KARA dan JYJ: “Perbudakan” atau “Pengkhianatan”?

Published 31/01/2011 by yeppopo

Dengan adanya berita terbaru mengenai negosiasi kontrak KARA dan “Music Essay” JYJ yang menempati posisi #1, debat antara perusahaan manajemen dan artisnya kembali jadi topik hangat dan kali ini kedua pihak berbicara.

Tampil dalam sebuah segmen berjudul “JYJ dan KARA, mengapa mereka melakukannya? pada MBC “News Magazine 2580” (시사매거진 2580), perwakilan kedua pihak bicara, dan Yoochun dan Junsu sendiri yang bicara mengenai keputusan kontroversial mereka dan hak artis.

Untuk pertama kalinya Park Yoochun mengaku dia tahu betul bahwa dia “mungkin tak bisa jadi bintang lagi” saat memutuskan meninggalkan SME, namun bahkan dengan kesadaran ini, dia masih ingin “menemukan kebahagiaan dan pergi.”

Kim Junsu, Kim Jaejoong, dan Park Yoochun meninggalkan DBSK, dan manajemen SM Entertainment, pada Juli 2009, karena adanya perbedaan dalam hal panjang dan persyaratan kontrak. Masalah yang paling terkenal adalah karena SME kurang transparansi mengenai keuangan mereka, dan waktu 13 tahun kontrak terlalu lama. Namun keputusan mereka pergi dan meninggalkan DBSK kemudian membentuk grup baru bernama JYJ tentu tidak mudah, khususnya saat mereka menghadapi pelarangan tampil di beberapa program musik terkenal (SBS Inkigayo, MBC Music Core, dan KBS Music Bank semua menolak memberi pernyataan dan penjelasan).

Mengenai hal ini, Junsu mengatakan, “Kurasa sangat aneh kami tak bisa muncul di TV. Kudengar benar-benar sulit bagi penyanyi Korea tampil di atas panggung, dan inilah yang paling tidak kusukai.”

Hampir satu setengah tahun kemudian, ketiga member KARA: Jung Nicole, Han Seungyeon dan Kang Jiyoung, memutuskan untuk menghentikan kontrak mereka dengan DSP Media. Mereka juga mengatakan DSP kurang transparans dan diduga adanya kesalahan penanganan keuangan mereka, khususnya mengenai uang yang telah dihasilkan KARA lewat promosi di luar negeri dan aktivitas di Jepang.

Acara ini juga melakukan penyelidikan dan menemukan bahwa perusahaan manajemen berinvestasi sekitar $1,800 per orang/bulan selama tahun-tahun pelatihan. Memberikan semuanya dari makanan, memberikan pelajaran, biaya promosi, dan menghabiskan uang, biaya ini bisa bertambah selama proses yang bisa berlangsung antara 6 bulan hingga 3 tahun. Segmen ini juga mengatakan bahwa sebuah gir group beranggotakan 7 orang menghabiskan biaya 2.9 milyar won (biaya pelatihannya saja) selama 4 tahun.

Perwakilan Core Contents Media (manajemen T-ARA, Davichi, and 5Dolls) mengatakan, “Perusahaan manajemen terus-terusan berinvestasi.. Kebanyakan orang meremehkan berapa banyak uang yang mereka keluarkan untuk artis, dan berlebihan menanggapi banyaknya uang yang dihasilkan. Kami melakukan apa yang kami bisa, namun beginilah caranya.”

Dengan netizen yang terus menyebut dan meneriakkan “perbudakan” atau “pengkhianatan”, dan dengan hasrat yang masih tinggi, kita berharap demi para penggemar, perseteruan antara hak artis dan biaya manajemen akan segera menemukan resolusinya.

Source: My Daily via Daum / Newsen via Daum via allkpop
Indo trans: Alois ★ あずゆ@hallyucafe

4 comments on “KARA dan JYJ: “Perbudakan” atau “Pengkhianatan”?

  • Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

    Connecting to %s

    %d blogger menyukai ini: