnya FF abal ini publish juga. so amazing karena publish di blog tempat saya main tiap hari kkkkk~~

    terima kasih untuk yang mau membaca, terlebih yang mau meninggalkan komentar 😀

    Sejujurnya lebih dari sekedar komentar, saya mengharapkan setiap yang membaca ini akan selalu mengingat sosok yang kita panggil “ayah”, “bapak”, “appa” atau yang lain. mengingat setiap jasanya lalu berusaha membalasnya dengan bakti tiada henti <<< efek author ngantuk 😀

    Sekali lagi terima kasih

    salam DoubleChoi

    • kkkk~~ ini lagi insyaf cat 😀
      lagi stuck ngelanjutin ff tabi-Yoorin yang rumit itu 😦

      eh,
      jadi kepikiran buat melanjutkan ‘hyun couple’ di sini, kangen berat sama baby Juno, dan kedua orangtuanya yang bingu -_____-” tapi ga akan ada NC-nya tentunya kkk~~

      bagaimana menurutmu? 😀

    • thanks @choi ceritanya bagus,,,, malah aku suka cerita ttg keluarga seperti ini… good job ^__^

    • @cat ; nanti deh nyari dulu ide ceritanya… kkkk~~

      @deeVIP: thanks dee unni, udah mau baca FF saya ^__^, saya kira siapapun akan selalu meneteskan airmata kalau bicara tentang orang tua. entah masih ada ataupun ynag sudah meninggal. semoga kita jadi anak terbaik bagi mereka.

      @my TOP: khamsahamnida *bow*

  • beneran ini buad nangis baca nya T.T
    sedih bgd ceritanya ..
    bagus bgd choy deean ceritanya d tggu ff berikutnya ..
    huwwwaa nangis bombayy .. >.<

  • Cho Kyuhyun yang berbeda.
    Senang bisa baca karyamu lagi~
    ah gatau mau ngomong apa, awal aku masih ngerasa kurang kerasa suasana ff nya tapi lam kelamaan ff nya makin ngena’ dan setetes air mata ngalir, aku bisa ngerasain karna aku lebih deket sama appa. Ditunggu karya selanjutnya ^^

  • TT___________TT
    baru kali aku memutuskan utk baca ff…dan hell yeah,,, membuatku menangis… gpp aku dikatakan lebay atau apa… tp krn ini cerita ttg keluarga apalagi seorang ayahh… baca cerita ini ikutan sakittt banget… karena aku jg ngerasain gimana rasa kehilangan seorang ayah… ga pernah bisa manggil nama ayah selama lebih dari 15th… hanya bisa memanggil namanya dalam do’a…meski kasih sayang ibu sangat besar dan berusaha sebaik mungkin utk mengisi kekosongan kasih sayang dari seorang ayah…rasanya ttp berbeda.. seperti yg udah diungkapkan sama penulis di awal cerita… ibu punya posisi sendiri dan ayah jg pny posisi sendiri juga… OMG… I really miss my dad so much… i wish i meet him in my dream tonight…
    thanks choi dean… ceritanya bagus banget…jd mengingatkanku utk selalu berdoa utk ayah supaya diberikan tempat terindah disisiNya..
    cerita seperti ini malah sering banget membuatku menangis ketimbang kisah percintaan yg tragis….
    sekali lagi thank u so much buat choi dean… #virtualhug ^^

    • ga lebay kok eonni, karena aku aja pas ngetiknya sambil nangis, dan walau aku yang nulis tetep aja nangis kalo baca lagi <<< nah itu lebih lebay kan 😀

      kayaknya siapapun juga akan selalu sensitif kalau urusan orangtua.. saya ikut berduka cita eonni, yang penting sekarang mari kita kirim do'a untuknya, karena itu amalan yang tidak akan pernah terputus sampai kapanpun 😀

  • DEMI APAPUN!! Aku ampe nangis bacanya, bukan nangis lagi tapi ampu senggukan! sakit..hati aku sakit bacanya! jadi inget kalo aku sering bgt berantem ma papah 😦
    i love u papah.. i love u so much..

  • Aku beneran nangis bacanya.. Sosok tegas itu mungkin
    tidak se-jelas eomma dalam
    menunjukkan kasih sayangnya,
    bahkan cenderung terlihat gengsi
    dan kasar. tapi jauh di lubuk
    hatinya, dia mengukir namaku
    dengan tinta emas. Appa… appa…
    appa… aku mencintaimu lebih dari
    apapun’ <<<<< ●︿● Jadi Kangen Papa (╥﹏╥)

  • pertama kalinya baca ff sampe selesai gini. biasanya klo baca ff nyampe tengah bahkan baru 2-3 kalimat, lngsung males lanjutin. tp brhubung liat komen-komennya blg sedih semua, jadi penasaran.

    dan, ceritanya bagus bgt. huhuuu aku beneran nangis bacanya.
    dia (kyuhyun dlm cerita) masih beruntung bisa minta maaf, liat & peluk appanya disaat-saat terakhir. sementara aku, disaat ibuku pergi, aku ga bisa liat, ga bisa meluk, meminta maaf, bahkan berterima kasih. bukan krn ga mau, tp krn keadaan, jarak, dan waktu yg ga memungkinkan T.T

    bersyukurlah buat yg ortunya masih lengkap. buat mereka bahagia, jgn pernah sia-siakan kesempatan yg ada.

  • hua nangis deh,apapun itu kalau menyangkut tntg bapak,slalu sukses bkin aku nangis.

    eh ya ampun ini trnyta author double choi to??dr dulu aq slalu ngikutin ffmu di knc,tp maap bgt jd siders,otakq ga bs komen kalo hbs baca ff nc. oya kalau mw baca ff chingu yg lain dmana ya? kan ktanya chingu mw hiatus dr knc.

    • hiyaaaa ada sider ngaku kkkkkkk~~~

      ghamsa, saya tidak menyangka ternyata popoders itu suka main kesana juga yaa 😀

      ff non NC saya ada di misskyusuieworld(.)wordpress(.)com

      di sana juga baru ada dua kok, yg oneshoot sama yang chapter, semua cast-nya tabi, kecuali oneshoot cast-nya barengan sama siwon 😀

  • Mewek tengah malem gr2 ni ff (-̩̩̩-̩̩̩_-̩̩̩-̩̩̩)-̩̩̩-̩̩̩_-̩̩̩-̩̩̩)
    Two thumbs up buat DoubleCHoi ^^
    Feel nya dapet banget, jd inget papa-mama (˘̩̩̩-˘̩ƪ)
    Umma-appa,,, mianhae 😦

  • *ngambil tissu
    Daebak banget sih, feelnya dapet, kata-katanya juga bagus banget.. Bikin terharu.. 😦

    Author keren.. 🙂

  • d’kantor pagi2 gw nangis bombay d’kira abis d’marahin Bos padahal abis baca FF wahhhhhhhhhhhhhhh nyesek dada gw sodara sodari

  • #nyusut air mata yg menganak sungai di pelupuk mata.

    Bagus banget ff nya, bener2 sedih bacanya, suka cerita kaya gini yg menginspirasi dan menyadarkan kita akan arti sesungguhnya orang tua.

    Salam kenal buat author DoubleChoi, and titip salam buat Missdorky <- sekalian nagih ff, kekeke #peace.

    • Ny.Choi… aku ijin numpang line yaa… gomawo 🙂

      Jiyaaaaaaa Onnie aku kangeeeen… tak ada kabar dari Onnie, ah mungkin aku sama littleyounghae yg ga ada kabar yaa, mianhae Onn… 🙂
      Di sana udah ga ada space buat freelance alias di tutup, makanya FF kita ga bisa nerus di sana… 😦 Onnie ada bacakah balesan kita di sana, n email yg kita kirim ke Onnie?? hiyaaaa pokonya kita kangen n ga mau putus kontak sama Onnie… semoga Onnie baca balesan aku ini *hope* 😀

  • Annyeonghaseyoo ny.Choi… 🙂 akhirnya FF-mu tayang di sini… yeee aku ikut seneng… 😀

    Seperti yg udah aku utarakan waktu itu n seperti komen2 di atas…. Ini FF jleb bgt… mengingatkan pada kasih sayang seorang ayah yang ga kalah hebat dari seorang ibu… FF ini bikin aku tergugu saat bacanya n bener2 nyadarin aku buat lebih berbakti sama kedua orang tua yang udah besarin aku hingga saat ini, Gomawo udah mengingatkan… 🙂

    Ny.Choi bener2 bisa mainin persaaan readers saat baca story ini n soal feel ga usah di tanya… ini dapeeeeeeeet bgt.. hiks sedih lagi klo inget ini FF dan sekarang pun aku mau nangis lagi, inget orang tuaku, inget semua kasih sayang beliau berikan… 😦

    Neomu gamsahae udah mention nama aku di atas, n menggunakan nama aku sebagai castnya… good n nice story… 🙂 🙂

    • kyaaaa yang punya cast akhirnya muncul 😀

      sebenarnya, Ff ini lebih ditujukan untuk diri sendiri daripada untuk orang lain. hal yang sangat sederhana, tapi ternyata dampaknya cukup besar. bahkan, samapi sekarang aku masih suka nangis kalo baca FF ini, apalagi sambil muter in my dream 😦

      jangan kapok buat aku pinjem namanya yaa, kalau aku bikin FF dengan cast si evilkyu kkkk

  • aaaaaaa…
    Fanficnya DAEBAK!!! 😀
    T O P !!!
    Sukses membuatku meneteskan banyak air mata 😦
    Di tunggu karya-karya selanjutnya 🙂

  • Annyeonghaseyo ny.choi, ikutan merusuh di ff nya boleh ?? ^^
    akhirnya tayang, chukae 😀

    Jujur nih, FF ini udh beberapa kali saya baca dan selalu nangis, cerita tentang ayah, buat jadi bahan introspeksi diri kita ttg bagaimana sikap kita ke ayah 😥

    saya termasuk ‘anak ayah’, sangat mengidolakan beliau, ayah yang menguatkan, melindungi dan selalu mengusahakan yang terbaik untuk isteri dan anak-anaknya. Ayah yang menuntut kita mandiri tapi tidak pernah melepaskan genggaman tangannya. Ayah memberi solusi terbaik saat kita ada masalah.
    Terlepas dari penulisan karya ini yang tidak diragukan lagi, karya ini menyiratkan pesan berharga, cintailah kedua orang tua, ibu segalanya lebih dari apapun, tapi ayah pun sama, tidak kurang dari itu, karena sejatinya, seorang ayah yang membuat kita hadir di dunia ini ^^ luangkan waktu untuk sejenak membantu mengurangi beban mereka, hanya dengan mendengar ceritanya setelah berkegiatan, dan mengusir lelahnya dengan senyuman bangga untuknya ^^

    oke, terlalu banyak bicara kaya’nya 😀 Saya ga akan bahas penulisan, penyampaian atau apapun, karena pesan yg ingin disampaikan begitu besar, dan ny.choi sukses menyampaikannya ^^

    Younghae say >>> immo nanti aku mau cokelat bentuk nemo, makacih ya, ada aku dan appa di sini hehe ^^ Hae sayang appa juga ^^

    OOT >>>>>>>>>>>> Nah lho, ada Jiya onnie,, Onnie, udh dijelaskan kaya’nya sm missdorky ditunggu ya ^^ Bogoshipoooo:D

    Last, Ny.choi Fighting!!^^

  • @Choi_deean is VIP take a responsibility!!!! diliatin gue nih sama temen2 kantor gara2 sesengugak padahal lagi gak ngapa-ngapain huhuhu

    jadi nambah sesengukan pas baca winamp muterin “yang terbaik bagimu” Ada band… huaaaaa galau galau galau….

    Kerennnnnnn!!!!!!!! =3

    • hiyaaaa @chibimia, saya tidak bisa tanggung jawab, salah sendiri baca di kantor kkkkkk~~ ini aku pas ngetiknya juga sambil nangis <<< curhat

      @myTOP : lagu itu juga jleb banget, tapi kalo aku suka baca sambil dengerin in my dream suu, itu lbh pas kayaknya, coz ada suara kyuhyunnya kkkk~~~ terima kasih sudah membaca

    • @myTop haha senasib kita ching :D.. ternyata beda lagi backsoundnya.. kalo gue backgroundnya itu bukan sesenggukan lagi tapi udah meraung-raung *lebay

      @choi deean jiaaahhhh dia malah ngetawain keke.. Bikin orang galau sendirinya galau wkwk… keingetan bapake yoooo

  • Aiiii. . . . Demi apa ini thor, epepny bkin ak nangs bneran ini, apalgi pas prtmuan si kyu sm appany aigoo lngsung kbur k’dapur saia biar bs mewek T^T slalu dah kalo bca epep tntg kluarga n prshbtan t btin kgak kuat bwaanny jd gmana gtu. . . . . .
    Dan udh jarang bgt saia abs bca it mewek smbil sroth2 (lbh srg brakhr ngakak kalo gk senyum2 gaje)
    Daebak lah!!!

  • Hiksheu banjir air mara bacanya (╥﹏╥)
    author doublechoi emang author favorit ku dah. Ceritanya selalu long-shot n bagus banget dalam genre apa pun..
    Trs berkarya thor ditunggu cerita lainnya, bang Tabi jg boleh *hyuncouple* #ehhsalahalamat

  • Huks Huks.. T.T
    Sedih bgt… Bagus ceritanya…
    Lee Younghyun, mau jadi wanita yg kaya gitu juga, bisa jaga org yg d sayang..

    Huaaaaaa keren keren keren!!

  • Ah, udah bolak-balik kesini 5 kali, galau beud pengen baca atau engga 😦 tapi akhirnya dibaca juga demi kakak ❤

    Ceritanya mirip sama cerita yang pernah aku baca di majalah, tapi sayangnya bukan tentang pelukis. Apa kakak juga udah pernah baca? Eh, tapitapitapi, aku ga nuduh kakak plagiat ya, cuma mainidea nya sama, tentang ayah yang sebenernya sayang sama anaknya, tapi frustasi karena ditinggal istrinya.

    T________T sedih banget, bikin keingat sama ayah aku :_( beneran rindu ({}) keinget juga kalau dulu sering melawan, sering bilang ayah jahat 😦 sekarang rasanya nyesal banget TT

    Kak, bukannya kalau siap tanda " (petik) itu harus huruf kapital ya, soalnya aku tadi nemuin lumayan banyak kesalahan pas bagian itu u,u

    Genre nya kak, harusnya "sad" yang dijudul lebih tepat banget kalau di taruh di genre aku rasa.
    Dan opening picture sedikit kurang matching dengan cerita nya :'

    Ah, baca FF ini keinget komik naruto {} tentang sayangnyakushina sama Minato ke Naruto :""
    Kapan-kapan buat yang brothersip yang kak, yang kaya Itachi dengan sasuke ❤

    dua jempol buat kakak ❤ tetap berkarya ya ^^/ Fighting

  • Aku suka bangett, sampe nangis gini :”)
    hmm…aku juga suka nulis, kalo dikumpulin udah bejibun kali *curhat*…tapi suka bingung nentuin endingnyaaa, aduhh semoga suatu saat nanti FF yg aku bikin bisa terkenal juga dehh diantara pembaca semua :”)

  • udah lama mau baca karena penasaran cos Castnya my prince evil kyukyun 🙂 tpi takut berderai air mata. klo cerita tentang orang tua atau keluarga biasanya mengharu bitu 😦
    dan ternyata bener, saya diem2 nangis T.T #jadimalu
    disaat emosi belum setabil tanpa sadar kita bisa saja bertindak sesuatu yang mungkin akan kita sesali seumur hidup. malu, gengsi dan rasa bersalah terkadang menghalangi kita untuk memperbaikinya sebelum terlambat.
    saya bangga sama karakter kyuhyun 🙂 berani melihat ke belakang dan mengakui kenyataan, dia egois, bersalah dan minta maaf. #thumbs up nggk semua orang bisa *termasuk saya 😦
    4 jempol buat author 🙂 ceritanya keren 😀

  • Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

    Foto Google

    You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

    Connecting to %s

    %d blogger menyukai ini: