(Fan Fic) Jiyong and Naru Got Married~

Published 20/07/2011 by yeppopo

Ini adalah Pemenang Juara I ffyeppopo:

Cast :

Author (Pipit) : Choi Naru

G-Dragon           : Kwon Jiyong

Figuran             :

–  Big Bang

–  Ppopo Unnie beserta rombongan (Popoders)

–  SHINee, Suju dan Artis Kpop lainnya

Ddrrtttttt, dddrtttttttttt. Handphone Naru bergetar,  ada sms masuk. Naru segera mengalihkan pandangan matanya pada layar hp yang dari tadi terus dia genggam. Sms dari kekasihnya.

“chagi, apa kau sudah sampai? Aku akan segera berangkat.”

“neee, aku sudah sampai setengah jam yang lalu.”

Saat ini Naru sedang berada disebuah toko Wedding Dress, dia akan melakukan fitting baju bersama kekasihnya untuk ia pakai di hari resepsi. Tak kurang dari sebulan lagi,tepatnya tanggal 25 Juni, Naru akan menjadi seorang istri. Istri dari seseorang yang tak biasa.

“Nona, apakah anda mau mencoba yang ini?” ucap seorang pelayan sambil memegang sebuah gaun berwarna putih.

“aahh, aniyo. Aku akan menunggunya dulu. Biar dia yang pilihkan untukku. Dia punya selera fashion yang tinggi.” Jawab Naru sambil mengedipkan matanya.

Tak lama kemudian, yang ditunggu-tunggu pun datang.

“annyeonghaseyo …” pintu toko terbuka.

“annyeong haseyo, Tuan.Adayang bisa kami bantu?” ucap  pelayan yang berdiri paling dekat dengan pintu  sambil membungkukkan badan. Namun kegaduhan terdengar ketika para pelayan yang berjumlah sekitar 5 orang didalam toko itu tersadar siapa pelanggan yang baru saja datang itu. *siapa ?? siapa???*

“ahhh Chagi, kau sudah datang. Kemarilah …” seru Naru dari salah satu pojok toko.

“aigoooo Nona, dia calon suami anda???” Tanya seorang pelayan yang setia menemani Naru berkeliling.

“Yaps !” seru Naru. Entah antara senang atau bangga yang ingin Naru tunjukkan pada pelayan itu.

“Big Bang G-Dragon?????” pelayan itu memastikan.

“ne, Kwon Jiyong adalah calon suamiku” jawab Naru sambil mencium pipi kanan Jiyong yang sudah berada tepat dimana Naru sedang berdiri sekarang.

“aah arasso. Pantas saja anda ingin Tuan Kwon yang memilihkan gaun untuk anda” seru pelayan sambil membungkukkan badannya kepada Jiyong.

“mwo? Kau ingin aku yang memilihkan?”heran Jiyong.

“neeee, aku ingin terlihat keren saat pernikahan nanti. Kaukantahu apa yang pantas untuk aku pakai.”

“aku takut kau tidak nyaman dengan yang aku pilihkan”

“aahhh, jebaaaal.” Bujuk Naru

“ya sudah, ayo kita mulai mencari”

Hampir 2 jam mereka berdua dibantu seorang pelayan mencari gaun yang cocok untuk Naru, namun nihil. Entah apa yang diinginkan Naru, semua gaun yang direkomendasikan Jiyong maupun pelayan, ditolak semua. Naru benar-benar putus asa.

“ahhhh, bagaimana ini! Padahal waktunya sudah mepet.” gerutu Naru . “ayo kita cari di toko lain.”

“mianhe chagi, aku tidak punya waktu lagi. Aku harus segera kembali ke studio” ucap Jiyong.

“ YA! Disaat seperti ini pun kau masih bisa pergi ke studio?!? Pernikahan kita tinggal beberapa minggu lagi” emosi Naru. *bakar Jiyong*

“aku tahu,Chagi. Tapi mau bagaimana lagi,huh? Aku ingin menyelesaikan semua pekerjaanku sebelum kita menikah. Bukankah kau mau bulan madu ke Eropa?” ucap Jiyong.

“terserah kau saja lah!” ketus Naru.

“ayolaaahh, jika hasil pekerjaanku bagus, YG Hyung akan memberikanku bonus dan cuti panjang. Kita bisa puas pergi liburan” bujuk Jiyong sambil memasang wajah innocent’y.

“ok ok, pergilah …” akhirnya Naru mengalah.

Jiyong segera berpamitan dan melajukan mobil putihnya *ambulans??* menuju studio. Dan Naru memutuskan untuk pergi ke Wedding Organizer.

“apakah semuanya sudah siap?”  Tanya Naru pada seorang wanita yang duduk di depannya.

“ne Nona. Seperti yang anda inginkan. Kami sudah memilih sebuah gedung dan akan mendekorasinya dengan banyak mawar putih. Kami juga sudah memesan makananIndonesiayang akan dihidangkan nanti” ucap Ny. Lee

“itu untuk hari pertamakan? Lalu bagaimana dengan hari ke-2?” Naru dan Jiyong memang sengaja membuat pesta dua hari. Hari pertama khusus untuk keluarga dan teman dekat mereka. Lalu hari kemudian, dibuka untuk tamu undangan dan media.

“untuk hari ke-2, kami memilihkan pesta kebun saja. Bagaimana?”

“kalau hujan turun? Aku rasa akhir-akhir ini cuaca tidak bisa diprediksi”

“suruh saja seluruh undangan membawa payung”

“hah? Yang benar saja??” kaget Naru.

“ha ha, aku becanda Nona. Disamping kebun, tetap kami sediakan ruangan untuk mengantisipasi kejadian seperti itu. Jangan khawatir”

“baiklah, aku harap semuanya berjalan lancar”

“oia, satu lagi nona. Anda belum menyerahkan daftar tamu undangan. Kami belum bisa mencetak undangannya”

“omona ! kenapa aku bisa lupa! Baiklah, besok akan kukirim lewat email untuk daftar tamunya.” Lalu Naru langsung berpamitan.

Naru melajukan mobilnya kearah rumah. Tak lupa Naru memberitahu Jiyong perihal daftar tamu undangan. Lebih baik lewat sms saja, pikir Naru.

“chagi, kita lupa belum membuat daftar tamu. Luangkan waktumu. Besok harus sudah siap”

Pesan terkirim, dan tak lama balasan pun tiba.

“kita? Kau saja! Aku sudah selesai membuatnya 😛 . Aku hanya mengundang YG Family. Sedangkan hari kedua, aku mengundang semua teman-teman musisiku”

“jinja?? Ahh kenapa kau tidak mengingatkanku! Apa aku juga boleh mengundang teman-temanku?”

“undanglah siapapun yang kau mau”

Setibanya dirumah, Naru langsung masuk kekamar dan mengambil secarik kertas dimeja belajarnya. Naru mulai memikirkan,  menimbang, mengukur *sekalian aja mengaudisi* siapa-siapa saja yang akan dia undang. Dia mulai menuliskan nama-nama sahabatnya, teman kuliahnya, lalu Ppopo Unnie. Dia adalah author sebuah blog favorit Naru www.yeppopo.wordpress.com . Walau hanya seorang silent reader, Naru selalu meluangkan waktunya untuk mampir ke blog itu. Naru mengidolakan unnie yang satu itu, beliau selalu memberikan update berita dari artis-artis idola Naru, terutama YG artists. Menurut Naru, blognya benar-benar nyaman. Tidak ada istilah saling bashing antara fandom didalamnya. Popoders disana mengusung perdamaian dunia  dan menghormati sesama KPopers. Ya, Popoders adalah istilah untuk pembaca setia disana.

“hemmm, sepertinya aku juga harus mengundang seluruh Popoders, merekakansudah seperti keluargaku . Kira-kira mereka mau datang tidak ya?” gumam Naru. “ah, aku rasa mereka akan datang jika tahu dengan siapa aku menikah. Bahkan jika tidak diundang sekalipun. Ha ha”

“tetapi tidak mungkin jika aku mengundang mereka dihari pertama, halaaah bisa kacau nanti. Aku takut para VIPpoders bikin rusuh pestaku ketika melihat semua member Bigbang ada disana  . Kalau begitu, aku masukkan semua Popoders untuk datang dihari kedua saja bersama Ppopo unnie.” Naru segera menambahkan Popoders kedalam listnya “Kubuat 1 undangan saja, biar irit” *irit apa pelit????*

Keesokan harinya, didalam mobil Jiyong.

“tidak apa-apa kalau Popoders benar-benar datang? Bukankah di hari kedua aku akan mengundang semua artis-artis KPop? Apa tidak akan terlihat seperti acara fanmeeting dibanding pesta pernikahan kita?” keluh Jiyong ketika melihat list tamu Naru disecarik kertas.

“yaaaa, apa kau tidak suka?” Tanya Naru.

“bukan begitu. Tgl 25 Juni nanti, kita adalah Raja dan Ratunya. Lalu coba kau bayangkan kalau Suju datang? FT.Island? SHINee? MBLAQ? Beast? Ukiss? DBSK? JYJ? 2PM?  apa reaksi Popoders??? Mereka akan lebih tertarik melihat mereka dibanding kita” ucap Jiyong dengan wajah penuh kekhawatiran

“aahh arraso. Kalau begitu, aku hapus Popoders dari listnya” *bwahaaaahha,  mianhe Popoders*  

“oia, aku punya sesuatu untukmu” Jiyong mengambil sebuah box dari kursi belakang dan menyerahkannya pada Naru.

“apa ini? Aku buka ya?”

“maaf jika kau tidak suka”

Tak lama setelah Naru membuka box itu.

“OMG ! Jiyong oppa. Ini benar2 sangat cantik !” Jiyong memberikan sebuah gaun yang dia rancang sendiri dan dijahitkan oleh seorang tailor terkenal dari Eropa. Sebenarnya hanya gaun pengantin sederhana, panjangnya hanya selutut dan ada sedikit akses bunga-bunga kecil berwarna biru. Jiyong tahu benar jika kekasihnya itu menyukai sesuatu yang simple. Dan biru dari bunga-bunga itu akan terlihat cocok dengan jas yang akan dikenakan Jiyong nanti, jas berwarna biru tua.

“kau suka?” Tanya Jiyong sambil tetap konsentrasi mengemudikan mobilnya.

“ne, sangat !” jawab Naru bersemangat sambil terus menempelken gaun itu ke badannya, membayangkan akan secantik apakah dia nanti. “gomapta, oppa!” Naru mencoba mencium pipi kiri Jiyong berkali-kali.

“Ya ! jangan membuat konsentrasiku buyar seperti ini!”

Besar harapan Naru agar pestanya nanti bisa berjalan dengan lancar, dan kehidupannya bersama Jiyong akan bahagia selamanya.

Akhirnya, hari yang ditunggu-tunggu pun tiba. Setelah melakukan ijabkabul, Jiyong dan Naru berdiri di pelaminan menemui para tamu undangan di hari pertama. Jiyong memakai stelan jas hitam dan Naru memakai kebaya berwarna emas.  Terlihat orang tua dari Jiyong dan Naru berdiri disamping kanan-kiri mereka, tak lama Tuan YG dan istrinya bersama putri kecil mereka, Yang Yujin, menjadi tamu pertama yang menyelemati mereka.

“chukkae Jiyong, aku benar-benar tidak percaya hari ini kau menikah. Rasanya seperti baru kemarin aku menemui ibumu untuk meminta kau menjadi trainee. Saat itu kau masih sebesar ini.” ucap Tuan YG sambil memposisikan tangannya dipinggang, mengingat betapa kecilnya Jiyong dulu saat pertama kali mereka bertemu.

“ya hyung ! itu sudah lama. Emmm, lalu bagaimana dengan bonusku??” Tanya Jiyong sambil mengedip-ngedipkan matanya

“aigoooo, kau masih saja ingat! Baiklah, aku berikan kau libur 1 minggu dan akomodasi ke Perancis”

“aahhh, gamsahamnida, Tuan Yang !” sambar Naru yang mendengar percakapan mereka.

“ingat, pulang darisana, kalian harus membawa calon adik untuk Yujin.” tambah Nyonya Yang.

Tak lama datang member 2NE1, SE7EN dan Park Han Byul, PSY, dan member Bigbang, lalu YG Family lainnya. Mereka menyelamati dan memberikan beberapa hadiah untuk Jiyong dan Naru.

“Hyung, aku takjub melihatmu seperti ini! Ternyata kau juga begitu tampan kalau berpakaian rapih seperti ini. Haha” ucap Daesung ketika gilirannya menyelamati Jiyong. Disusul oleh member Bigbang dan kerabat dari Jiyong-Naru.

“YA! Aku sejak dulu sudah tampan. Kau saja yang tidak tahu.”

“chukkae Jiyong, walaupun kau mendahului, it’s OK. Aku doakan semoga kalian langgeng.” giliran TOP

“bagaimana aku menunggumu yang ingin menikah diumur 40 tahun? Bisa bisa Naru pergi dengan laki-laki lain.” lirik Jiyong pada Naru.

“aaahh, kau harus segera menyusul kami, Oppa” tambah Naru.

“YA HYUNG! Sejak dari rumah, aku terus berpikir akan bagaimana penampilanmu hari ini, aku pikir kau akan memakai gayarambut seperti di MV High High. High High I’m so High … Atau mungkin kau akan mem-blonde rambutmu lagi seperti di MV Heartbreaker. Ha ha” cerocos Seungri yang sejak awal bicara selalu meng-covergaya bicara Jiyong atau melakukan sedikit tarian khas High High dan Heartbreaker. Terlihat aneh dan berhasil membuat Seungri menjadi pusat perhatian sejenak.

Seperti perkiraan awal, karena jumlah tamu yang dibatasi, resepsi berlangsung singkat. Hanya sekitar  5 jam.

“aahhh, pegal sekali.” gumam Jiyong sembari menggerak-gerakkan pinggangnya, Jiyong dan Naru berjalan menuju parkiran.

“apa kita langsung pulang kerumah kita yang baru?” Tanya Naru yang berjalan disamping Jiyong.

“aku rasa kita pulang dulu kerumah masing-masing. Rumahnya masih ada sedikit renovasi.”

“lalu itu?? Emmm …”

“itu apa?” Tanya Jiyong bingung.

“masa’ kau tidak mengerti?!?” ketus Naru sambil masuk ke dalam mobil

“aahhh, arra arra. Maksudmu malam pertama kita?” ucap Jiyong sambil tertawa pada Naru yang saat ini sudah masuk ke mobil Jiyong. Entah dia mendengar atau tidak.  Jiyong menyusul masuk ke dalam mobil “besok kita harus menemui banyak tamu, kita harus menyiapkan stamina. Kalau kita lakukan ‘itu’ malam ini, aku takut besok kita terlihat lesu.”

“ya sudah lah.” kecewa Naru

Jiyong melajukan mobilnya menuju rumah Naru dan setelahnya dia segera pulang kerumahnya sendiri untuk beristirahat.

Tanggal 26 Juni, disebuah kebun wisata.

“aku tegang sekali, chagi.” ucap Naru. Ini adalah pertama kalinya Naru akan menampakkan diri didepan khalayak umum. Ya, selama 2 tahun berpacaran dengan Jiyong, mereka selalu menyembunyikan hubungan mereka sesuai anjuran Tuan Yang dan pihak keluarga masing-masing. Mereka tidak mau hidup Naru terekspos media. Namun hari ini, mau tidak mau, pada akhirnya Naru harus merasakan konsekuensi menikah dengan seorang idol.

“tak apa. Biar aku yang menjawab semua pertanyaan dari wartawan.” Jiyong mencoba menenangkan Naru yang kini telah resmi menjadi istrinya.

Sebelum menjamu para tamu undangan, mereka terlebih dahulu menemui wartawan. Jiyong dan Naru tiba ditempat press conference yang disediakan pihak WO.

“annyeong haseyo ..” sapa Jiyong kepada seluruh wartawan yang sudah hadir dan mempersilahkan mereka duduk. Terlihat beberapa wartawan yang masih sibuk memfokuskan lensa kamera atau posisi micnya, berusaha mendapat gambar dan suara seeksklusif mungkin.

Pertanyaan pun mulai terlontar satu persatu dari media.

“Jiyong-sshi, siapakah nama istri anda? Dan bagaimana kalian bisa bertemu?

“namanya Choi Naru, dia adalah sepupu dari TOP Hyung. Kami bertemu di pesta Ulang Tahun TOP Hyung 2 tahun lalu.” Jawab Jiyong santai.

“apa pekerjaannya? Lalu berapa umurnya? Dia terlihat masih sangat muda”

“Naru 3 tahun lebih muda dariku. Dan dia masih menyelesaikan kuliahnya saat ini.”

“lalu apa alasan anda untuk menikah diumur muda?”

“aku pikir tidak ada alasan untuk menunda pernikahan kami. Aku sudah merasa yakin Naru adalah wanita yang paling tepat dan paling sempurna untukku. Tadinya kalau boleh, aku akan langsung menikahinya saat pertama kali jadian.” ucap Jiyong sambil  tersenyum manis pada Naru. Naru pun tidak bisa menyembunyikan rona merah wajahnya. Pujian Jiyong membuat Naru malu. “selama ini aku hanya menunggunya berumur 20 tahun”

“mengapa kalian sebelumnya menyembunyikan hubungan kalian? Apa ini terkait dengan isu kedekatan Naru dan SHINee Key ketika sekolah dulu?”

Jiyong dan Naru sempat kaget dengan pertanyaan itu. Entah bersumber dari mana, malam tadi beredar di internet foto Naru bersama Key dengan memakai seragam.

“biar aku jawab yang ini.”bisik Naru pada Jiyong. “aku dan Key bersahabat sejak SMA. Foto itu diambil ketika kami kelas 1. Tidak ada hubungan apapun. Kami bisa bersahabat karena aku sering membantu Key mengejar materi sekolah yang tertinggal. Hari ini pun dia akan datang di resepsi.”

Jiyong sudah tahu itu sejak pertama kali berpacaran, bahkan Jiyong dan Key pernah makan malam bersama ketika Ulang Tahun Naru. Namun Jiyong tak pernah tahu, jika Key adalah cinta pertama Naru. Cinta sepihak. Naru tidak pernah berani menyatakan perasaannya pada Key. Dia hanya memendam cintanya, sampai pada akhirnya seluruh hatinya terisi penuh oleh Jiyong sampai saat ini dan selamanya. Itulah alasan Naru berpikir bahwa dia tidak perlu menceritakannya pada Jiyong. Hanya ada Jiyong di hidupnya.

Setelah semua wartawan mendapat giliran bertanya, Jiyong dan Naru berdiri dari kursinya. Puluhan lensa kamera berkali-kali mengeluarkan blitz-nya. Jiyong – Naru terus menyunggingkan senyuman, tak lupa mereka pun memperlihatkan kemesraan mereka. Jiyong tidak pernah melepaskan genggaman tangan Naru, sesekali Jiyong mengecup Naru. Entah itu dipipi ataupun di bibir merah Naru. Gemuruh ucapan selamat dari media terdengar ketika Jiyong dan Naru berpamitan dan segera menemui para tamu undangan yang sudah berdatangan ditempat berbeda. Mereka tidak mengizinkan media memasuki area tamu undangan.

Puluhan artis-artis Kpop sudah berada di area kebun.Adayang menikmati hidangan, ada yang sekedar duduk atau mengobrol dengan sesama artis lain. Jiyong-Naru mencoba menghampiri mereka. Mulai dari para member suju yang kompak memakai stelan jas putih, lalu SHINee, 2PM, 2AM, After School, T-Ara, dll. Member Bigbang sendiri tidak datang lagi karena harus menyelesaikan rekaman album. Tak lupa Naru pun mengajak Jiyong menghampiri Ppopo Unnie yang malam itu memakai dress berwarna khas blognya, pink kombinasi ungu. Sangat cantik.

“unnie-ya, gomapta sudah meluangkan waktumu datang kesini.” ucap Naru girang.

“ah tidak apa-apa. Suatu kehormatan bagiku bisa diundang di pestamu. Chukkae Naru, chukkae Jiyong”

“emmm unnie, kalau tidak keberatan, maukan  jadikan berita pernikahanku sebagai headline di blogmu selama 1 minggu?” canda Naru

“ha ha, bisa diatur. Tenang saja asal ada pelicinnya.” iseng Ppopo unnie.

“hah?? Pelicin? DOWNY? Rapika?” Tanya Jiyong pura-pura tidak mengerti.

“yaa, babo namja! Bukan itu maksudnya.” Naru mencubit perut Jiyong. Mereka semua tertawa.

Lalu tanpa diminta, Leeteuk dan Heechul dengan sukarela menjadi MC dimalam itu. Acara pun semakin meriah ketika mereka mulai mengeluarkan lelucon-lelucon untuk menghibur para tamu undangan.

“ya hyung, sepertinya kita terlihat seperti bujangan lapuk disini.” seloroh Heechul.

“ah, kau benar sekali. Bagaimana mungkin seorang Kwon Jiyong yang lahir taun 88 bisa mendahului kita. Aku harap saat ini ada gadis yang melamarku.”

“kita doakan semoga pasangan baru ini tetap langgeng, dan aku rasa G-Dragon akan lebih banyak menciptakan lagu tentang cinta mulai saat ini. Iyakan, Jiyong??” canda Heechul sembari menunjukkan tangannya pada posisi dimana Jiyong dan Naru sedang berdiri. Jiyong yang mendengar itu pun hanya tertawa.

“mulai dari Lagu Naru You’re My Love, Naru is My Wife, My Last Love is Naru. Ha ha” sambung Leeteuk yang berhasil membuat semua tamu tertawa dan pasangan baru itu hanya bisa tersenyum malu.

“kami Super Junior akan memberikan sebuah lagu sebuah hadiah, ayo anak-anak kemarilah …” Leeteuk memerintahkan semua member Suju untuk maju kedepan. Dan mereka pun mempersembahkan lagu Marry U malam itu, disambung dengan artis-artis lain yang juga ikut menyumbangkan beberapa lagu.

Hari semakin larut, satu persatu tamu undangan mulai berpamitan. Setelah acara benar-benar selesai, Jiyong dan Naru segera bergegas pergi ke hotel terdekat. Besok mereka akan langsung pergi ke Perancis. Menikmati perjalanan yang sudah disediakan Tuan Yang.

Singkat cerita, mereka telah sampai dibandaraParis . Mereka memutuskan untuk beristirahat dulu di Hotel. Karena saat sampai disana, hari telah gelap.

“waahhhh, pemandangan disini sangat bagus!” seru Naru yang melihat pemandangan dari balkon hotel. Gedung-gedung tinggi terlihat indah dengan pancaran sinar dari lampu. Mobil-mobil yang berjalan terlihat seperti semut yang berjejer sambil membawa senter *?*

“kemarilah … Lihat ini.” ajak Jiyong ke sisi balkon lain. Kamar mereka memang memiliki dua balkon berlawanan arah. Naru menghampiri dengan wajah penasaran.

“wow! Indahnya. Itu menara Eiffelkan? Aku ingin kesana, oppa!” tunjuk Naru pada menara.

“besok kita kesana, sekarang ayo kita istirahat.” rangkul Jiyong mengajak istrinya untuk segera tidur.

Ini pertama kalinya Jiyong dan Naru tidur bersama. Saat pacaran, mereka benar-benar menjaga hubungannya agar tetap sehat , bahkan untuk ciuman bibir saja, baru mereka lakukan setelah ijabkabul. Tentu saja tidak didepan orangtua mereka.

“apa kita benar-benar akan tidur berdua disini?” Tanya polos Naru.

“ya, memangnya kenapa? Bukankah waktu itu justru kau yang tidak sabar mengajakku malam pertama, kenapa sekarang justru heran?” Jiyong mencoba memeluk tubuh istrinya dengan hati-hati. Takut istrinya masih canggung. Naru pun memposisikan tubuhnya untuk menghadap Jiyong. Membiarkan Jiyong mendekap tubuhnya lebih lekat.

“ahhh, bukannya apa-apa. Aku masih tidak percaya kalau kita bisa sedekat ini. Dulu ketika berpacaran, jangankan berpegangan tangan, bertemu saja sulit.” keluh Naru sambil memainkan jari telunjuknya didada Jiyong.

“saat ini aku milikmu seutuhnya. Hatiku, jiwaku, tubuhku hanya untukmu.” Jiyong mengecup dahi Naru, turun ke bibir. Mengecupnya lembut, Naru menyambut ciuman Jiyong dengan penuh cinta, atau nafsu? Entahlah, hanya mereka yang tahu. Jiyong menikmati setiap detik perlakuannya pada Naru. Begitupun sebaliknya.

“tunggu sebentar…” ucap Naru sambil tangannya menahan tubuh Jiyong yang kini berada diatasnya, menahan sebelum Jiyong benar-benar melakukan lebih dari sekedar ciuman.

“ada apa lagi?” tersirat sedikit kekecewaan diwajah Jiyong.

“sebaiknya kau tutup dulu semua celah dikamar ini dan matikan semua lampunya. Aku tidak mau berbagi dengan siapapun apa yang akan kita nikmati malam ini.” ucap Naru sedikit berbisik.

“ahh arraso!” Jiyong menuruti perkataan Naru, menutup semua jendela dan mematikan semua lampu.

KLIK! Gelap.

*gak gak gak kuat!//plakk! author gak pengalaman dibidang itu* lol

Keesokan harinya, Jiyong dan Naru mulai berjalan-jalan dikotafashion itu. Tak perlu ditebak, tempat apa yang mereka kunjungi pertama kali. Ya, factory outlet. Jiyong seperti benar-benar mendapatkan kesempatan emas. Tanpa banyak basa-basi, Jiyong langsung memilih barang yang menurutnya bagus. Mulai dari kaos, kemeja, topi. Naru yang melihat tingkah laku suaminya hanya bisa geleng-geleng kepala.

“apa ini tidak terlalu banyak?” Tanya Naru melihat belanjaan Jiyong di kasir.

“aniyo, aku butuh ini untuk show. Aku juga membeli beberapa untuk member Bigbang sebagai oleh-oleh. Kau sendiri, apa yang kaubeli?” Tanya Jiyong pada Naru yang tidak membawa apa-apa.

“aku bingung harus membeli baju seperti apa. Lagi pula, aku lebih menikmati melihat kau yang memilih-milih baju seperti tadi. Wajahmu begitu serius, tak kalah serius ketika kau sedang menulis lagu. Ha ha”

“benarkah? Ahh mianhe, aku seperti melupakanmu. Ayo, aku bantu mencarikan baju untukmu.”

“hemm, gwaenchana. Setelah ini giliranmu menemaniku ke toko coklat.”

Mereka berdua melanjutkan perjalanannya menuju sebuah toko coklat. Begitu banyak macam-macam coklat disana. Mulai dari yang termurah sampai yang termahal, dari yang biasa sampai yang luar biasa.

“selamat datang.” sapa pelayan itu dalam bahasa Inggris, tahu jika tamunya berasal dari luar Perancis.

“boleh aku mencicipi yang ini?” tunjuk Naru pada sebuah coklat berbentuk bintang ketika menyusuri meja yang memajang banyak coklat.

“silahkan, anda bisa mencoba semua coklat tester ini.”

Naru mengambil coklat bintang itu dan menyuapkannya pada Jiyong. Jiyong memang suka sesuatu yang berbentuk bintang.

“bagaimana? Enak?” Tanya Naru

“heemmm, enak!” jawab Jiyong sambil terus mengemut coklat itu sampai habis.

“ini adalah coklat inovasi baru, rasa bunga chamomile” tawar pelayan itu.

Lagi-lagi Naru mengambil coklat itu untuk Jiyong coba. Namun ekspresi wajah Jiyong terlihat aneh, dia berusaha keras untuk secepat mungkin menelannya.

“gwaenchana???” Naru khawatir melihat Jiyong seperti ingin muntah.

“rasanya seperti bedak!”

“benarkah?” Naru mencoba mengambil satu lagi dan memakannya. Setelah susah payah menelannya, Naru sedikit terbahak  “benar! Rasanya seperti bedak bayi!”

Akhirnya Naru membeli beberapa box coklat kualitas terbaik untuk oleh-oleh nanti. Sudah banyak tas jinjingan yang mereka bawa. Namun acara belanja tak berhenti disana, mereka sepakat untuk mampir ke toko parfum. Sesampainya di toko parfum, beberapa pelayan langsung sibuk menawari berbagai merk dan wewangian pada Jiyong dan Naru.

“aku ingin yang ini.” kata Naru ketika menemukan parfum dengan aroma yang ia sukai. Parfum didalam sebuah botol kecil berwarna biru.

“tolong bungkuskan yang ini 4.” Jiyong memilih parfum dengan bentuk botol oval. Entah seperti apa aromanya, Jiyong tidak peduli.

“apa tidak terlalu banyak untuk kaupakai sendiri?” Naru khawatir jika suaminya  menjadi lebih konsumtif saat ini. Bagaimana kalau Jiyong jatuh miskin gara-gara menghabiskan uangnya untuk belanja disini *cwe matre, ke laut aje!*

“itu untuk member Bigbang, aku malas jika harus memilih untuk masing-masing. Jadi biar adil, aku belikan parfum yang sama.”

“lalu kau? Bagaimana dengan yang ini? Aromanya segar.” Naru memilihkan 1 parfum untuk Jiyong.

“benarkah? Apa kau akan suka jika aku memakai parfum yang ini?” Jiyong mencoba sendiri parfumnya, menyemprotkan sedikit di lengan kirinya.

“ne, asal kau tidak memakai parfum ini untuk memikat wanita lain. Kalau sampai kejadian, nih !” Naru mengepalkan tangannya, mengisyaratkan dia akan menghajar Jiyong jika itu terjadi.

“ha ha, tanpa parfum pun, aku bisa memikat wanita manapun. Sialnya saja aku ditakdirkan denganmu” Jiyong memeletkan lidahnya sambil berusaha pergi keluar dari toko. “kau yang bayar semuanya, istriku tercinta!” teriak Jiyong sebelum dirinya benar-benar keluar dari toko.

“Suami macam apa kau itu?ckckckck”gumam Naru. Menahan agar dirinya tidak berteriak di dalam toko.

Setelah lelah berbelanja dan makan siang di sebuah restoran, mereka kembali ke hotel untuk menyimpan semua belanjaan mereka. Malam nanti mereka akan pergi ke Menara Eiffel.

“aku mandi dulu.Adajus dimeja samping kasur.” ucap Naru sambil masuk ke kamar mandi.

“hemmm, gomawo.” jawab Jiyong yang sedang berbaring.

Jiyong memejamkan matanya, mencoba mengingat-ingat bagaimana dulu dia jatuh cinta pada Naru. Di suatu sore 3 tahun yang lalu, Jiyong melihat Naru disebuah staiun kereta bawah tanah. Entah pelet apa yang dipakai Naru, hanya dalam pandangan pertama, Naru mampu membuat jantung Jiyong berdegup kencang. Naru sebenarnya tidak memiliki wajah yang cantik, rambut coklat bergelombangnya terurai indah membuat Naru terlihat sangat manis. Mereka sama-sama menunggu kedatangan kereta, saat itu Naru baru saja pulang sekolah, terlihat dari seragam yang ia pakai. Sedangkan Jiyong, dia iseng ingin naik kereta bawah tanah ketika jadwalnya sedang kosong.  Naru tidak menyadari kalau Jiyong terus memandanginya dari sebrang tempat ia duduk saat itu, dia hanya sibuk mendengarkan lagu dari MP3 sambil kadang tersenyum-senyum sendiri. Aneh pikir Jiyong, kenapa gadis itu tersenyum-senyum saat mendengarkan lagu. Tanpa Jiyong ketahui, Naru sedang mendengarkan lagu-lagu dari album solonya.

Namun sayang, karena kereta yang mereka tunggu ternyata berbeda, itu membuat mereka terpisah. Naru lebih dulu naik kereta, sedangkan kereta yang akan ditumpangi Jiyong datang sekitar 15 menit lagi. Setiap malam dia terus membayangkan betapa manisnya “gadis kereta” itu. Berharap suatu saat nanti ia dapat bertemu lagi. Kesibukannya didunia entertainment membuat Jiyong sejenak melupakan gadis keretanya itu. Sampai pada akhirnya, takdir memperlihatkan keajaibannya. Jiyong dan Naru bertemu di pesta ulang tahun TOP.

Flashback ….

“Hyung, saengil chukkaeyo !” ucap Jiyong sambil menjabat tangan TOP.

“hemm, gomawo Jiyong-sshi. Silahkan nikmati acara ini.” namun tak lama, TOP memanggil Jiyong yang baru saja berjalan meninggalkannya beberapa langkah “Jiyong, tunggu sebentar!”

“ada apa,hyung?” Jiyong membalikkan badannya dan menghampiri  TOP Lagi.

“ada seseorang yang ingin  bertemu denganmu! Tunggu sebentar.” TOP mengeluarkan handphonenya dan berbicara sebentar dengan seseorang.

“siapa Hyung?” Tanya Jiyong.

Tak lama kemudian,

“oppa ! mana orangnya?” seorang gadis berlari kecil menghampiri TOP dan Jiyong.

“ini dia yang ingin bertemu denganmu.” Tunjuk TOP pada gadis itu.

“annyeong haseyo, namaku Choi Naru. Aku benar-benar mengidolakanmu, oppa” gadis itu memperkenalkan diri sambil membungkukkan tubuhnya. Wajahnya sumringah.

Betapa kagetnya Jiyong ketika sadar siapa gadis itu.

“gadis kereta?” ucap jiyong kaget.

“ya???” TOP dan Naru serempak bertanya pada Jiyong.

“aaahh tidak apa-apa” jawab Jiyong gugup. “terima kasih sudah mengidolakanku.” Jiyong mencoba tenang. Gengsi sempat terlintas di otaknya ketika mendapati kenyataan jika gadis yang ia sukai adalah fansnya. Mudah pikir Jiyong untuk mendapatkannya. Tapi perkiraan Jiyong salah, Naru tidak seperti fans lainnya yang sibuk meminta no handphone atau berfoto bersama, bahkan tanda tangan saja Naru tidak memintanya. Setelah bertemu dengan Jiyong, Naru langsung berpamitan pergi. Membuat Jiyong seperti dipermainkan.

“cihh, bagaimana seorang fans bisa pergi begitu saja tanpa meminta apapun dariku?” gumam Jiyong dalam hati.

Namun karena sikap Naru yang seperti itulah yang membuat Jiyong harus berjuang mati-matian melancarkan jurus pendekatan. Karena ternyata TOP tidak mau membantunya ketika tahu Jiyong menyukai Naru. TOP justru menantang Jiyong untuk mendapatkan hati sepupunya itu.

Flashback end.

Jiyong tersenyum-senyum geli ketika tersadar dari lamunannya, mensyukuri wanita pujaannya kini benar-benar miliknya seorang. Inspirasinya datang untuk membuat sebuah lagu, diambilnya handphone dan dengan menggunakan aplikasi rekaman suara, ia mulai mendendangkan nada-nada yang ada dikepalanya, berharap setelah ini dia bisa menulis liriknya.

“ayo cepat mandi, aku sudah selesai.” Ucap Naru

“ne.” Jiyong segera men-save rekamannya dan beranjak ke kamar mandi.

Malam harinya, mereka berjalan kaki menuju menara Eiffel. Jarak antara hotel dan Eiffel hanya sekitar 300 meter. Mereka berjalan kaki menikmati malam, tak sedikit pun mereka melepaskan genggaman tangan mereka. Setelah sampai, mereka langsung menuju lantai paling atas menara Eiffel

“waahhhh, aku benar-benar tidak percaya bisa berdiri disini!” Naru melonjak-lonjak girang seperti anak kecil diberi balon.

“yaaa, kemarilah.” Jiyong mengajak Naru menepikan diri diujung balkon, sehingga mereka bisa melihat pemandangan dibawahsana. Jiyong mencoba merayu Naru ala OVJ.

“chagi, ayahmu seorang polisi ya?”

“koq tau?”

“karena kau telah menilang hatiku” Naru hanya tertawa mendengarkan lelucon Jiyong. Lalu mencoba membalasnya.

“Jiyong-sshi ! ayahmu teroris ya?

“bukan.” Jawab Jiyong santai

“aaaahh Oppa! kau licik. Giliranku saja, begitu jawabnya.” ketus Naru sambil memanyunkan bibirnya.

“ha ha, baiklah baiklah. Koq kamu tau?”

“ eemmmm, karena kau telah meledakkan hatiku”

“Naru, ayah kamu tukang kebun ya?”

“koq tau sih?”

“karena begitu banyak bunga yang tersirat diwajahmu.”

*eeaaaaa, gak banget maen kea gitu di menara Eiffel !*

“satu lagi, Jiyong-sshi kamu Leadernya Bigbang ya?”

“koq tau?”

“ya iyalah, semua orang juga tahu kau Leader Bigbang. Weewww!”

“YA ! kau ini …” Jiyong mengacak-ngacak rambut Naru.

“oppa, berapa jumlah uang di tabunganmu?” Tanya Naru.

“apa maksudmu?” heran Jiyong.

“kau pernah jadi #1 idol berpendapatan tertinggikan?”

“lalu?” Jiyong semakin heran dengan apa yang dibicarakan Naru.

“buatkan aku menara Eiffel di halaman rumah kita.”

“YA! Aku pikir apaan. Kenapa tidak sekalian minta aku buatkan patungLiberty?DisneyLand? Atau mungkin sebuah candiBorobudurdi kebun belakang rumah kita? Kau ini, ada-ada saja.”

“aku tidak mau pulang, tempat  ini terlalu indah. ayo kita berfoto disini sebagai kenang-kenangan.” ajak Naru sambil mengeluarkan kamera pocketnya. Setelah puas mengambil beberapa gambar, mereka kembali ke hotel. Mereka memutuskan kembali keKoreasecepat mungkin. Jiyong tidak tenang menyerahkan tanggung jawabnya sebagai Leader pada Seungri. Entah ada setan apa yang membuat dirinya khilaf menyerahkan tanggung jawab sebesar itu kepada orang seperti Seungri. Lagipula Naru pun tidak bisa meninggalkan kuliahnya lama-lama, dia tidak mengambil cuti untuk bulan madunya.

Ketika sampai diKorea, mereka langsung tinggal dirumah mereka sendiri.  Rumah berlantai 2 itu tidak begitu besar. Hanya ada 4 kamar, sisanya ruangan yang umum ada disetiap rumah. Mereka sengaja lebih memperluas kebun belakang dan halaman depan. Lagipula mereka belum mempunyai pembantu, akan sangat repot jika hanya tinggal berdua dirumah yang sangat besar.

Hari demi hari, minggu demi minggu mereka lewati tanpa hambatan. Setiap pagi Naru membuat sarapan sebelum mereka menjalankan aktivitas masing-masing. Jiyong ke studio dan Naru ke kampus. Siang hari Naru pulang lebih dahulu, membereskan rumah, menyelesaikan tugas kuliah dan membuat makan malam untuk Jiyong. Mereka akan menghabiskan waktu malam bersama dengan menonton TV atau justru tidur lebih cepat. Naru senang Jiyong selalu mengusahakan pulang ke rumah setiap hari, walaupun sebenarnya Naru sangat maklum jika Jiyong tidak bisa pulang dan menginap di studio.

Suatu malam ketika Jiyong baru saja pulang dari studio.

“Naru, kau dimana?” Jiyong heran, biasanya Naru akan membukakan pintu ketika dia pulang. Jiyong mencari Naru didapur, mungkin dia masih sibuk memasa. Naru tidak ada disana. Jiyong langsung menuju kamar mandi dilantai 2 ketika mendengar seseorang sedang (maaf) muntah-muntah.

“gwaenchana?” Jiyong menemukan Naru lemas didepan westafel. Wajahnya pucat. Jiyong memapah Naru untuk duduk di kursi yang berada didekat kamar mandi.

“aku tidak apa-apa, hanya sedikit mual saja. Mungkin masuk angin.”

“ayo kita ke rumah sakit.”

“aahh tidak, minum obat saja pasti sembuh.”

“aniyo ! kau harus ke rumah sakit” paksa Jiyong.

“apa anda keluarga dari nyonya Naru?” Tanya seorang perawat.

“ne.” Jiyong beranjak dari tempat duduknya, dia cemas menunggu istrinya yang sedang diperiksa dokter.

“silahkan masuk, ada yang ingin dokter katakana.”

Jiyong mengikuti perawat itu masuk dan mempersilahkan Jiyong duduk didepan meja dokter.

“ada apa dengan istri saya, Dok?” Tanya Jiyong.

“apa anda suaminya?” Tanya balik dokter itu.

“ne, saya suaminya? Apakah istri saya baik-baik saja?” Jiyong tidak bisa menyembunyikan perasaan cemasnya. Namun dokter itu malah tersenyum melihat reaksi Jiyong.

“selamat, anda akan menjadi ayah.” dokter itu mengulurkan tangannya.

“mwo??” Jiyong masih belum bisa mencerna apa yang dia dengar barusan, namun tetap menyambut uluran tangan sang dokter. “ayah??? Apa maksud Dokter? Apa maksudnya Naru hamil?”

“iya, istri anda sedang mengandung 3 minggu.”

“benarkah?” Jiyong benar-benar bahagia. Dia menghampiri Naru yang masih terbaring lemas. Mengusap perut Naru, mencoba mendengar ada apa disana “annyeong anakku, ini appa! Baik-baik saja ya disana”

Naru hanya tersenyum melihat tingkah Jiyong.

Keesokan harinya, berita kehamilan Naru sudah menyebar ke seanteroKorea, begitu banyak yang mengucapkan selamat dan ada beberapa orang yang repot-repot mengirimkan buket bunga. Jiyong benar-benar menjaga istri dan calon anaknya. Dia setia mengantar Naru check up setiap sebulan sekali. Melihat sendiri perkembangan janin didalam perut Naru, namun mereka tidak mau mendeteksi apa jenis kelaminnya, biar menjadi kejutan pikir Jiyong dan Naru. Semakin besar kandungan Naru, semakin banyak Jiyong meluangkan waktunya dirumah. Tak jarang dia membawa semua pekerjaannya kerumah, untung saja tuan Yang dan member bigbang lainnya bisa memaklumi.

“annyeong anakku, kapan kau akan menemui appamu ini?” Jiyong meletakan tangan kanannya diperut Naru dan mengelus-elusnya. Sedangkan tangan kirinya dibiarkan menjadi tempat bersandar Naru. Saat ini mereka sedang duduk diruang keluarga.

“kalau sudah waktunya, pasti dia akan lahir”

“chagi, aku ingin jika anak kita kelak laki-laki, aku ingin dia mempunyai tubuh tinggi, wajah tampan dan pintar berakting seperti TOP hyung. Taat pada Tuhan, bersahaja dan pintar dance seperti Taeyang. Murah senyum, ramah dan pandai bernyanyi seperti Daesung . Tidak mudah putus asa dan penuh semangat seperti si maknae Seungri.”

“ ya! Kau mau membuat anakmu menderita,huh?” protes Naru

“bagaimana bisa menderita? Dia akan terlahir dengan sangat sempurna!” Jiyong tak mau kalah.

“kau akan membuat anak kita dipertanyakan siapa ayah kandungnya. Bagaimana mungkin dia bisa mendapat badan yang tinggi jika kita saja tergolong pendek?”

“ahhh kau benar, chagi” Jiyong berpikir sejenak. “lalu kau ingin anak kita seperti apa?”

“entah dia perempuan atau laki-laki, aku ingin dia terlahir sempurna tanpa cacat sedikitpun, terlahir sehat dan nantinya dia bisa jadi anak yang baik, berbakti pada orang tuanya”

“Jika dia perempuan, apa nama yang akan kauberikan?” Tanya Jiyong lagi.

“bagaimana kalau Jina?”

“mwo?” ekspresi Jiyong berubah, ia terlihat agak marah. Dia menatap tajam pada Naru.

“aahh, arraso arraso. Aku lupa. Tadinya kupikir Jina adalah nama yang bagus, singkatan dari nama kita JIyong dan NAru”. Naru benar-benar lupa jika Jina adalah nama mantan kekasih Jiyong.

Jiyong tetap terlihat tidak suka, membuat Naru sadar kalau baru saja dia telah membuat suaminya marah.

“mianheyo, aku benar-benar lupa.”

“hemm.” Jawab Jiyong dengan dingin, melepaskan tangannya dari perut Naru.

“lihatlah appamu, Nak. Masih saja gampang marah. Padahal amma tidak sengaja menyebutkan nama mantannya? Apa jangan-jangan appamu masih mencintainya? Jika nanti kaulahir, kau harus jadi anak yang baik. Jangan membuat ayahmu marah.” Naru menyindir Jiyong sambil mengusap-usap perutnya yang tinggal menunggu waktu kelahiran.

Jiyong sebenarnya malu mendengar perkataan Naru, tak seharusnya dia sesensitif itu tadi. Tak masalah jika Naru ingin memberi nama anaknya dengan singkatan nama mereka. Tapi tak perlu Jina, Jiyong berpikir, bisa saja Yong Na atau Na Yong. Baru saja dia akan mengusulkannya pada Naru, Naru meringis.

“ahhh, sepertinya bayinya bergerak-gerak. Aduhhh, sakit !”

“gwaenchana? Apa akan lahir hari ini?” Jiyong mengusap dahi Naru dan memposisikan Naru agar berbaring.

“aku tidak kuat, rasanya sakit sekali !”

Jiyong yang kalut mencoba menelpon ambulans, mencoba menenangkan Naru. Jiyong takut terjadi sesuatu pada Naru dan kandungannya.

“sabar, sebentar lagi ambulans datang.”

Tak lama terdengar raungan sirine mendekat kearah rumah mereka. Jiyong segera membopong Naru keluar rumah dibantu beberapa orang perawat.

Jiyong menunggu diluar dengan cemas, sesekali Jiyong mendengar Naru menjerit kesakitan. Ingin rasanya Jiyong menemani istrinya yang kini berjuang antara hidup dan mati, namun apa daya, dokter tidak mengizinkannya masuk kedalam ruang persalinan.

“istriku, kau harus kuat. Kau harus berjuang demi anak kita. Aku menunggumu disini.” gumam Jiyong sambil terus berdoa agar istri dan anaknya selamat. Dia terus meremas-remas tangannya sendiri, menggigit bibir bawahnya, mencoba menyembunyikan kegelisahannya.

Tak lama terdengar tangis bayi dari dalam ruangan. Jiyong beranjak dari duduknya, mendekati pintu, berharap dia bisa masuk sekarang.

“apa itu bayiku? Dia laki-laki atau perempuan? Apa dia sehat?” Jiyong memberondong Dokter yang baru saja keluar dari ruangan dengan pertanyaan.

“chukka Tuan Kwon, bayi anda terlahir dengan selamat. Dia seorang laki-laki, dia tampan seperti anda . Hanya saja …” dokter itu terlihat cemas.

“ada apa, Dok? Katakan padaku !” potong  Jiyong setelah melihat ekspresi Dokter yang berubah.

“bayimu harus sedikit mendapat perawatan, berat badannya agak kurang.”

Belum selesai Dokter menjelaskan keadaan bayi Jiyong, seorang perawat dari dalam ruangan menghampiri Dokter dengan wajah bingung dan panik.

“Dok, Dokter! Gawat, ada sesuatu yang aneh, anda harus melihatnya!” ajak perawat pada Dokter itu untuk kembali masuk kedalam ruangan.

“ada apa ini? Apa terjadi sesuatu dengan istriku? Apa terjadi sesuatu dengan bayiku? Kau bilang tadi dia baik-baik sajakan??” Jiyong pun ikut panik, dia mencoba menerobos pintu, namun perawat dengan cekatan menghalangi Jiyong dan menutup pintunya.

“YA ! BIARKAN AKU MASUK! AKU INGIN MELIHAT ISTRI DAN ANAKKU!” Jiyong berteriak dan mencoba membuka paksa. Nihil. Pintunya terkunci.

Jiyong yang mendapati keadaan seperti ini, tidak bisa berpikir jernih. Pikirannya kalut. “apakah Naru meninggal? Ah tidak tidak, dia seorang wanita yang kuat” Jiyong mencoba menenangkan dirinya sendiri. Dia terus berpikir positif, dia tahu dokter akan melakukan yang terbaik. Terdengar lagi jeritan Naru dari dalam ruangan, membuat dia tersadar dari pikiran melayangnya.

“Naru, gwaenchana? Kau baik-baik sajakan?” Jiyong berbicara sendiri. Walau tidak tahu apa yang terjadi dengan Naru, jeritan tadi memberikan sedikit ketenangan untuk Jiyong. Setidaknya Naru tidak meninggal seperti apa yang sempat dia pikirkan.

“YA! Apa yang terjadi??” heran Jiyong ketika kembali mendengar suara tangis bayi lagi. Apakah bayinya sakit? Jiyong benar-benar penasaran, dia mencoba mendekatkan telinganya pada pintu, mencoba mendengar  apa yang terjadi didalamsana. Pintu terbuka, dan Dokter yang tadi sempat berbicara pada Jiyong keluar dengan keringat bercucuran.

“ada apa, Dok? Jelaskan padaku, jangan membuatku panik seperti ini.” Jiyong saat ini benar-benar tidak bisa menyembunyikan rasa khawatir, gelisah dan penasarannya.

“tenanglah Tuan Kwon, tidak ada apa-apa. Hanya saja ..” dokter sengaja menghentikan pembicaraannya.

“ayolah Dok, jangan membuatku seperti ini.” paksa Jiyong sambil terus berharap tidak terjadi sesuatu. Jiyong tidak bisa bernafas dengan benar, dia sangat tegang.

“anakmu….., anakmu kembar! 2 anak laki-laki.” senyum Dokter.

“apa? Anakku kembar? Apa itu arti aku punya 2 bayi sekarang? Ha ha, kau tidak bercandakan, Dok?” lutut Jiyong lemas mendengar perkataan dokter barusan. Bagaimana itu bisa terjadi? Jiyong terduduk dilantai. Satu bayi saja sudah membuat ia begitu bahagia, apalagi dua? Jiyong meneteskan airmatanya. Airmata kebahagiaan. Jiyong tak percaya semua itu. Impiannya untuk memiliki dua anak langsung dikabulkan Tuhan. Entah apa yang terjadi, setiap kali Naru check up, dokter kandungan tidak pernah mengatakan jika janinnya kembar. Apa ini keajaiban? Apapun itu, Jiyong sangat bersyukur dengan apa yang ia dapat sekarang. Lamunan Jiyong tersadar ketika melihat Naru akan dipindahkan ke ruang perawatan. Jiyong segera berdiri dan berlari mengejar Naru yang sedang dibawa oleh beberapa orang perawat, Naru masih terbaring lemas.

Di ruang perawatan.

“gomawo” bisik Jiyong pada Naru sambil memegangi satu tangan Naru. Membuat  Naru membuka matanya.

“terima kasih untuk apa?”

“terima atas atas kebahagiaan yang kauberi padaku.” Jiyong berbicara sambil berkaca-kaca. “gomawo, jeongmal gomawo. Saranghae ….” Jiyong mengecup jidat Naru dan membiarkannya beristirahat.

Jiyong lupa memberi tahu orang tua dan mertuanya, ia memutuskan untuk menelpon mereka satu-satu. Terdengar isak tangis bahagia dari mereka mendengar  kabar kelahiran bayi-bayi Jiyong *kembarkan:D* . Tak lupa ia juga mengirimi pesan kepada member Bigbang dan Tuan Yang.

“aku menjadi seorang ayah sekarang. Aku bahkan memiliki 2 bayi laki-laki sekaligus. Terima kasih atas doa kalian”

Tak lama ada balasan masuk.

“konsentrasilah untuk anak-anakmu, lupakan sejenak semua pekerjaanmu. Nikmati saat-saat yang tidak mungkin kau rasakan lagi kelak.” Dari Tuan Yang

“chukkaeyo Hyung, kau ada di RS mana? Aku akan segera kesana.” dari Daesung

“selamat Jiyong. Kalian benar-benar hebat. Beri aku rahasia agar mendapat 2 bayi sekaligus. Haha. Maaf aku belum bisa menjenguk, aku harus menyelesaikan syutingku dulu. Tapi aku janji akan secepat mungkin kesana. Aku tidak sabar ingin melihat keponakanku.” dari TOP

“chukka Jiyong, semoga Tuhan melindungi kedua malaikatmu itu.” dari Taeyang

“Hyung! Kau benar-benar mempunyai 2 bayi sekaligus? Siapa nama mereka? Kuharap salah satu dari mereka bernama Kwon Seungri. Haha.”

“ah benar! Aku harus memberi mereka nama.” gumam Jiyong. Dilihatnya Naru yang sudah tertidur. Jiyong memutuskan untuk pergi ke ruang perawatan bayi. Sesampainya disana Jiyong hanya bisa melihat dari luar, melihat dari kaca pembatas. Dia kebingungan karena begitu banyak bayi disana, mencoba menjinjitkan kakinya, melongok kearah paling ujung jejeran keranjang bayi. Yang mana bayi-bayinya? Tapi naluri kebapakan Jiyong menuntun matanya pada salahsatu keranjang bayi yang berada paling dekat dengan kaca. Dua bayi yang ditempatkan dalam satu keranjang. Jiyong kembali berkaca-kaca, hari ini hari yang begitu emosional bagi Jiyong. bagaimana ia merasakan takut, panik, kalut, cemas, dan bahagia sekaligus. Jiyong menempelkan tangannya dikaca, seakan-akan dia bisa membelai pipi bayi-bayinya.

“annyeong anak-anakku, ini Appa. Selamat datang di dunia yang penuh warna ini.” Jiyong menyapa anak-anaknya untuk yang pertama kali. Jiyong terus berada disana, Jiyong ingin anak-anaknya tahu, dia adalah ayah mereka. Ayah yang akan melindunginya, ayah yang akan menyayanginya.

3 hari Naru dan bayi-bayinya dirawat di RS. Hari ini mereka sudah pulang kerumah. Rumah yang awalnya dihuni 2 orang, kini bertambah 2x lipat menjadi 4 orang. Ah tidak, jadi 3x lipat, karena ibu Jiyong dan Ibu Naru juga tinggal disana ketika Jiyong menemani Naru di RS, mereka berdua mempersiapkan kamar untuk cucu-cucunya, menambah perlengkapan bayi yang awalnya hanya untuk satu orang bayi, mereka juga mendesign kamar itu. Kamar berwarna biru langit, lengkap dengan mainan disana sini. Dipojok sebelah kasur bayi, terdapat 2 lemari kecil berwarna merah dan kuning. Itu untuk membedakan yang mana milik si sulung, yang mana milik adiknya, berisi pakaian-pakaian, kaos kaki, dll. Kegiatan itu membuat mereka kembali teringat bagaimana saat mereka melahirkan Jiyong dan Naru dulu.

Mereka semua berkumpul diruang tamu, kebetulan saat itu Ayah Jiyong dan Ayah Naru juga baru sampai dirumah anaknya.

“Untuk sementara kami akan tinggal disini. Tidak apa-apakan?” Tanya ibu Jiyong yang menggendong salahsatu bayi dan satu bayi lagi digendong ibunya Naru.

“Ne, omoni. Kami justru merasa sangat terbantu. Aku benar-benar tidak tahu bagaimana merawat bayi.” Jawab Naru malu. Jiyong yang duduk disamping Naru hanya mencubit lembut hidung Naru.

“oia, kami belum tahu siapa nama cucu-cucu kami.” Kata ayah Naru.

*Deng deeeeeennggg ! author bingung cari nama. NB : ini diluar rencana. Saya gak punya rencana punya anak kembar bareng Bang Jiyong //plakk*

“si sulung bernama Kwon Young Deuk, dan si bungsu bernama Kwon Young Don. Kalian bisa memanggilnya Deukki dan Donnie” jawab Jiyong.

Seperti layaknya dongeng di dunia khayal, mereka hidup bahagia. Jiyong tetap sukses dengan Bigbangnya, si kembar tumbuh sehat dan menjadi anak yang pintar, lalu Naru, dia melupakan kuliahnya dan lebih menikmati peran barunya sebagai ibu rumah tangga.

____________________

*hoooaaaaa, amit-amit. Author mo jadi sarjana dulu baru nikah ma Bang Jiyong. Bang, tungguin aye 2 taun lagi yaaaa #dibakarVIPs*

“Dan terakhir, kami keluarga besar KWON, mengucapkan Selamat Ulang Tahun yang ke-1 untuk Yeppopo”

Troooooottttt #NiupTerompet #PasangPetasan

*maaf, terlanjur gilaaaa …. :D*

26 comments on “(Fan Fic) Jiyong and Naru Got Married~

  • Aq mau kasih komentar tentang FF ini..
    Bisa dibilang ceritanya cukup simple tapi ada beberapa hal yang buat bibir nyengir sendiri saat bacanya ^^

    Seperti yang aku bilang ga ada yang jelek semuanya bagus ^^ Namun Ada hal2 yang jadi poin unggul kenapa ff ini jadi juara 1.

    Salah satunya dalam ff ini selain sesuai tema, penulis juga melibatkan Yeppopo (blog) dan popoders yang membuat ff ini memang dibuat untuk Yeppopo. Dan ada “aura” karakteristik popoder (yang punya sifat suka bercanda) di diri penulis saat memaparkan cerita ^^

    Buat Yang Menang Selamat Ya…
    Mudah2an hasil keputusan kami dalam menentukan pemenang bisa diterima dengan baik oleh semua pihak, dan aku harap ini bukan dijadikan kompetisi menang-kalah tapi just for fun ^^

    Terima kasih

    • yapp…
      bner kTa onnie.
      Chukkae tuk yg menang..
      aLUr cerita’y sangat bgus & JLs,Wlwpun simPle..
      sPRt dh AhLi dLm dunia haYAL..* :P..

  • bener kata ppopo eonni,,
    baca ini bikin ketawa ketawa sendiri nggak jelas..
    ahh yeobo DG, aku padamu juga dehh *d hajar key
    certianya seru, lucu, keren, bagus,
    daebak lah buat authornyaa 🙂
    selamat yah udah menang..
    yeii yippiiii * nyalain petasan

  • cih batal d’undang,,,
    pdhl dah nyiapin karung buat bawa plng ank2 Suju,
    hahahahaha

    slamat yah bt yg menang!!
    crita’a menarik n mnantang (?!)
    #tp sya msh d’bawah umur ><#
    hehehehe

  • wahh dipublis juga juara satu nya ni,, gatel juga pengen komen ni ff.. haha

    ni ff tu kocak bgt deh aku suka baca ff yang kocak n simple pas baca aku hayatin bgt ni ff makannya rada lama pas baca ni ff.. haha
    udah romantis2 berduaan di menara eifel eh ngerayunya ala OVJ gtu lagi,, lucu deh baca kisah cinta nya GD n Naru..
    bang GD langsung punya anak kembar gtu lagi wah jjadipengen punya anak kmbar.. #plakk wkwk
    baru kemaren baca pesan GD buat anak n istri nya kelak trus baca ni ff jadi bener2 bayangin GD punya anak aku.. haha

    nama nya bagus loh Naru jadi inget lagu bigbang yg Naru-Naru eh salah maksud’a Haru-Haru *mian just kidding* haha

    selamat ya buat pemenang juara 1 nya, ff kamu bagus kok.. 🙂 🙂 🙂
    ayo reader ikutan baca n komen ff ni.. ^^

  • huwaa… chukae … chukae….
    anaknya cowo ya ?? nih jodohin ama anakku : Cho Hye Gyu XD nyiahahahaa… *keluar jalur*
    oke, aku ngakak dan senyum sendiri. pokoknya sukaa >,<
    chukae buat authornya… temenan yuks thor.. kita sama sama bininya bang GD XD kalo mau visit http://shfrasapphireblue98.wordpress.com/ atau follow twitt ku @LadyHye02 *skip* <—- ini anak gencar gencarnya promo ==v
    okey, satu kata. DAEBAK ^^d

  • Eheee!!! Ceritanya lucu!
    1. Apaan gitu?? Mau ngundang poppoders tapi nggak jadi?? Awas aja! #nyiapin sumpit (lho?)
    2. Rayuan GD trnyata nggak jauh2 dari Sule, andre & aziz gagap. Hakshakshaks!!!
    3. Baru tau ya… Tenyata Kwon Twins tu bapaknya GD…. Bwahahahahahaha!!! :p
    4. Chukkae buat authornya!! ^^

  • Waaa suka sama ff ini 🙂 lumayan bikin malem-malem nyengir kuda (?)
    aduh pelit gak diundang *tabok author (?) , miaan tapi overall itu keren lho,chukkae ya 🙂 dan kee writing XD

  • fan fic nya bagus.. ga salah deh kalo juara 1 ! 😀
    pas baca kalo si naru ngelahirin anak kembar cowo.. aku langsung nebak kalo nama anak” nya pasti kwon don sama kwon deuk!.. eh ternyata bener!..

  • waa…. ngakak guling” baca ni FF, kocak abiez!!!
    bahasa nya sederhana dan gampang dimengerti Alur nya menarik bgt!! lengkap dah, dari mau kawin mepk dah punya anak kembar~~
    seneng nya ppopoders isa masuk tapi sebelnya ga jadi diundang, ckckckckkck *kecewa berat #plakk
    ngakak di menara effiel trs gombal” an gaje bgt ntu, bikin ngakak bgt!!
    hadeuh !!
    FF nya sangat menghibur,, joaa…..
    authornya jempolan dech !! ~~

  • Ceritanya simpel tp sukses bikin aku nyengir2 dngan lelucon ala yeppopo unnie 😀 selamat deh buat authornya , bener2 pengkhayal sejati ^^b

  • Nyonya Kwon~~~
    Sebelumnya ak mau ngakak dlu ya~~
    Hahahhaahhahahahhahahhaa~~ *ngakak guling2 mpe kamar donghae* /plak
    Astaga, nie pertama kale baca ff yg castny anak2 bigbang~~
    Aigo~~dr awal baca udh senyam senyum ketawa ketiwi neh~~
    Lucu ffnya, seru, ringan (?)~~

    Astaga~~itu rayuan tuan n nyonya kwon, astaga bkin ngakak sumpah~~hahahhaa..
    eehhheeem~~chukkae ya pny anak kembar, hidup bahagia selamanya 🙂

  • chukkaeee.. ceritanya easy, tapi menarik.. mana suka ada slentingan author yg bikin ngakak.. segala macem downey ama rapika dibawa2. bahahaha kaya jiyong tau aja. hahaha.. mana ada gombalan OVJ pula..
    lucu lucu xD sekali lagi selamat yaaaa =)

  • “chagi, aku ingin jika anak kita kelak laki-laki, aku ingin dia mempunyai tubuh tinggi, wajah tampan dan pintar berakting seperti TOP hyung. Taat pada Tuhan, bersahaja dan pintar dance seperti Taeyang. Murah senyum, ramah dan pandai bernyanyi seperti Daesung . Tidak mudah putus asa dan penuh semangat seperti si maknae Seungri.”

    gk tau knp suka bgd deskripsi kata2 diatas.. 🙂

  • kok kita para poppoders ga diundang? ;____; kita janji ga bakal ancurin pestanya kook.. #crossfingered #dihajar #padahaludahbawatalibuatculikanakanakBIGBANG
    bagus, ceritanya simpel, tapi juga ada bubuhan komedi sedikit tapi muncul banyak, jadi bikin ringan bacanya :33

  • huahahahahahhh eonn,
    ceritanya bikin iri,seneng,ngakak ndiri, pokoknya seru deh!!
    like it!! mskpun agak jealous sih..
    masa jippa nikah ma eonni sih~
    klo gitu aku ngincar si kembar aja >///<
    hehehhhh

  • Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

    Foto Google

    You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

    Connecting to %s

    %d blogger menyukai ini: